Showing posts with label Materi Kuliah. Show all posts
Showing posts with label Materi Kuliah. Show all posts

Tuesday, 23 June 2020

- 09:57:00

Pengertian dan Jenis-jenis Auditing




Pengertian Auditing

Konrath (2002:5) mendefinisikan auditing sebagai suatu proses sistematis untuk secara objectif mendapatkan dan mengevaluasi bukti mengenai asersi tentang kegiatan-kegiatan dan kejadian-kejadian ekonomi untuk meyakinkan tingkat keterkaitan antara asersi tersebut dan kriteria yang telah ditetapkan dan mengomunikasikan hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan

Sukrisno Agoes (2016:2) auditing adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematis oleh pihak yang independen, terhadap laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen, beserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan tujuan untuk dapat meberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut.

Perbedaan Auditing dan Akuntansi (Accounting)
  • Auditing : mempunyai sifat analitis,
    • Karena akuntan publik memulai pemeriksaannya dari angka-angka dalam Laporan 
    • Keuangan, lalu dicocokkan dengan Neraca Saldo (trial balance), Buku Besar (general ledger), Buku Harian (special journals), bukti-bukti pembukuan (documents) dan Sub Buku Besar (sub ledger)
    • Dilakukan oleh Akuntan Publik (khususnya financial audit) berpedoman pada Standar Profesional Akuntan Publik, Aturan Etika IAI Kompartemen Akuntan Publik dan Standar Pengendalian Mutu.
  • Accounting : mempunyai sifat konstruktif,
    • Karena disusun mulai dari bukti-bukti pembukuan,  Buku Harian,  Buku Besar dan Sub Buku Besar,  Neraca Saldo,  sampai menjadi Laporan Keuangan.
    • Dilakukan oleh pegawai perusahaan (bagian akuntansi) dengan berpedoman pada Standar Akuntansi Keuangan

Tahapan-tahapan Audit secara umum :
  • Kantor Akuntan Publik (KAP) dihubungi oleh calon klien yang membutuhkan jasa audit. 
  • KAP membuat janji bertemu dgn.calon klien untuk membicarakan 
    • Alasan perusahaan untuk meng-audit laporan keuangannya 
    • Apakah sebelumnya perusahaan pernah diaudit KAP lain
    • Apa jenis usaha perusahaan dan gambaran umum mengenai perusahaan tsb.
    • Apakah data akuntansi perusahaan diproses secara manual atau komputer Apakah sistim penyimpanan bukti-bukti pembukuan cukup rapi
  • KAP mengajukan surat penawaran (audit proposal) yang berisi:
    • Jenis jasa yang diberikan, besarnya biaya audit (audit fee), kapan Audit dimulai, kapan laporan diserahkan dan lain-lain
    • Jika perusahaan menyetujui, audit proposal tersebut akan menjadi Surat 
    • Penugasan / Perjanjian Kerja “Engagement Letter”
  • KAP melakukan audit field work (pemeriksaan lapangan) di kantor klien. Setelah audit field work selesai, KAP memberikan ‘draft audit report’ kepada klien, sebagai bahan untuk diskusi. Setelah draft report disetujui klien, KAP akan menyerahkan ‘final audit report’, namun sebelumnya KAP harus meminta Surat Pernyataan Langganan dari klien yang tanggalnya sama dengan tanggal audit report dan tanggal selesainya audit field work.
  • Selain audit report, KAP juga diharapkan memberikan ‘Management Letter’ yang isinya memberitahukan kepada manajemen mengenai kelemahan pengendalian intern perusahaan & saran-saran perbaikannya.
     
Mengapa Perlu dilakukan Audit
  1. Laporan Keuangan yang belum diaudit kurang dipercaya kewajarannya oleh pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan tersebut.
  2. Jika Laporan Keuangan sudah diaudit dan mendapat opini “Unqualified” (wajar tanpa pengecualian) dari KAP, berarti pengguna laporan keuangan bisa yakin bahwa laporan tersebut ‘bebas’ dari salah saji yang material dan disajikan sesuai dengan Prinsip Akuntansi yg.berlaku umum di Indonesia.
  3. Mulai Tahun 2001 perusahan yang total assetnya Rp.25 Milyard ke atas harus memasukkan ‘audited financial statements’nya ke Departemen Perdagangan dan Perindustrian
  4. Perusahaan yang sudah go public harus memasukkan ‘audited financial statements’nya ke Bapepam paling lambat 90 hari setelah tahun buku. 
  5. SPT yang didukung oleh ‘audited financial statements’ lebih dipercaya pihak kantor pajak.

Jenis-jenis Audit
  • Ditinjau dari luasnya pemeriksaan :
    • General Audit (Pemeriksaan Umum)
      Suatu pemeriksaan umum atas laporan keuangan yang dilakukan oleh KAP independen dengan tujuan untuk bisa memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan.
    • Special Audit (Pemeriksaan Khusus)
      Suatu pemeriksaan terbatas (sesuai dengan permintaan auditee) yang dilakukan oleh KAP independen, dan pada akhir pemeriksaannya auditor tidak perlu memberikan pendapat terhadap kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan.

  • Ditinjau dari jenis pemeriksaan :
    • Management Audit (Operational Audit)
      Suatu pemeriksaan terhadap kegiatan operasi suatu perusahaan, untuk mengetahui apakah kegiatan masing-masing fungsi yang terdapat dalam perusahaan tersebut sudah dilakukan secara efektif, efisien dan ekonomis.(Note : Bisa dilakukan oleh:Internal Auditor ; KAP ; Management Consultant) Mis: fungsi penjualan & pemasaran, fungsi produksi, fungsi pergudangan & distribusi, fungsi akuntansi dan fungsi keuangan.  Prosedur audit dalam suatu management audit tidak seluas general (financial) audit karena lebih ditekankan pada evaluasi terhadap kegiatan operasi perusahaan.
       4 Tahapan Management Audit:
      • Preliminary Survey (Survei Pendahuluan)
      • Review & Testing of Management Control System (Penelaahan & Pengujian Atas Sistim Pengendalian Manajemen) 
      • Detailed Examination (Pengujian Terinci)
      • Report Development (Pengembangan Laporan) : berisi audits findings &  saran-saran perbaikan

        Umumnya Audit Prosedur mencakup
      • Analytical Review Procedures : membandingkan LAKU periode berjalan dengan periode yang lalu, budget dgn.realisasinya serta analisa ratio.
      •  Evaluasi atas Management Control System : terdapatnya sistem pengendalian managemen & internal control perusahaan yg.memadai.
      • Compliance Test (Pengujian Ketaatan): pemeriksaan secara sampling atas bukti-    bukti pembukuan.
    • Compliance Audit (Pemeriksaan Ketaatan)
      Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah perusahaan sudah mentaati peraturan-2 & kebijaksanaan-2 yg.berlaku.
    • Internal Audit (Pemeriksaan Intern)
      Pemeriksaan oleh bagian Internal Audit perusahan, baik terhadap laporan keuangan dan catatan akuntansi perusahaan, maupun ketaatan terhadap kebijaksanaan managemen yang berlaku. Laporan internal auditor berisi audit findings mengenai penyimpangan & kecurangan yg.ditemukan, kelemahan pengendalian intern, beserta saran-saran perbaikannya (recommendations).
    • Computer Audit
      Pemeriksaan oleh KAP terhadap perusahaan yang memproses data akuntansinya dengan menggunakan EDP (Electronic Data Processing) system. Ada 2 metode yang bisa dilakukan :
      • Audit Around The Computer
        Auditor hanya memeriksa input dan output dari EDP system tanpa melakukan test terhadap proses dalam EDP system tersebut.
      • Audit Through The Computer
        Selain memeriksa input dan output, Auditor juga mentest proses EDP-nya. Compliance test dilakukan dengan menggunakan Generalized Audit Software dan memasukkan dummy data (data palsu, agar tidak mengganggu data asli) untuk mengetahui apakah data tersebut diproses sesuai system yang seharusnya.

        Dalam hal ini KAP harus mempunyai ‘Computer Audit Specialist’ yg.merupakan auditor berpengalaman dgn.tambahan keahlian di bidang ‘computer information system audit’.
        •  Internal Control dalam EDP system terdiri dari :
          • General Control : berkaitan dgn.organisasi EDP Departement,prosedur dokumentasi, testing dan otorisasi dari original system dan setiap perubahan terhadap system tersebut juga menyangkut ‘control dalam hardwarenya’
          • Application Control : untuk meyakinkan bahwa data yang diinput, processing data, out put dalam bentuk print out, bisa dilakukan secara akurat sehingga menghasilkan informasi yg.akurat dan dapat dipercaya.
             

Tuesday, 7 April 2020

- 09:34:00

Penyusutan Harta Tetap Metode Jumlah Unit Produksi dan Jam Kerja

Metode Penyusutan Jumlah unit produksi adalah meode peyusutan yang didasarkan pada perkiraan kemampuan produksi barang yang akan dihasilkan selama umur manfaat aset.
Sedangkan Metode Penyusutan  jam kerja adalah meode peyusutan yang didasarkan pada perkiraan kemampuan aset untuk berkerjayang akan dihasilkan selama umur manfaat ase yang diukur menggunakan jam.  Penyusutan jam kerja dan Jumlah unit produksi banyak digunakan pada penyusutan Mesin.

Rumus Penyusutan Aset tetap metode jam kerja



Rumus penyusutan jumlah unit produksi



Contoh
Sebuah mesin dibeli dengan harga Rp. 80.000.000, Mesin ini diperkiran memiliki umur ekonomis selama 5 Tahun dengan Nilai Residu 5.000.000.  Hitunglah penyusutan dengan Metode saldo menurun tunggal .  Mesin ini diperikirakan mampu memproduksi sebanyak 41.000 Unit barang dan berkerja selama 58.000 Jam selama masa manfaatnya. Hitunglah penyusutan menggunakan metode jam kerja dan jumlah unit produksi

Jawab.
Pertama kali yang akan kita lakukan adalah mencari tahu, rincian produksi dan jam kerja mesin pertahun.  Misalnya kita telah mengetahui rincian produksi dan jam kerja mesin adalah sebagai berikut

 

Penyusutan Jumlah Jam Kerja
Setelah kita mengetahui rincian diatas, maka kita akah menghitung penyusutan mesin sebagai berikut

Penyusutan tahun ke 1 = (15.000/58.000) x (80.000.000-5.000.000) = 19.396.551,72
Penyusutan tahun ke 2 = (12.000/58.000) x (80.000.000-5.000.000) = 15.517.241,38
Penyusutan tahun ke 3 = (13.500/58.000) x (80.000.000-5.000.000) = 17.456.896,55
Penyusutan tahun ke 4 = (9.500/58.000) x (80.000.000-5.000.000) = 12.284.482,76
Penyusutan tahun ke 5 = (8.000/58.000) x (80.000.000-5.000.000) = 10.344.827,59

Penyusutan Jumlah Unit produksi
Untuk menghitung penyusutan jumlah unti produksi terlebih dahulu kita akan menghitung penyusutan per unit produksi menggunakan rumus diatas, maka

Penyusutan per Unit = (80.000.000-5.000.000)/41.000 = Rp. 1.829
Setelah kita mengetahui penyusutan per unit produksi maka langkah selanjutnya adalah menghitung penyusutan pertahun sebagai berikut

Penyusutan tahun ke 1 = 10.500 x Rp. 1.829 = 19.207.317,07
Penyusutan tahun ke 2 = 8.500 x Rp. 1.829 = 15.548.780,49
Penyusutan tahun ke 3 = 9.500 x Rp. 1.829 = 16.463.414,63
Penyusutan tahun ke 4 = 7.500 x Rp. 1.829 = 12.804.878,05
Penyusutan tahun ke 5 = 6.500 x Rp. 1.829 = 10.975.609,76

Langkah-langkah menghitung penyusutan Metode jumlah unit Produksi dan Jam kerja menggunakan Excel adalah sebagai berikut:



Tuesday, 24 March 2020

- 11:30:00

Cara Menghitung Penyusutan Metode Jumlah Angka Tahun dengan Rumus Excel SYD

Campuranpedia.com - Metode penyusutan ini adalah Metode penyusutan aset tetap berdasarkan memiliki konsep yang hampir sama dengan saldo menurun ganda. Namun metode Jumlah angka tahun ini jarang digunakan karena adanya undang-undang perpajakan yang membatasi penggunaan untuk keperluan pajak. Cara menghitung Penyusutan menggunakan metode angka tahun terlebih dahulu kita harus menyari Jumlah Angka tahunnya dengan Cara sebagai berikut
JAT=N(N+1)/2
Dimana
N = Masa Manfaat dari Aset Tersebut

Misal Suatu aset memiliki masa manfaat 5 Tahun maka Jumlah angka tahun sebagai berikut

JAT = 5 *(5+1) / 2
       = (5*6)/2
       = 30/2
       = 15

Atau bisa juga dengan menggunakan angka pembilangnya dengan cara sebagai berikut

JAT = (5+4+3+2+1) = 15
Contoh Soal

Suatu aset diperoleh pada tahun 2016 dengan harga perolehan Rp. 100.000.000, aset ini disusutkan dengan metode Jumlah Angka Tahun dengan masa manfaat 10 tahun.  Hitunglah Penyusutan Aset Tersebut !!

Jawab

JAT = 10(10+1)/2
       = (10*11)/2
       = 110/2
       = 55

Maka Perhitungan penyusutannya adalah sebagai berikut :
Penyusutan Tahun 1 = 10/55 * 100.000.000 = Rp. 18.181.818,19
Penyusutan Tahun 2 = 9/55 * 100.000.000   = Rp. 16.363.636,36
Penyusutan Tahun 3 = 8/55 * 100.000.000   = Rp. 14.545.454,54
Penyusutan Tahun 4 = 7/55 * 100.000.000   = Rp. 12.727.272,73
Penyusutan Tahun 5 = 6/55 * 100.000.000   = Rp. 10.909.090,91
Penyusutan Tahun 6 = 5/55 * 100.000.000   = Rp.   9.090.909,1
Penyusutan Tahun 7 = 4/55 * 100.000.000   = Rp.   7.272.727,27
Penyusutan Tahun 8 = 3/55 * 100.000.000   = Rp.   5.454.545,45
Penyusutan Tahun 9 = 2/55 * 100.000.000   = Rp.   3.636.363,64
Penyusutan Tahun 10 = 1/55 * 100.000.000   = Rp. 1.818.181,82

Untuk Menghitung Penyusutan Jumlah Angka Tahun dengan Rumus Excel maka Fungsi yang digunakan adalah "SYD" dengan Cara sebagai berikut

=SYD(cost;salvage;life;per)
Dimana
  1. Cost adalah Harga Perolehan aset Tetap
  2. Salvage adalah Nilai sisa dari aset Tetap
  3. Life adalah umur ekonomis dari suatu aset
  4. Per adalah Periode penyusutan dalam 12 Bulan atau 1 Tahun
Cara Pengaplikasian, jika kita gunakan Contoh soal diatas adalah sebagai berikut
  1. Pada Kolom B9 silahkan Masukan Rumus =SYD($D$3;$D$4;$D$5;A9) Lalu enter
  2. Maka perhitungan akan terisi secara otomatis seperti tampak pada gambar dibawah ini 



Sunday, 22 March 2020

Iklan Feed
- 22:40:00

Cara Menghitung Penyusutan dengan Metode Saldo Menurun Tunggal


Perhitungan dengan metode saldo menurun didasarkan pada anggapan bahwa aset memiliki kontribusi terbesarnya pada awal aset tersebut digunakan.
Cara menghitung penyusutan ini didasarkan atas nilai buku dari aset yang bersangkutan, dimana nilai buku dari aset tetap semakin lama akan semakan kecil sebagai akibat adanya akumulasi penyusutan.


Dimana
a     = Umur Ekonomis
NR = Nilai residu
HP  = Harga Perolehan

Contoh Soal
Sebuah mesin dibeli dengan harga Rp. 80.000.000, Mesin ini diperkiran memiliki umur ekonomis selama 5 Tahun dengan Nilai Residu 5.000.000.  Hitunglah penyusutan dengan Metode saldo menurun tunggal.

Berdasarkan rumus diatas, Maka langkah pertama yang akan kita lakukan adalah menghitung tarif penyusutan pertahun.

  

Dari hasil perhitungan diatas diperoleh penyusutan tahun pertama adalah Rp. 34.056.000.
Untuk memudahkan perhitungan kita bisa menghitung tarif/presentase penyusutan terlebih dahulu dengan cara sebagai berikut:

 
Tarif penyusutan pertahun adalah sebesar 42,57% maka perhitungan penyusutan selama 5 tahun adalah sebagai berikut

Tahun Pertama
42,57% x 80.000.000 = 34.056.000

Tahun Kedua
42,57% x (80.000.000 - 34.056.000) = 19.558.360

Tahun Ketiga
42,57% x (80.000.000 - 34.056.000 - 19.558.360) = 11.232.367

Tahun Ke-empat
42,57% x (80.000.000 - 34.056.000 - 19.558.360 - 11.232.367) = 6.450.748

Tahun Kelima
42,57% x (80.000.000 - 34.056.000 - 19.558.360 - 11.232.367 - 6.450.748) = 3.704.664

Itu adalah perhitungan secara manua, Berikut adalah perhitungan menggunakan bantuan Excel langkah-langkahnya  Sebagai Berikut:

Buatlah tabel seperti dibawah ini kemudian hitunglah tarif penyusutan menggunakan rumus seperti yang tampak pada gambar:

Langkah Berikutnya adalah menghitung beban penyusutan seperti yang tampak pada gambar dibawah ini:


Langkah selanjutnya adalah menghitung Akumulasi penyusutan seperti yang tampak pada gambar dibawah ini:


Langkah Selanjutnya adalah menghitung nilai buku aset tetap menggunakan rumus seperti yang tampak pada gambar dibawah ini:


Langkah Selanjutnya mengisi kolom tahun agar bisa terisi otomatis, rumusnya seperti yang tampak pada gambar dibawah ini



Untuk Lebih jelas silahkan tonton Video Berikut ini:


Soal Latihan Dowload DISINI

Monday, 21 October 2019

- 11:16:00

Langkah-langkah Melakukan Uji Validitas dengan Korelasi Product Moment



Uji validitas biasanya dilakukan untuk pengukuran instrumen penelitian pada jenis penelitian yang menggunakan data kuisioner.  Melakukan pengukuran terhadap sesuatu yang belum pernah dilakukan dapat ditempuh dengan cara membuat instrumen pengukuran.  Tujuan dilakuan Uji validitas adalah untuk membuktikan apakah angket tersebut memiliki tingkat validitas dari suatu pertanyaan penelitian, maka seblum instrumen tersebut digunakan maka perlu di uji coba dan hasilnya di analisis (Sudarmanto, 2013). Sesuatu dikatan valid jika alat ukur yang digunakan sesuai dengan apa yang hendak akan diukur.  Misalnya mengukur berat maka digunakan timbangan, maka timbangan dapat dikatakan alat ukur yang valid.


Syarat Uji Validitas
Menurut Ghozali (2011) pertanyaan dalam instrumen/Angket dikatakan valid apabila rhitung>rtabel atau nilai signifikan(.sig)< Alpha=0,05.  Instrumen/angket dikatakan tidak valid apabila nilau rhitung<rtabel dan Signifikan (.sig)>alpha (0,05).


Langkah-langkah uji validitas
Sebelum kita mengetahui langkah-langkah uji validitas, berikut adalah contoh soal:

Seorang peneliti ingin mengetahui bagaimana sikap mahasiswa terhadap mata kuliah Pengantar Akuntansi disuatu perguruan tinggi.  Peneliti sebelum melakukan pengujian yang sebenarnya terlebih dahulu melakukan uji coba angket kepada 25 orang mahasiswa untuk mengetahui apakah angket yang digunakan valid atau tidak valid.  Berikut adalah hasil tabulasi:


1. Masukan data diatas Program SPPS, Anda bisa menginput data tersebut ke Excel terlebih dahulu atau langsung ke program SPSS (Mana yang paling mudah menurut anda).

Berikut adalah tampilan data yang sudah di Input ke Program SPSS

- Tampilan input padaVariabel View



- Tampilan Input pada Data View


2. Langkah selanjutnya adalah menghitung Jumlah skor tiap responden dengan cara sebagai berikut:

- Klik Transform, lalu pilih compute variabel (perhatikan gambar dibawah ini)


Maka akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini


Pada kolom target variabel silahkan masukan X1 - lalu pada kolom numeric expression inputkan sum(P1,P2,P3,P4,dst) P1-P12 diklik pada sebelah kirim bukan diketik ya, setelah itu klik OK. Berikut adalah hasilnya


Berikut adalah hasil setelah anda klik  OK dapat dilihat pada Data View akan muncul Variabel X1 yang merupakan hasil penjumlahan dari P1-P12 (anda bisa juga lakukan pada excel dengan menggunakan fungsi sum menjumlahkan Horizontal bukan vertikal). Berikut adalah hasilnya


Setelah langkah diatas selesai anda lakukan, maka barulah anda melakukan uji validitas sesuai dengan yang anda butuhkan.  Pada contoh ini saya akan menggunakan uji validitas dengan korelasi product Moment.

Langkah Pertama (lihat gambar)


Pindahkah Item Pertanyaan P1-P12 dan X1 kekolom Variables sehingga terlihat tampilan seperti dibawah ini, lalu klik OK (pada contoh ini menggunakan pengujian satu arah, maka yang dipilih one tailed)

Hasil Ouput
Hasil Ouput Uji Validitas korelasi product moment
Penjelasan Output
  1. Untuk mengetahui hasil ouput apakah item pertanyaan  yang anda gunakan valid atau tidak valid, lihat pada kolom X1 Bagian vertikal atau horizontal.
  2. Valid apabila nilai Sig<0,05
  3. Saya contohkan misal Pertanyaan 1 (Nilai Sig 0,037)<0,05 artinya item pertanyaan 1 Valid. Lalu coba perhatikan Item pertanyaan 2 terlihat bahwa nilai Sig (0,121)>0,05 sehingga dapat disimpulkan item pertanyaan 2 tidak valid. Begitu seterusnya.
Oke Sekian penjelasan mengenai cara melakukan uji validitas dengan Korelasi Product Moment, apabila anda menyukai postingan ini, silahkan bagikan kepada teman-teman anda yang membutuhkan, apabila ada yang tidak anda mengerti anda bisa tinggalkan komentar dibawah ini.

Agar lebih jelas silahkan Tonton video dibawah ini


Wednesday, 9 October 2019

Iklan Feed
- 09:02:00

Keuntungan dan Kerugian perusahaan Going Public



Keuntungan dari going public
  1. Kemudahan meningkatkan modal di masa mendatang - Bagi perusahaan yang tertutup, calon investor biasanya enggan untuk menanamkan modalnya, hal ini disebabkan karena kurangnya keterbukaan informasi keuangan antara pemilik dan investor.  Sedangkan bagi perusahaan yang sudah go public , informasi keuangan perusahaan harus dilaporkan ke publik secara reguler yang kelayakannya sudah diperiksa oleh akuntan publik
  2. Meningkatkan likuiditas bagi pemegang saham - Bagi perusahaan yang masih tertutup yang belum mempunyai pasar untuk sahamnya,pemegang saham perusahaan akan sulit untuk menjual sahamnya dibandingkan jika perusahaan sudah go public
  3. Nilai perusahaan diketahui - Untuk alasan tertentu, nilai pasar perusahaan perlu untuk diketahui.  Misalnya jika perusahaan ingin memberikan insentif dalam bentuk opsi saham  (Stock opinion) kepada manajer-manajernya, maka nilai sebenarnya dari opsi tersebut perlu diketahui.  Jika perusahaan masih tertutup, nilai dari opsi sulit untuk diketahui.

[Baca Juga: Pengertian Investasi dan Jenis-jenis Investasi]


Kerugian Going Public
  1. Biaya laporan meningkat - Bagi perusahaan yang sudah go public, setiap kuartal dan tahunnya harus menyerahkan laporan-laporan kepada regulator.  Laporan-laporan ini sangat mahal, terutama bagi perusahaan yang kecil.
  2. Pengungkapan (Disclosure) - Beberapa pihak didalam perusahaan keberatan dengan ide pengungkapan.  Manajer enggan mengungkapkan semua informasi yang dimiliki kerena aka dugunakan oleh pesaing.  Sedangkan pemilik enggan mengungkapkan informasi tentang saham yang dimilikinya karena publik akan mengetahui besarnya kekayaan yang dimilikinya.
  3. Ketakutan untuk diambil alih - Manajer perusahaan yang hanya memiliki hak veto kecil akan khawatir jika perusahaan going public.  Manajer perusahaan publik dengan hak veto yang rendah, umumnya diganti dengan manajer perusahaan yang baru jika perusahaan diambil alih.
Referensi: Jogiyanto, Teori Portofolio dan Analisis Investasi, Edisi 11