Bantu Support Akun Youtube Aku ya Teman-teman dengan Cara Subscribe. Subscribe Now

Investasi Pada Instrumen Ekuitas

 

A.   Definisi Instrumen Ekuitas
Investasi Instrumen Ekuitas merepresentasikan kepemilikan investor di saham biasa, preferen atau instrument modal lainnya.
Tingkat pengaruh investor terhadap entitas yang dimiliki instrument ekuitasnya (investee) menentukan metode pencatatan yang diterapkan.
Sekuritas dicatat pada biaya pembelian sekuritas. Biaya pembelian sekuritas ekuitas termasuk: harga pembelian, komisi broker, dan komisi lainnya terkait dengan pembelian. Apabila biaya sekuritas tidak dapat ditentukan, maka biaya sekuritas ekuitas dicatat sesuai dengan nilai wajar atau nilai aktiva yang diterima (apabila non kas)
 
B.   Metode Instrumen Ekuitas
Ownership Interest
Control or Degree of Influence
Accounting Method
Di atas 50%
Control
Consolidated Statements
20% sampai 50%
Pengaruh penting
Equity Method
Di bawah 20%
Tidak ada pengaruh penting
Cost Method

 
Berdasarkan Gambar diatas, tingkat pengaruh secara umum dapat dibagi menjadi 4. Dalam bab ini akan dibahas mengenai pengaruh signifikan. Sedangkan konsep pengendalian bersama terjadi ketika keputusan mengenai aktivitas relevan mensyaratkan persetujuan dengan suara bulat dari seluruh pihak yang berbagi pengendalian. Jika suara bulat yang disyaratkan >50 (missal 70%), maka memungkinkan investor dengan kepemilikan 60% tidak memiliki pengendalian, melainkan pengendalian bersama 
 
Pengaruh Signifikan
  1. Pengaruh signifikan oleh investor umumnya dapat dibuktikan dengan satu atau lebih indikator berikut : Keterwakilan dalam dewan direksi dan dewan komisaris atau organ setara di investee
  2. Partisipasi dalam proses pembuatan kebijakan, termasuk partisipasi dalam pengambilan keputusan tentang dividen atau distribusi lainnya.
  3. Adanya transaksi material antara entitas dengan investee.
  4. Pertukaran personel manajerial
  5. Penyediaan informasi teknis pokok.
Dalam menentukan pengaruh signifikan ataupun pengendalian harus mempertimbangkan hak suara potensial yang berasal dari waran, opsi beli saham, instrument utang atau instrument ekuitas yang dapat dikonversi menjadi saham biasa, atau instrument sejenis lain yang mempunyai potensi untuk menambah hak suara investor atau mengurangi hak suara investor lain. 

Contoh Hak Suara Potensial
Investor A, B dan C  memiliki saham investee masing – masing sebesar 18%, 15%, dan 12%. Sisanya dimiliki oleh beberapa investor D sebagai pemegang saham pengendali. Jumlah lembar saham investee yang beredar adalah 1.000.000 lembar. Investor A dan B masing – masing juga memiliki waran yang diterbitkan investee sebanyak 30.000 dan 20.000 lembar. Setiap lembar waran memiliki hak untuk membeli 1 lembar saham investee pada harga yang telah ditentukan selama kurun waktu 3 tahun. Pada tahun ini hak atas waran tersebut sudah dapat dilaksanakan.jika hanya mengacu kepada persentase kepemilikan, maka investor A tidak memiliki pengaruh signifikan. Namun hak suara potensial atas waran harus diperhitungkan sehingga persentasenya menjadi :
 
 
Tabel di atas menunjukkan bahwa dengan memperhitungkan keberadaan waran, maka persentase kepemilikan investor A berpotensi menjadi 20% sehingga berpotensi memiliki pengaruh signifikan.

Metode Akuntansi Atas Investasi Pada Instrumen Ekuitas 
 
A.    Metode Biaya Dan Nilai Wajar
Dalam PSAK 55 (Revisi 2014), aset keuangan berupa investasi pada instrumen ekuitas diukur pada nilai wajar, sedangkan investasi pada instrumen ekuitas yang tidak memiliki kuotasi dan tidak diukur pada nilai wajar karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal, dapat diukur pada biaya perolehan. Pada metode biaya, investasi diakui dan diukur sebesar biaya perolehannya, sehingga jika tidak terdapat penambahan atau penjualan sebagian atas investasi tersebut, maka nilai investasi tidak akan berubah dan disajikan juga sebesar biaya perolehan. Karena acuan pengakuan, pengukuran, dan penyajian adalah biaya perolehan, maka disebut dengan metode biaya.
Sementara itu pada metode nilai wajar investasi pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan. Namun, selanjutnya diukur pada nilai wajar dan disajikan pada nilai wajar tanggal pelaporan. Oleh karena acuan pengukuran dan penyajian adalah nilai wajar, maka disebut dengan metode nilai wajar. Pembahasan lebih dalam atas metode biaya dan nilai wajar akan dipaparkan pada bagian berikutnya. 

B.    Metode Ekuitas
Entitas (investee) di mana investor mempunyai pengaruh signifikan disebut antitas asosiasi. Pada metode akuitas , investasi pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan, namun selanjutnya diukur dan disajikan sesuai dengan nilai ekuitas entitas asosiasi secara proporsional. Karena acuan pengukuran dan penyajian atas nilai tercatat investasi adalah nilai ekuitas entitas asosiasi, maka disebut dengan metode ekuitas.  



 
a.       Metode Nilai Kepemilikan Kurang dari 20%
Ketika investor memiliki kepentingan kepemilikan kurang dari 20%, maka dianggap investor memiliki pengaruh yang kecil ataupun tidak memiliki pengaruh terhadap pemilik saham (investee). Jika harga pasar tersedia, maka sekuritas ekuitas dinilai dan dilaporkan  menggunakan metode nilai wajar (fair value method). Namun, apabila nilai pasar wajar tidak tersedia, maka investasi dinilai dan dilaporkan sebesar harga perolehan (Cost Method). Metode nilai wajar mengharuskan perusahaan mengklasifikasi sekuritas ekuitas pada saat pemerolehan sebagai Sekuritas Tanpa Perdagangan ( non trading securities ) ataupun Sekuritas Perdagangan (Trading securities).
Untuk sekuritas perdagangan aturan akuntansi dan pelaporan menurut IFRS adalah:
  1. Investasi dinilai sebesar nilai wajar
  2. Mencatat laba rugi yang belum direalisasi dalam laba bersih.
 
Sedangkan untuk sekuritas tanpa perdagangan ( non trading securities ) aturan akuntansi dan pelaporan menurut IFRS adalah       :
  1. Investasi harus dinilai sebesar nilai wajar
  2. Mencatat laba dan rugi yang belum direalisasi dalam other comprehensive income ( laporan laba rugi komprehensif ).

Jurnal untuk metode nilai wajar
 
1.      Pada saat pembelian saham
Investasi Saham                                 “sebesar harga perolehan saham”
Kas                                                     “sebesar kas yang dikeluarkan”

2.      Pada saat pengumuman pembagian dividen
Tidak ada jurnal

3.      Pada saat penerimaan dividen
Kas                                                     “sebesar dividen yang diterima”
Pendapatan dividen                           “sebesar dividen yang diterima”

4.      Pada saat saham dijual
Kas                                                     “sebesar kas yang diterima”
Investasi saham                                  “sebesar biaya saham”
Laba/rugi penjualan saham                 “selisih antara kas dengan investasi saham”

5.      Pada saat penilaian berdasarkan fair value
Penyesuaian saham dengan nilai pasar           “sebesar selisih nilai saham dengan nilai pasar”
Laba belum terealisasi                                   “sebesar selisih nilai saham dengan nilai pasar”
 
b.      Metode Ekuitas Kepemilikan Saham Antara 20% sampai 50%
Kepemilikan saham antara 20% dan 50% saham entitas lainnya, suatu entitas dapat dianggap memiliki pengaruh yang signifikan. Pengaruh yang signifikan merupakan kemampuan  untuk melakukan pengaruh pada suatu entitas (investee) terkait dengan:
  1. Menetapkan wakil pada dewan direktur
  2. Partisipasi dalam pembuatan keputusan
  3. Transaksi antar perusahaan
  4. Perubahan-perubahan atas personil-personil manajerial, atau
  5. Ketergantungan teknologi
Pemegang saham yang kepemilikannya sebesar 20% sampai dengan 50% dari seluruh jumlah saham beredar akan mencatat akan mencatat investasinya dengan metode ekuitas (equity method). PSAK no.15 menyatakan bahwa metode ekuitas adalah metode akuntansi yang mencatat investasi saham sebesar harga perolehannya dan selanjutnya menyesuaikan dengan perubahan dalam bagian kepemilikan investor atas aktiva bersih perusahaan yang terjadi  setelah perolehan.setiap periode akuntansi harga pokok surat berharga harus disesuaikan dengan laba atau rugi yang diperoleh perusahaan investee sebanding dengan persentase pemilikannya.dividen yang diterima dicatat mengurangi saldo rekening investasi saham. Pada akhir periode tidak perlu dibuat jurnal penyesuaian bila harga perolehan berbeda dengan nilai wajarnya.

Perolehan saham
Seperti kepemilikan saham kurang dari 20%, saham dapat diperoleh melalui berbagai cara seperti dibeli tunai, melalui tukar menukar, atau dibeli secara lumpsum.

Penerimaan Dividen
Investor memiliki saham 20% sampai dengan 50% akan mencatat dividen yang diterimanya sebagai pengurang rekening investasi saham.

Penyesuain Akhir Tahun
Apabila pada akhir tahun terdapat perbedaan antara nilai wajar dengan harga perolehannya, dalam metode ekuitas tidak diperlukan jurnal penyesuaian.     

Jurnal Untuk Metode Ekuitas
1.      Pada saat pembelian saham
 Investasi Saham                                  “sebesar harga perolehan saham”
      Kas                                                      “sebesar kas yang dikeluarkan”

2.      Pada saat pengumuman pembagian dividen
 Investasi saham                                   “sebesar dividen yang diumumkan akan dibagi”
 Pendapatan dari investasi                    “sebesar dividen yang diumumkan akan dibagi”

3.      Pada saat penerimaan dividen
Kas                                                     “sebesar dividen yang diterima”
Investasi saham                                  “sebesar dividen yang diterima”

4.      Pada saat saham dijual
Kas                                                     “sebesar kas yang diterima”
Investasi saham                                  “sebesar biaya saham”
Laba/rugi penjualan saham                 “selisih antara kas dengan investasi saham”


5.      Pada saat penilaian berdasarkan fair value
Tidak ada jurnal

Post a Comment

© Campuranpedia.com. All rights reserved. Developed by Jago Desain