Showing posts with label Materi Kuliah. Show all posts
Showing posts with label Materi Kuliah. Show all posts

Monday, 21 October 2019

- 11:16:00

Langkah-langkah Melakukan Uji Validitas dengan Korelasi Product Moment



Uji validitas biasanya dilakukan untuk pengukuran instrumen penelitian pada jenis penelitian yang menggunakan data kuisioner.  Melakukan pengukuran terhadap sesuatu yang belum pernah dilakukan dapat ditempuh dengan cara membuat instrumen pengukuran.  Tujuan dilakuan Uji validitas adalah untuk membuktikan apakah angket tersebut memiliki tingkat validitas dari suatu pertanyaan penelitian, maka seblum instrumen tersebut digunakan maka perlu di uji coba dan hasilnya di analisis (Sudarmanto, 2013). Sesuatu dikatan valid jika alat ukur yang digunakan sesuai dengan apa yang hendak akan diukur.  Misalnya mengukur berat maka digunakan timbangan, maka timbangan dapat dikatakan alat ukur yang valid.


Syarat Uji Validitas
Menurut Ghozali (2011) pertanyaan dalam instrumen/Angket dikatakan valid apabila rhitung>rtabel atau nilai signifikan(.sig)< Alpha=0,05.  Instrumen/angket dikatakan tidak valid apabila nilau rhitung<rtabel dan Signifikan (.sig)>alpha (0,05).


Langkah-langkah uji validitas
Sebelum kita mengetahui langkah-langkah uji validitas, berikut adalah contoh soal:

Seorang peneliti ingin mengetahui bagaimana sikap mahasiswa terhadap mata kuliah Pengantar Akuntansi disuatu perguruan tinggi.  Peneliti sebelum melakukan pengujian yang sebenarnya terlebih dahulu melakukan uji coba angket kepada 25 orang mahasiswa untuk mengetahui apakah angket yang digunakan valid atau tidak valid.  Berikut adalah hasil tabulasi:


1. Masukan data diatas Program SPPS, Anda bisa menginput data tersebut ke Excel terlebih dahulu atau langsung ke program SPSS (Mana yang paling mudah menurut anda).

Berikut adalah tampilan data yang sudah di Input ke Program SPSS

- Tampilan input padaVariabel View



- Tampilan Input pada Data View


2. Langkah selanjutnya adalah menghitung Jumlah skor tiap responden dengan cara sebagai berikut:

- Klik Transform, lalu pilih compute variabel (perhatikan gambar dibawah ini)


Maka akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini


Pada kolom target variabel silahkan masukan X1 - lalu pada kolom numeric expression inputkan sum(P1,P2,P3,P4,dst) P1-P12 diklik pada sebelah kirim bukan diketik ya, setelah itu klik OK. Berikut adalah hasilnya


Berikut adalah hasil setelah anda klik  OK dapat dilihat pada Data View akan muncul Variabel X1 yang merupakan hasil penjumlahan dari P1-P12 (anda bisa juga lakukan pada excel dengan menggunakan fungsi sum menjumlahkan Horizontal bukan vertikal). Berikut adalah hasilnya


Setelah langkah diatas selesai anda lakukan, maka barulah anda melakukan uji validitas sesuai dengan yang anda butuhkan.  Pada contoh ini saya akan menggunakan uji validitas dengan korelasi product Moment.

Langkah Pertama (lihat gambar)


Pindahkah Item Pertanyaan P1-P12 dan X1 kekolom Variables sehingga terlihat tampilan seperti dibawah ini, lalu klik OK (pada contoh ini menggunakan pengujian satu arah, maka yang dipilih one tailed)

Hasil Ouput
Hasil Ouput Uji Validitas korelasi product moment
Penjelasan Output
  1. Untuk mengetahui hasil ouput apakah item pertanyaan  yang anda gunakan valid atau tidak valid, lihat pada kolom X1 Bagian vertikal atau horizontal.
  2. Valid apabila nilai Sig<0,05
  3. Saya contohkan misal Pertanyaan 1 (Nilai Sig 0,037)<0,05 artinya item pertanyaan 1 Valid. Lalu coba perhatikan Item pertanyaan 2 terlihat bahwa nilai Sig (0,121)>0,05 sehingga dapat disimpulkan item pertanyaan 2 tidak valid. Begitu seterusnya.
Oke Sekian penjelasan mengenai cara melakukan uji validitas dengan Korelasi Product Moment, apabila anda menyukai postingan ini, silahkan bagikan kepada teman-teman anda yang membutuhkan, apabila ada yang tidak anda mengerti anda bisa tinggalkan komentar dibawah ini.

Agar lebih jelas silahkan Tonton video dibawah ini


Wednesday, 9 October 2019

- 09:02:00

Keuntungan dan Kerugian perusahaan Going Public



Keuntungan dari going public
  1. Kemudahan meningkatkan modal di masa mendatang - Bagi perusahaan yang tertutup, calon investor biasanya enggan untuk menanamkan modalnya, hal ini disebabkan karena kurangnya keterbukaan informasi keuangan antara pemilik dan investor.  Sedangkan bagi perusahaan yang sudah go public , informasi keuangan perusahaan harus dilaporkan ke publik secara reguler yang kelayakannya sudah diperiksa oleh akuntan publik
  2. Meningkatkan likuiditas bagi pemegang saham - Bagi perusahaan yang masih tertutup yang belum mempunyai pasar untuk sahamnya,pemegang saham perusahaan akan sulit untuk menjual sahamnya dibandingkan jika perusahaan sudah go public
  3. Nilai perusahaan diketahui - Untuk alasan tertentu, nilai pasar perusahaan perlu untuk diketahui.  Misalnya jika perusahaan ingin memberikan insentif dalam bentuk opsi saham  (Stock opinion) kepada manajer-manajernya, maka nilai sebenarnya dari opsi tersebut perlu diketahui.  Jika perusahaan masih tertutup, nilai dari opsi sulit untuk diketahui.

[Baca Juga: Pengertian Investasi dan Jenis-jenis Investasi]


Kerugian Going Public
  1. Biaya laporan meningkat - Bagi perusahaan yang sudah go public, setiap kuartal dan tahunnya harus menyerahkan laporan-laporan kepada regulator.  Laporan-laporan ini sangat mahal, terutama bagi perusahaan yang kecil.
  2. Pengungkapan (Disclosure) - Beberapa pihak didalam perusahaan keberatan dengan ide pengungkapan.  Manajer enggan mengungkapkan semua informasi yang dimiliki kerena aka dugunakan oleh pesaing.  Sedangkan pemilik enggan mengungkapkan informasi tentang saham yang dimilikinya karena publik akan mengetahui besarnya kekayaan yang dimilikinya.
  3. Ketakutan untuk diambil alih - Manajer perusahaan yang hanya memiliki hak veto kecil akan khawatir jika perusahaan going public.  Manajer perusahaan publik dengan hak veto yang rendah, umumnya diganti dengan manajer perusahaan yang baru jika perusahaan diambil alih.
Referensi: Jogiyanto, Teori Portofolio dan Analisis Investasi, Edisi 11
- 08:47:00

Pengertian Investasi dan Jenis-jenis Investasi


Investasi adalah penundaan kosumsi sekarang yang dimasukan kedalam aset atau proses produksi yang produktif yang hasilnya untuk konsumsi mendatang.

Jenis-jenis investasi
1. Investasi langsung
Investasi langsung adalah investasi yang dilakukan dengan cari membeli langsung instrumen investasi yang dapat diperjual belikan di pasar uang (money market), pasar modal (capital market), atau pasar turunan (derivative market)Contoh investasi langsung adalah Tabungan, deposito, T-bill, Deposito yang dapat di negosiasi, Surat-surat berharga, Saham preferen, saham biasa, opsi, Future Contract. 


2. Investasi Tidak Langsung 
Investasi tidak langsung adalah pembelian saham dari perusahaan investasi yang memiliki portofolio aktiva-aktiva keuangan. Investasi tidak langsung dilakukan dengan membeli melalui perusahaan investasi.  Perusahaan investasi adalah perusahaan yang menyediakan jasa keuangan dengan cara menjual sahamnya kepublik menggunakan dana yang diperoleh untuk di investasikan kedalam portofolionya.  Contoh investasi tidak langsung adalah Reksadana


Jenis-jenis Reksadana
1. Reksadana Pasar Uang
Reksadana ini membentuk portofolionya dengan aktiva-aktiva surat berharga utang jangka pendek yang jatuh temponya kurang sari satu tahun.

2. Reksadana Pendapatan tetap
Reksadana ini berisi paling tidak 80% aktiva  obligasi dan sisanya aktiva lainnya, misalnya saham

3. Reksadana saham atau Ekuitas
Reksadana ini berisi paling tidak 80% aktiva saham dan sisanya berupa aktiva lain, misalnya obligasi, tujuannya untuk menghasilnya return yang lebih tinggi.

4. Reksadana Campuran
Reksadana ini berisi dengan aktiva campuran dalam bentuk obligasi, saham dan aktiva lainnya.

5. Reksadana terproteksi
Reksadana ini memproteksi investor dari kerugian penurunan nilai investasinya.  Proteksi ini dilakukan oleh reksadana dengan cara memasukan obligasi-obligasi yang akan jatuh tempo dalam jangka pendek kedalam portofolionya.


Referensi: Jogiyanto, Teori Portofolio dan Analisis Investasi, Edisi 11

Wednesday, 25 September 2019

- 19:45:00

Pengertian Return Saham




Return Saham adalah Hasil Keuntungan atau kerugian dari hasil Investasi Saham


Misalkan Tn A Membeli saham dengan PT. ABCD dengan harga Rp. 1.000 perlembar saham.  Sekarang harga Saham PT. ABCD Harganya menjadi Rp. 2000 per lembar saham.  Ini berarti Tn A memperoleh return saham sebesar Rp. 1000 per lembar saham atau 100%. Namun jika harga saham PT. ABCD sekarang mengalami penurunan menjadi Rp. 800 per Lembar saham, makan Return saham Tn A Menjadi -Rp 200 per lembag saham -20%.

Return Saham yang diperoleh bisa positif atau negatif.  Jika return tersebut postif, maka akan memperoleh keuntungan atau Capital Gain, jikan return negatif maka akan mengalami kerugian atau Capital Lost.

Sunday, 14 July 2019

- 22:20:00

Pedoman Debit dan Kredit membuat Jurnal


Membuat jurnal adalah salah satu tanggung jawab yang harus bisa dilakukan jika anda ingin menjadi seorang Accounting.  Jangan berharap anda bisa menjadi seorang accounting jika anda tidak mengerti Jurnal, kecuali kamu punya orang dalam di perusahaan ya.


Membuat jurnal tidak sesulit yang kamu fikirkan, jika kamu paham aturan debit kredit, maka kamu akan dengan mudah membuat jurnal.  

Berikut persamaan dasar Akuntansi
Aset+Beban=Kewajiban+Ekuitas+Pendapatan
Persamaan diatas adalah rumus yang harus kamu ketahui dalam pembuatan jurnal, ingat yang namanya menjurnal, antara debit dan kredit harus Balance ya.

Oke langsung aja kita bahasa Apa itu Aset, Beban, Kewajiban, Ekuitas dan Pendapatan berikut ini

1. Aset
Aset adalah semua kekayaan yang dimiliki oleh suatu perusahaan yang digunakan untuk operasional perusahaan.  Akun yang terkait dengan aset antara lain:
  1.  Aset Lancar yang terdiri dari (Kas, Bank, Piutang, Perlengkapan, Persediaan, Biaya dibayar dimuka, Uang Muka)
  2. Investsi
  3. Aset Tetap yang terdiri dari : Peralatan, Bangunan, Kendaraan, Tanah, Akumulasi penyusutan dan lain-lain
  4. Aset Lain-lain seperti Uang jaminan, Aset tetap yang rusak dan lain-lain

2. Beban
Beban adalah sejumlah Biaya yang dikorbankan untuk memperoleh pendapatan. Contoh akun beban antara lain, Beban Operasional, Beban Penyusutan, beban perlengkapan, beban asuransi, beban sewa, beban iklan dan lain-lain

3. Kewajiban
Kewajiban adalah hutang yang harus dibayarkan kepada pihak lain dimasa mendatang.  Kewajiban teridri dari Kewajiban Jangka pendek yaitu hutang yang masa jatuh tempo pembayarannya tidak lebih dari satu tahun seperti Hutang dagang, hutang gaji, Pendapatan diterima dimuka dan lain-lain.  Kewajiban Jangka panjang adalah hutang yang masa jatuh tempo pembayarannya lebih dari satu tahun, contoh Hutang bank, Hutang obligasi dan lain-lain.

4. Ekuitas
Menurut PSAK (2002) pasal 49, pengertian ekuitas adalah hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban. Dengan kata lain, ekuitas adalah suatu perkiraan yang mencerminkan porsi hak atau kepentingan pemilik perusahaan terhadap harta perusahaan tersebut.

5. Pendapatan
Pendapatan adalah nilai yang menunjukan total penjualan baik barang atau jasa setelah dikurangi Retur Penjualan dan diskon penjualan.


Setelah kamu memahami definisi diatas, barulah kamu pahami mekanisme Debit dan kredit agar kamu lancar dan fasih dalam menjurnal.  Berikut adalah mekanisme Debit dan kredit

  1. Aset dan Beban bersaldo Normal di DEBIT - Artinya Aset dan beban akan bertambah disisi Debit dan akan berkurang disisi Kredit.  Contoh pada 1 Januari 2019 Tn. A membeli perlengkapan sebesar Rp. 200.000. Jika kita analisis contoh soal ini, maka perlengkapan perusahaan yang merupakan Aset perusahaan akan bertambah sebesar Rp. 200.000 didebit sedang disisi kredit Aset akan berkurang, jika pembelian tersebut tunai maka akun Kas akan berada disisi kredit sebesar Rp. 200.000.
  2. Kewajiban, Modal/Ekuitas dan Pendapatan bersaldo normal di Kredit - artinya Kewajiban, modal dan Pendaparan akan bertambah disi kredit dan berkurang disisi debit.  Contoh Tn. A Menjual barang dagangan sebesar Rp. 40.000.000 Kepada Tn B secara tunai.  Akun yang terkait dengan transaksi ini adalah Aset pada akun kas, dikarenakan transaksi dilakukan secara tunai akan bertambah sebesar Rp. 40.000.000 disisi debit dan Pendapatan pada akun penjualan akan bertambah sebesar Rp. 40.000.000

Nah pahami aturan dibit kredit diatas, kalau kamu paham pasti kamu bisa membuat jurnal dengan mudah.  Intinya ikuti saja pedoman diatas, Kalau kita membeli tunai pasti uang kita akan berkurang, kalau diperusahaan uang ditampung di akun Kas atau Bank, Maka kita sudah tau Kas/Bank pasti berkurang, ingat Kas/Bank adalah bagian dari Aset, aset bersaldo normal di debit. Karna adanya transaksi pembelian tunai tersebut maka Kas/Bank akan berkurang, ingat Aset pasti berkurang di kredit, maka akun Kas/Bank kita letakan disisi kredit nilainya sebesar pembelian.

Oke kalau masih bingung dengan pejelasan diatas, kamu bisa berkomentar pada kolok komentar dibawah ya.  Terimakasih sudah mau berkunjung.

Thursday, 16 May 2019

- 22:51:00

Pengertian dan Jenis-Jenis Etika

Campuranpedia.com -  Secara etimologis etika berasal dari kata ethos yang berarti adat, kebiasaan atau susila. Dalam filsafat etika membicarakan tentang tingkah laku atau perbuatan manusia dalam kaitan antara baik dan buruk. Baik dan buruk adalah suatu penilaian atas apa yang bisa dilihat dan dirasakan seperti perbuatan dan tingkah laku. Sedangkan untuk hal-hal yang menyangkut aspek motif atau watak, sulit dinilai. Yones (2015) Secara garis besar ada dua macam etika yaitu :
  •  Etika deskriptif
    Etika deskriptif hanya bersifat menggambarkan, melukiskan dan menceritakan sesuatu seperti apa adanya tanpa memberikan penilaian atau pedoman tentang bagaimana seharusnya bertindak.
  • Etika normatif
    Memberikan penilaian baik dan buruk juga memberikan pedoman mana yang harus diperbuat dan yang tidak.
Dalam bahasa Yunani, ethika berati ethikos yang mengandung arti karakter, kebiasaan, kecenderungan dan sikap yang mengandung analisis konsep-konsep seperti harus, benar, salah, mengandung pencarian watak ke dalam watak moralitas atau tindakan-tindakan moral atau mengandung pencarian kehidupan yang baik secara moral.Etika secara lebih detail merupakan ilmu yang membahas tentang moralitas atau tentang manusia sejauh berkaitan dengan moral.  Yones (2015).

Pengertian Filsafat
Kata-kata filsafat diucapkan ‘falsafah’ dalam bahasa Arab, dan berasal dari bahasa Yunani Philosophia yang berarti ‘cinta kepada pengetahuan’, dan terdiri dari dua kata, yaitu Philos yang berarti cinta (loving) dan Sophia yang berarti pengetahuan (wisdom, hikmah). Orang yang cinta kepada pengetahuan disebut “Philosophos” atau “Failasuf” dalam ucapan Arabnya. Mencintai pengetahuan adalah orang yang menjadikan pengetahuan sebagai usaha dan tujuan hidupnya, atau dengan perkataan lain orang yang mengabdikan kepada pengetahuan Abd Basith dkk (2013).

Menurut Poedjawijatna, filsafat itu juga dapat dikatakan adalah suatu ilmu yang berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran belaka. Selanjutnya beliau mengkategorikan filasafat itu kedalam golongan ilmu, maka oleh karena itu filsafat harus bersifat ilmiah, yaitu menuntut kebenaran, memilki metode, bersistem dan harus berlaku umum Hamidah (2015).

Referensi
Abd. Wahid,(2012). Korelasi Agama, Filsafat dan Ilmu, Fakultas Ushuluddin IAIN Ar-Raniry
             Kopelma Darussalam Kota Banda Aceh.

Hamidah, dkk. (2015). Hubungan Antara Agama, Filsafat dan Ilmu. Sekolah Tinggi Agama Islam
         Negeri Kediri.

Puji Rianto, (2016). Media Jejaring Sosial Dan Persoalan Etika Dalam  Media Baru. Prodi Ilmu
        Komunikasi, Fakultas Ilmu Psikologi dan Sosial Budaya, Universitas Islam Indonesia,
        Yogyakarta.

Uud Wahyudin dan Kismiyati El karimah. (2016). Etika Komunikasi di Media Sosial. Prodi
        Manajemen Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

http://yonesamz.blogspot.co.id/2015/05/hubungan-filsafat-dengan-etika.html
https://galiharibismo.wordpress.com/2017/09/01/etika-sosial-media/
https://www.liputan6.com/news/read/3326941/kelompok-penyebar-hoax-mca-dan-saracen-serupa-tapi-tak-sama
https://nasional.kompas.com/read/2018/02/14/22344131/banyak-fitnah-jelang-pilkada-ketua-dpr-minta-aparat-patroli-di-medsos
https://dailysocial.id/post/apjii-survei-internet-indonesia-2017
http://industri.bisnis.com/read/20180131/105/732548/130-juta-penduduk-indonesia-pengguna-media-sosial