Showing posts with label Akuntansi. Show all posts
Showing posts with label Akuntansi. Show all posts

Tuesday, 7 April 2020

- 09:34:00

Penyusutan Harta Tetap Metode Jumlah Unit Produksi dan Jam Kerja

Metode Penyusutan Jumlah unit produksi adalah meode peyusutan yang didasarkan pada perkiraan kemampuan produksi barang yang akan dihasilkan selama umur manfaat aset.
Sedangkan Metode Penyusutan  jam kerja adalah meode peyusutan yang didasarkan pada perkiraan kemampuan aset untuk berkerjayang akan dihasilkan selama umur manfaat ase yang diukur menggunakan jam.  Penyusutan jam kerja dan Jumlah unit produksi banyak digunakan pada penyusutan Mesin.

Rumus Penyusutan Aset tetap metode jam kerja



Rumus penyusutan jumlah unit produksi



Contoh
Sebuah mesin dibeli dengan harga Rp. 80.000.000, Mesin ini diperkiran memiliki umur ekonomis selama 5 Tahun dengan Nilai Residu 5.000.000.  Hitunglah penyusutan dengan Metode saldo menurun tunggal .  Mesin ini diperikirakan mampu memproduksi sebanyak 41.000 Unit barang dan berkerja selama 58.000 Jam selama masa manfaatnya. Hitunglah penyusutan menggunakan metode jam kerja dan jumlah unit produksi

Jawab.
Pertama kali yang akan kita lakukan adalah mencari tahu, rincian produksi dan jam kerja mesin pertahun.  Misalnya kita telah mengetahui rincian produksi dan jam kerja mesin adalah sebagai berikut

 

Penyusutan Jumlah Jam Kerja
Setelah kita mengetahui rincian diatas, maka kita akah menghitung penyusutan mesin sebagai berikut

Penyusutan tahun ke 1 = (15.000/58.000) x (80.000.000-5.000.000) = 19.396.551,72
Penyusutan tahun ke 2 = (12.000/58.000) x (80.000.000-5.000.000) = 15.517.241,38
Penyusutan tahun ke 3 = (13.500/58.000) x (80.000.000-5.000.000) = 17.456.896,55
Penyusutan tahun ke 4 = (9.500/58.000) x (80.000.000-5.000.000) = 12.284.482,76
Penyusutan tahun ke 5 = (8.000/58.000) x (80.000.000-5.000.000) = 10.344.827,59

Penyusutan Jumlah Unit produksi
Untuk menghitung penyusutan jumlah unti produksi terlebih dahulu kita akan menghitung penyusutan per unit produksi menggunakan rumus diatas, maka

Penyusutan per Unit = (80.000.000-5.000.000)/41.000 = Rp. 1.829
Setelah kita mengetahui penyusutan per unit produksi maka langkah selanjutnya adalah menghitung penyusutan pertahun sebagai berikut

Penyusutan tahun ke 1 = 10.500 x Rp. 1.829 = 19.207.317,07
Penyusutan tahun ke 2 = 8.500 x Rp. 1.829 = 15.548.780,49
Penyusutan tahun ke 3 = 9.500 x Rp. 1.829 = 16.463.414,63
Penyusutan tahun ke 4 = 7.500 x Rp. 1.829 = 12.804.878,05
Penyusutan tahun ke 5 = 6.500 x Rp. 1.829 = 10.975.609,76

Langkah-langkah menghitung penyusutan Metode jumlah unit Produksi dan Jam kerja menggunakan Excel adalah sebagai berikut:



Tuesday, 24 March 2020

- 11:30:00

Cara Menghitung Penyusutan Metode Jumlah Angka Tahun dengan Rumus Excel SYD

Campuranpedia.com - Metode penyusutan ini adalah Metode penyusutan aset tetap berdasarkan memiliki konsep yang hampir sama dengan saldo menurun ganda. Namun metode Jumlah angka tahun ini jarang digunakan karena adanya undang-undang perpajakan yang membatasi penggunaan untuk keperluan pajak. Cara menghitung Penyusutan menggunakan metode angka tahun terlebih dahulu kita harus menyari Jumlah Angka tahunnya dengan Cara sebagai berikut
JAT=N(N+1)/2
Dimana
N = Masa Manfaat dari Aset Tersebut

Misal Suatu aset memiliki masa manfaat 5 Tahun maka Jumlah angka tahun sebagai berikut

JAT = 5 *(5+1) / 2
       = (5*6)/2
       = 30/2
       = 15

Atau bisa juga dengan menggunakan angka pembilangnya dengan cara sebagai berikut

JAT = (5+4+3+2+1) = 15
Contoh Soal

Suatu aset diperoleh pada tahun 2016 dengan harga perolehan Rp. 100.000.000, aset ini disusutkan dengan metode Jumlah Angka Tahun dengan masa manfaat 10 tahun.  Hitunglah Penyusutan Aset Tersebut !!

Jawab

JAT = 10(10+1)/2
       = (10*11)/2
       = 110/2
       = 55

Maka Perhitungan penyusutannya adalah sebagai berikut :
Penyusutan Tahun 1 = 10/55 * 100.000.000 = Rp. 18.181.818,19
Penyusutan Tahun 2 = 9/55 * 100.000.000   = Rp. 16.363.636,36
Penyusutan Tahun 3 = 8/55 * 100.000.000   = Rp. 14.545.454,54
Penyusutan Tahun 4 = 7/55 * 100.000.000   = Rp. 12.727.272,73
Penyusutan Tahun 5 = 6/55 * 100.000.000   = Rp. 10.909.090,91
Penyusutan Tahun 6 = 5/55 * 100.000.000   = Rp.   9.090.909,1
Penyusutan Tahun 7 = 4/55 * 100.000.000   = Rp.   7.272.727,27
Penyusutan Tahun 8 = 3/55 * 100.000.000   = Rp.   5.454.545,45
Penyusutan Tahun 9 = 2/55 * 100.000.000   = Rp.   3.636.363,64
Penyusutan Tahun 10 = 1/55 * 100.000.000   = Rp. 1.818.181,82

Untuk Menghitung Penyusutan Jumlah Angka Tahun dengan Rumus Excel maka Fungsi yang digunakan adalah "SYD" dengan Cara sebagai berikut

=SYD(cost;salvage;life;per)
Dimana
  1. Cost adalah Harga Perolehan aset Tetap
  2. Salvage adalah Nilai sisa dari aset Tetap
  3. Life adalah umur ekonomis dari suatu aset
  4. Per adalah Periode penyusutan dalam 12 Bulan atau 1 Tahun
Cara Pengaplikasian, jika kita gunakan Contoh soal diatas adalah sebagai berikut
  1. Pada Kolom B9 silahkan Masukan Rumus =SYD($D$3;$D$4;$D$5;A9) Lalu enter
  2. Maka perhitungan akan terisi secara otomatis seperti tampak pada gambar dibawah ini 



Sunday, 22 March 2020

- 22:40:00

Cara Menghitung Penyusutan dengan Metode Saldo Menurun Tunggal


Perhitungan dengan metode saldo menurun didasarkan pada anggapan bahwa aset memiliki kontribusi terbesarnya pada awal aset tersebut digunakan.
Cara menghitung penyusutan ini didasarkan atas nilai buku dari aset yang bersangkutan, dimana nilai buku dari aset tetap semakin lama akan semakan kecil sebagai akibat adanya akumulasi penyusutan.


Dimana
a     = Umur Ekonomis
NR = Nilai residu
HP  = Harga Perolehan

Contoh Soal
Sebuah mesin dibeli dengan harga Rp. 80.000.000, Mesin ini diperkiran memiliki umur ekonomis selama 5 Tahun dengan Nilai Residu 5.000.000.  Hitunglah penyusutan dengan Metode saldo menurun tunggal.

Berdasarkan rumus diatas, Maka langkah pertama yang akan kita lakukan adalah menghitung tarif penyusutan pertahun.

  

Dari hasil perhitungan diatas diperoleh penyusutan tahun pertama adalah Rp. 34.056.000.
Untuk memudahkan perhitungan kita bisa menghitung tarif/presentase penyusutan terlebih dahulu dengan cara sebagai berikut:

 
Tarif penyusutan pertahun adalah sebesar 42,57% maka perhitungan penyusutan selama 5 tahun adalah sebagai berikut

Tahun Pertama
42,57% x 80.000.000 = 34.056.000

Tahun Kedua
42,57% x (80.000.000 - 34.056.000) = 19.558.360

Tahun Ketiga
42,57% x (80.000.000 - 34.056.000 - 19.558.360) = 11.232.367

Tahun Ke-empat
42,57% x (80.000.000 - 34.056.000 - 19.558.360 - 11.232.367) = 6.450.748

Tahun Kelima
42,57% x (80.000.000 - 34.056.000 - 19.558.360 - 11.232.367 - 6.450.748) = 3.704.664

Itu adalah perhitungan secara manua, Berikut adalah perhitungan menggunakan bantuan Excel langkah-langkahnya  Sebagai Berikut:

Buatlah tabel seperti dibawah ini kemudian hitunglah tarif penyusutan menggunakan rumus seperti yang tampak pada gambar:

Langkah Berikutnya adalah menghitung beban penyusutan seperti yang tampak pada gambar dibawah ini:


Langkah selanjutnya adalah menghitung Akumulasi penyusutan seperti yang tampak pada gambar dibawah ini:


Langkah Selanjutnya adalah menghitung nilai buku aset tetap menggunakan rumus seperti yang tampak pada gambar dibawah ini:


Langkah Selanjutnya mengisi kolom tahun agar bisa terisi otomatis, rumusnya seperti yang tampak pada gambar dibawah ini



Untuk Lebih jelas silahkan tonton Video Berikut ini:


Soal Latihan Dowload DISINI

Wednesday, 9 October 2019

- 09:02:00

Keuntungan dan Kerugian perusahaan Going Public



Keuntungan dari going public
  1. Kemudahan meningkatkan modal di masa mendatang - Bagi perusahaan yang tertutup, calon investor biasanya enggan untuk menanamkan modalnya, hal ini disebabkan karena kurangnya keterbukaan informasi keuangan antara pemilik dan investor.  Sedangkan bagi perusahaan yang sudah go public , informasi keuangan perusahaan harus dilaporkan ke publik secara reguler yang kelayakannya sudah diperiksa oleh akuntan publik
  2. Meningkatkan likuiditas bagi pemegang saham - Bagi perusahaan yang masih tertutup yang belum mempunyai pasar untuk sahamnya,pemegang saham perusahaan akan sulit untuk menjual sahamnya dibandingkan jika perusahaan sudah go public
  3. Nilai perusahaan diketahui - Untuk alasan tertentu, nilai pasar perusahaan perlu untuk diketahui.  Misalnya jika perusahaan ingin memberikan insentif dalam bentuk opsi saham  (Stock opinion) kepada manajer-manajernya, maka nilai sebenarnya dari opsi tersebut perlu diketahui.  Jika perusahaan masih tertutup, nilai dari opsi sulit untuk diketahui.

[Baca Juga: Pengertian Investasi dan Jenis-jenis Investasi]


Kerugian Going Public
  1. Biaya laporan meningkat - Bagi perusahaan yang sudah go public, setiap kuartal dan tahunnya harus menyerahkan laporan-laporan kepada regulator.  Laporan-laporan ini sangat mahal, terutama bagi perusahaan yang kecil.
  2. Pengungkapan (Disclosure) - Beberapa pihak didalam perusahaan keberatan dengan ide pengungkapan.  Manajer enggan mengungkapkan semua informasi yang dimiliki kerena aka dugunakan oleh pesaing.  Sedangkan pemilik enggan mengungkapkan informasi tentang saham yang dimilikinya karena publik akan mengetahui besarnya kekayaan yang dimilikinya.
  3. Ketakutan untuk diambil alih - Manajer perusahaan yang hanya memiliki hak veto kecil akan khawatir jika perusahaan going public.  Manajer perusahaan publik dengan hak veto yang rendah, umumnya diganti dengan manajer perusahaan yang baru jika perusahaan diambil alih.
Referensi: Jogiyanto, Teori Portofolio dan Analisis Investasi, Edisi 11
- 08:47:00

Pengertian Investasi dan Jenis-jenis Investasi


Investasi adalah penundaan kosumsi sekarang yang dimasukan kedalam aset atau proses produksi yang produktif yang hasilnya untuk konsumsi mendatang.

Jenis-jenis investasi
1. Investasi langsung
Investasi langsung adalah investasi yang dilakukan dengan cari membeli langsung instrumen investasi yang dapat diperjual belikan di pasar uang (money market), pasar modal (capital market), atau pasar turunan (derivative market)Contoh investasi langsung adalah Tabungan, deposito, T-bill, Deposito yang dapat di negosiasi, Surat-surat berharga, Saham preferen, saham biasa, opsi, Future Contract. 


2. Investasi Tidak Langsung 
Investasi tidak langsung adalah pembelian saham dari perusahaan investasi yang memiliki portofolio aktiva-aktiva keuangan. Investasi tidak langsung dilakukan dengan membeli melalui perusahaan investasi.  Perusahaan investasi adalah perusahaan yang menyediakan jasa keuangan dengan cara menjual sahamnya kepublik menggunakan dana yang diperoleh untuk di investasikan kedalam portofolionya.  Contoh investasi tidak langsung adalah Reksadana


Jenis-jenis Reksadana
1. Reksadana Pasar Uang
Reksadana ini membentuk portofolionya dengan aktiva-aktiva surat berharga utang jangka pendek yang jatuh temponya kurang sari satu tahun.

2. Reksadana Pendapatan tetap
Reksadana ini berisi paling tidak 80% aktiva  obligasi dan sisanya aktiva lainnya, misalnya saham

3. Reksadana saham atau Ekuitas
Reksadana ini berisi paling tidak 80% aktiva saham dan sisanya berupa aktiva lain, misalnya obligasi, tujuannya untuk menghasilnya return yang lebih tinggi.

4. Reksadana Campuran
Reksadana ini berisi dengan aktiva campuran dalam bentuk obligasi, saham dan aktiva lainnya.

5. Reksadana terproteksi
Reksadana ini memproteksi investor dari kerugian penurunan nilai investasinya.  Proteksi ini dilakukan oleh reksadana dengan cara memasukan obligasi-obligasi yang akan jatuh tempo dalam jangka pendek kedalam portofolionya.


Referensi: Jogiyanto, Teori Portofolio dan Analisis Investasi, Edisi 11

Wednesday, 25 September 2019

- 19:45:00

Pengertian Return Saham




Return Saham adalah Hasil Keuntungan atau kerugian dari hasil Investasi Saham


Misalkan Tn A Membeli saham dengan PT. ABCD dengan harga Rp. 1.000 perlembar saham.  Sekarang harga Saham PT. ABCD Harganya menjadi Rp. 2000 per lembar saham.  Ini berarti Tn A memperoleh return saham sebesar Rp. 1000 per lembar saham atau 100%. Namun jika harga saham PT. ABCD sekarang mengalami penurunan menjadi Rp. 800 per Lembar saham, makan Return saham Tn A Menjadi -Rp 200 per lembag saham -20%.

Return Saham yang diperoleh bisa positif atau negatif.  Jika return tersebut postif, maka akan memperoleh keuntungan atau Capital Gain, jikan return negatif maka akan mengalami kerugian atau Capital Lost.

Sunday, 14 July 2019

- 22:20:00

Pedoman Debit dan Kredit membuat Jurnal


Membuat jurnal adalah salah satu tanggung jawab yang harus bisa dilakukan jika anda ingin menjadi seorang Accounting.  Jangan berharap anda bisa menjadi seorang accounting jika anda tidak mengerti Jurnal, kecuali kamu punya orang dalam di perusahaan ya.


Membuat jurnal tidak sesulit yang kamu fikirkan, jika kamu paham aturan debit kredit, maka kamu akan dengan mudah membuat jurnal.  

Berikut persamaan dasar Akuntansi
Aset+Beban=Kewajiban+Ekuitas+Pendapatan
Persamaan diatas adalah rumus yang harus kamu ketahui dalam pembuatan jurnal, ingat yang namanya menjurnal, antara debit dan kredit harus Balance ya.

Oke langsung aja kita bahasa Apa itu Aset, Beban, Kewajiban, Ekuitas dan Pendapatan berikut ini

1. Aset
Aset adalah semua kekayaan yang dimiliki oleh suatu perusahaan yang digunakan untuk operasional perusahaan.  Akun yang terkait dengan aset antara lain:
  1.  Aset Lancar yang terdiri dari (Kas, Bank, Piutang, Perlengkapan, Persediaan, Biaya dibayar dimuka, Uang Muka)
  2. Investsi
  3. Aset Tetap yang terdiri dari : Peralatan, Bangunan, Kendaraan, Tanah, Akumulasi penyusutan dan lain-lain
  4. Aset Lain-lain seperti Uang jaminan, Aset tetap yang rusak dan lain-lain

2. Beban
Beban adalah sejumlah Biaya yang dikorbankan untuk memperoleh pendapatan. Contoh akun beban antara lain, Beban Operasional, Beban Penyusutan, beban perlengkapan, beban asuransi, beban sewa, beban iklan dan lain-lain

3. Kewajiban
Kewajiban adalah hutang yang harus dibayarkan kepada pihak lain dimasa mendatang.  Kewajiban teridri dari Kewajiban Jangka pendek yaitu hutang yang masa jatuh tempo pembayarannya tidak lebih dari satu tahun seperti Hutang dagang, hutang gaji, Pendapatan diterima dimuka dan lain-lain.  Kewajiban Jangka panjang adalah hutang yang masa jatuh tempo pembayarannya lebih dari satu tahun, contoh Hutang bank, Hutang obligasi dan lain-lain.

4. Ekuitas
Menurut PSAK (2002) pasal 49, pengertian ekuitas adalah hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban. Dengan kata lain, ekuitas adalah suatu perkiraan yang mencerminkan porsi hak atau kepentingan pemilik perusahaan terhadap harta perusahaan tersebut.

5. Pendapatan
Pendapatan adalah nilai yang menunjukan total penjualan baik barang atau jasa setelah dikurangi Retur Penjualan dan diskon penjualan.


Setelah kamu memahami definisi diatas, barulah kamu pahami mekanisme Debit dan kredit agar kamu lancar dan fasih dalam menjurnal.  Berikut adalah mekanisme Debit dan kredit

  1. Aset dan Beban bersaldo Normal di DEBIT - Artinya Aset dan beban akan bertambah disisi Debit dan akan berkurang disisi Kredit.  Contoh pada 1 Januari 2019 Tn. A membeli perlengkapan sebesar Rp. 200.000. Jika kita analisis contoh soal ini, maka perlengkapan perusahaan yang merupakan Aset perusahaan akan bertambah sebesar Rp. 200.000 didebit sedang disisi kredit Aset akan berkurang, jika pembelian tersebut tunai maka akun Kas akan berada disisi kredit sebesar Rp. 200.000.
  2. Kewajiban, Modal/Ekuitas dan Pendapatan bersaldo normal di Kredit - artinya Kewajiban, modal dan Pendaparan akan bertambah disi kredit dan berkurang disisi debit.  Contoh Tn. A Menjual barang dagangan sebesar Rp. 40.000.000 Kepada Tn B secara tunai.  Akun yang terkait dengan transaksi ini adalah Aset pada akun kas, dikarenakan transaksi dilakukan secara tunai akan bertambah sebesar Rp. 40.000.000 disisi debit dan Pendapatan pada akun penjualan akan bertambah sebesar Rp. 40.000.000

Nah pahami aturan dibit kredit diatas, kalau kamu paham pasti kamu bisa membuat jurnal dengan mudah.  Intinya ikuti saja pedoman diatas, Kalau kita membeli tunai pasti uang kita akan berkurang, kalau diperusahaan uang ditampung di akun Kas atau Bank, Maka kita sudah tau Kas/Bank pasti berkurang, ingat Kas/Bank adalah bagian dari Aset, aset bersaldo normal di debit. Karna adanya transaksi pembelian tunai tersebut maka Kas/Bank akan berkurang, ingat Aset pasti berkurang di kredit, maka akun Kas/Bank kita letakan disisi kredit nilainya sebesar pembelian.

Oke kalau masih bingung dengan pejelasan diatas, kamu bisa berkomentar pada kolom komentar dibawah ya.  Terimakasih sudah mau berkunjung.

Saturday, 19 January 2019

- 15:54:00

Pengertian Wesel Tagih dan Wesel Bayar

 Pengertian Wesel Tagih dan Wesel Bayar


Wesel Tagih adalah Wesel yang dapat ditagihkan kepada perusahaan lain yang menerbitkan Wesel Tagih tersebut.  Biasanya wesel tagih ini berkaitan dengan piutang yang kita miliki di perusahaan lain, perusahaan lain tersebut untuk melunasi utangnya dengan cara menerbitkan Wesel.
Wesel Juga dapat dikatakan sebagai Surat perjanjian akan membayar sejumlah uang pada tanggal tertentu.  Wesel tagih termasuk kedalam Klasifikasi Aset.

Nah Apakah kamu sudah memahami defisini tersebut?
Wesel Tagih kenapa masuk kedalam Klasifikasi aset dikarenakan, Wesel Tagih muncul sebagai akibat adanya transaksi penjualan secara kredit.  Perusahaan yang melakukan pembelian baik barang ataupun jasa menerbitkan Wesel Tagih. Bagi perusahaan yang membeli barang atau Jasa dengan menerbitkan wesel, Akun wesel di Catat pada bagian Liabilities/Kewajiban dengan akun Wesel Bayar.

Pemikiran sederhananya Wesel Tagih Termasuk kedalam Piutang sedangkan Wesel Bayar Termasuk Utang.

Oke semoga anda bisa memahi defisini Tersebut ya.

Jika ada pertanyaan silahkan berkomentar dibagian bawag, sebisa mungkin akan saya tanggapi

Terimakasih

Tuesday, 11 December 2018

- 08:53:00

Pengertian dan Jenis-jenis Kartel

Source bplawyers.co.id
Praktek Kartel  di Indonesia sempat menjadi isu hangat pada tahun 2017, yang melibatkan perusahaan manufaktur Honda dan Yamaha. Oke lalu apa itu Kartel? Berikut adalah penjelasannya

Kartel adalah sebuah organisasi yang diciptakan melalui perjanjian formal antara sekelompok produsen barang atau jasa untuk mengatur pasokan dalam upaya untuk mengatur atau memanipulasi harga. Kartel memiliki efek negatif bagi konsumen karena keberadaan mereka akan menghasilkan harga yang lebih tinggi dengan pasokan terbatas. Padahal sejatinya pasokan barang tersebut masih sangat banyak dan harganya juga cukup murah. Contoh kartel yang paling terkenal adalah OPEC yang mengendalikan harga minyak bumi di dunia.

Dalam kamus bahasa Inggris Kartel disebut juga “cartel” dan dalam bahasa belanda disebut ‘kartel”. Dan kartel biasa dikenal dengan sebutan “syndicate” yakni sebuah kesepakatan (tertulis) antara beberapa perusahaan seperti perusahaan produsen dan lainya yang sejenis. 

Jenis-jenis Kartel

1. Kartel Harga Pokok (Prijskartel)

Kesepakatan yang terjadi dalam jenis kartel ini ialah bahwa untuk menentukan perhitungan kalkulasi harga pokok dan besarnya laba seluruh anggota akan membuat peraturan yang berlaku pada setiap anggota.

Jenis kartel ini menetapkan seluruh harga-harga penjualan untuk para anggota kartel. Yang menimbulkan persaingan terkadang akibat dari perhitungan laba yang akan diterima dari suatu badan usaha. Dan tedapat tujuan dari keragaman tinggi laba yakni untuk menghindari persaingan antara mereka

2. Kartel Syarat

Didalam jenis kartel syarat sangatlah membutuhkan penetapan-penetapan dalam syarat penjualan. Dalam hal lainya bahwa kartel juga harus menentukan standar kwalitas yang dijual dan menetapkan syarat-syarat pengiriman.

Hal-hal yang tergolong kedalam syarat pengiriman ini yakni, apakah ditetapkan logo gudang, (FOB (Shiping Point dan Destination Point), CIF dan embalase atau pembungkusan dan ketentuan lainya berdasarkan perjanjian yakni keseragaman antara para anggota yang tergabung  dalam kartel.  Tujuan dari keseragaman ini ialah untuk lebijakan harga agar tidak akan terjadi persaingan di antara mereka.


3. Kartel Harga

Untuk jenis kartel ini agar dimana untuk seluruh penjualan barang-barang yang mereka produksi atau di perdagangkan telah ditetapkan sesuai harga minimum. Sehingga semua anggota tidak diperbolehkan menjual barang-barang dengan harga yang begitu rendah jika dibandingkan harga yang sudah ditetapkan.  Apabila anggota ingin menjual diatas harga yang sudah ditetapkan, tetap diijinkan dengan catatan tanggung jawab sendiri.

4. Kartel Rayon

Kartel rayon ini memiliki peran sebagai wilayah pemasaran untuk mereka. Untuk penetapan wilayah yang diikuti dengan penetapan harga untuk dis setiap daerah anggota kartel.

Maksud dari peraturan ini misalnya adannya  larangan bagi  anggota untuk menjual barangnya di daerah lain.  Manfaat yang timbul dari peraturan tersebut ialah persaingan antar anggota dengan harga barang yang potensi belainan bisa dicegah.

5. Kartel Kontigentering

Untuk jenis kartel ini hanya memberikan jatah untuk setiap anggotanya dengan jumlah produksi yang diperbolehkan. Ada yang menarik dari jenis  kartel ini yakni, apabila seebuah perusahaan memproduksi dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan jatah yang sisanya sesuai perjanjian akan diberi premi hadiah.

Tetapi, apabila yang terjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka akan dikenakan denda. Dengan adanya peraturan ini berfungsi untuk mengadakan restrikasi yang kental ketiika banyaknya persediaan, dan akhirnya berdampak pada barang-barang yang mereka jual di naikan.

Sebuah ambisi untuk jenis kartel kontigentering dengan mempermainkan jumlah persediaan barang, sehingga cara tersebut harus di kuasainya.

6. Kartel Laba atau Pool

Jenis kartel laba ini biasanya untuk menetukan laba yang mereka peroleh anggota kartel membuat langsung peraturanya. Misalnya, untuk laba kotor harus disentralisasikan dalam suatu kas umum kartel. Kemudian hasil dari laba bersih kartel akan dibagikan kepada anggota dengan perbandingan tertentu.

7. Sindikat Penjualan atau kantor Sentral Penjualan

Untuk kartel jenis sentral penjualan, menentapkan sebuah aturan untuk penjualan hasil produksi agar melewati badan tunggal yang berperan sebagai kantor penjualan. Sehingga timbul suatu manfaat yakni terhindarnya persaingan diantara mereka

Sumber
http://www.definisimenurutparaahli.com/
https://khanfarkhan.com/

Tuesday, 23 October 2018

- 08:51:00

Buku Besar Pembantu dan Langkah-langkah Membuat Buku Besar Pembantu

Buku besar pembantu adalah buku besar khusus yang digunakan untuk mencatat akun tertentu serta perubahan-perubahannya secara lebih rinci.  Buku besar pembantu biasanya digunakan untuk memudahkan dalam penyusunan laporan keuangan.


Buku Besar Pembantu terdiri dari Buku Besar Pembantu Piutang, Buku Besar Pembantu Utang  Buku Besar Pembantu Persediaan.

  1. Buku Besar Pembantu Piutang
    Adalah Buku besar yang digunakan untuk mencatat secara khusus perubahan saldo piutang dari transaksi yang terjadi baik trasaksi yang menyebabkan penambahan Piutang maupun Penerimaan Piutang masing-masing Customer/pelanggan
  2. Buku Besar pembantu Utang
    Adalah buku besar yang digunakan untuk mencatat secara khusus perubahan Utang kepada kreditur dari transaksi yang terjadi, baik transaksi yang menyebabkan penambahan Utang maupun transaksi yang menyebabkan pengurangan Utang dari masing-masing Pemasok/Supllier
  3. Buku Besar Pembantu Persediaan
    Adalah buku besar yang digunakan untuk mencatat keluar masuknya produk/barang tertetu yang menyebabkan terjadinya perubahan saldo masing-masing persediaan.. Pencatatan Buku Besar Persediaan biasanya menggunakan Format yang berbeda dengan Buku besar pembantu Utang dan Piutang.
Sumber Pencatatan Buku Besar Pembantu 
Bukti bukti transaksi yang mengakibatkan terjadinya perubahan, baik terhadap utang ataupun piutang perusahaan adalah sumber pencatatan dalam buku besar. Contohnya, faktur penjualan, faktur pembelian, bukti penerimaan dan pengeluaran kas, ataupun nota debet dan nota kredit.

Langkah-langkah dalam menyusun Buku besar pembantu
  1. Buku Pembantu yang akan kita buat berasal dari pencatatan Jurnal Umum maupun jurnal khusus, yang merupakan jenis transaksi Utang dan  Piutang.
  2. Buku besar Pembantu piutang yang dibuat merupakan Ringkasan atau rekap dari Jumlah Utang dan Piutang tiap Customer dan Supplier.
  3. Buku besar Pembantu Piutang di Buat berdasarkan transaksi Customer dan Supplier seperti halnya kita memposting tiap akun kedalam buku besar. Misal Customer PT. A maka dalam Buku besar Pembantu Piutang tersebut berisi transaksi yang terkait dengan PT. A begitu juga dengan Buku Pembantu Utang.
  4. Setelah semua Buku besar pembantu Piutang dibuat, baik Buku besar Pembantu piutang maupun buku besar pembantu utang langkah selanjutnya adalah membuat rekap Saldo Piutang dan utang masing-masing Customer dan supplier
  5. Jumlah Saldo Piutang dan Hutang yang telah kita buat menggunakan buku Pembantu seharusnya jumlahnya sama dengan saldo Akun Piutang dan Hutang

Manfaat dari penyusunan buku besar pembantu diantaranya sebagai berikut.
  1. Memudahkan dalam penyusunan laporan keuangan, karena buku besar pembantu akan mengurangi kesalahan-kesalahan dalam buku besar umum.
  2. Ketelitian dalam pembuku besar umum dapat diuji dengan membandingkan saldo buku besar umum dengan jumlah saldo-saldo dalam buku besar pembantu.
  3. Dalam pengerjaan akuntansi memungkinkan diadakan pembagian tugas.
  4. Bisa dengan mudah mengetahui jumlah masing-masing elemen seperti piutang dan utang dari pihak yang terkait.

Thursday, 11 October 2018

- 16:27:00

Pengertian Break Event Point

Analisa Break Event Point diperlukan jika anda akan membuka suatu usaha.  Kenapa anda perlu melakukan analisa BEP, Tujuannya adalah agar anda bisa mengetahui kinerja manajemen perusahaan.  maka tidak heran jika banyak yang ingin mengetahui bagaimana cara menghitung Break Event PointAnalisis break   event   point  adalah   suatu teknik untuk menentukan sebuah titik, baik dalam satuan  rupiah  maupun  unit,  untuk  menentukan perencanaan  tingkat  keuntungan  di  mana  terdapat hubungan antara penerimaan total, biaya total, dan laba total perusahaan pada berbagai tingkat output. Titik    impas    sering    digunakan    para    manajer keuangan  untuk  menentukan  volume  penjualan yang  diperlukan  bagi  perusahaan  untuk  mencapai titik  impas,  laba  total,  dan  kerugian  pada  tingkat penjualan yang lainnya.

Manfaat  analisis break  even  point dapat ditarik  kesimpulan  bahwa  sangat  berguna  dalam aktivitas   perusahaan   menjalankan   produktivitas dalam  pengambilan  kebijakan   yang  berdampak langsung bagi keseimbangan perusahaan. Menurut Martono  dan  Harjito (2004:269), pada  dasarnya dalam    memutuskan    asumsi    dasar    diperlukan penggolongan  biaya    ke  dalam  biaya  tetap  dan biaya  variabel  untuk  menghasilkan    suatu  produk yang di jual (sales mix) harus dapat diklasifikasikan dan diukur secara realistik sebagai biaya tetap dan biaya variabel

Fungsi BEP
Analisis BEP mempunyai beberapa fungsi yang bisa kita manfaatkan. Antara lain:
  1. Mengetahui jumlah penjualan minimum yang harus dipertahankan supaya perusahaan tidak mengalami kerugian. Jumlah penjualan minimum artinya adalah jumlah produksi minimum yang harus dibuat oleh perusahaan.
  2. Menentukan jumlah penjualan yang harus dicapai agar memperoleh laba yang telah direncanakan. Bisa juga diartikan bahwa tingkat produksi harus ditetapkan untuk memperoleh laba tersebut.
  3. Mengukur dan menjaga agar penjualan dan tingkat produksi tidak lebih rendah dari BEP.
  4. Menganalisis perubahan harga jual, harga pokok dan besarnya hasil penjualan atau tingkat produksi.
  5. Suatu alat perencanaan penjualan dan sekaligus perencanaan tingkat produksi, supaya perusahaan secara minimal tidak mengalami kerugian.

Klasifikasi Biaya 
  1. Biaya Tetap Biaya tetap (fixed cost) adalah biaya yang jumlahnya tidak berubah kendatipun terjadi perubahan pada volume produksi (Simamora, 2003:298-299). 
  2. Biaya Variabel Biaya variabel merupakan biaya yang berubah-ubah sebanding dengan perubahan volume produksi/penjualan (Witjaksono, 2013:18). 
  3. Biaya Semivariabel Biaya campuran (mixed cost) adalah biaya yang mempunyai karakteristik variabel dan tetap. Biaya campuran disebut juga dengan biaya semivariabel (Simamora, 2003:299
Metode Pemisahan Biaya Semi Variabel
  1. Metode Tinggi-Rendah (High and Low Point Method) Metode Tinggi-Rendah (High and Low Point Method) adalah suatu metode untuk menentukan persamaan suatu garis lurus dengan terlebih dahulu memilih dua titik (titik tinggi dan rendah) yang akan digunakan untuk menghitung parameter perpotongan dan kemiringan (Hansen & Mowen, 2012:118). 2) 
  2. Scattergraph Method Metode scatterplot adalah suatu metode penentuan persamaan suatu garis dengan menggambarkan data dalam suatu grafik (Hansen & Mowen, 2012:119). 3)  
  3. Metode Least Square Metode ini menganggap bahwa hubungan antara biaya dengan biaya volume kegiatan berbentuk hubungan garis lurus dengan persamaan garis regresi y = a + bx, dimana y merupakan variabel tidak bebas (dependent variable), yaitu variabel yang perubahannya ditentukan oleh perubahan variabel x yang merupakan variabel bebas (independent variable). Variabel y menunjukkan biaya, sedangkan variable x menunjukkan volume kegiatan (Mulyadi,  2009:474). Rumus perhitungan a dan b tersebut adalah sebagai berikut: 
     
Metode Perhitungan Break Even Point

1. Metode Grafik  
 
Menggambarkan suatu titik impas dalam grafik perlu digambarkan adanya garis penjualan. Penjualan ini merupakan hasil perkalian antara volume produksi/penjualan (dalam unit) dengan harga jual per unit. 

2. Metode Matematis 
BEP (Rp)  = FC/1-(VC/S)       
BEP (Q)   = FC/P-V

3. Break Even Point dihitung dengan metode Marjin Kontribusi 

Marjin Kontribusi (contribution margin) adalah jumlah pendapatan yang tersisa setelah dikurangi dengan biaya variabel Mencari nilai titik impas dengan metode marjin kontribusi yaitu, jumlah biaya tetap harus dibagi dengan marjin kontribusi yang dihasilkan oleh setiap unit yang terjual.
Titik Impas (Rp) = Biaya Tetap/Rasio Margin Kontribusi
Titik Impas (Q) = Biaya Tetap/Margin Kontribusi Perunit



Tuesday, 14 August 2018

- 10:21:00

Cara Membuat Jurnal Penutup

Campuranpedia.com - Jurnal Penutup adalah jurnal yang dibuat untuk menutup akun-akun pendapatan, beban, Saldo Laba dan Prive/Dividen.  Akun-akun yan ditutup adalah akun-akun Nominal yang terdapat pada laporan Laba Rugi.

Cara Membuat Jurnal Penutup
  1. Pendapatan : Semua Akun Pendapatan atas akun nominal yang mempunyai saldo kredit dipindahkan kesebelah debit lalu mengkredit Akun Ikhtisar Laba Rugi
  2. Beban : Semua Akun Beban atas akun Nominal yang mempunyai saldo debit dipindahkan ke Kredit lalu mendebit akun Ikhtisar Laba Rugi
  3. Ikhtisar Laba Rugi : angka Ikhitisar laba rugi diperoleh dari Selisih antara Akun Pendapatan dan Beban, ditutup dengan Cara Mendebit akun Ikhtisar Laba Rugi dan Mengkredit Modal/Ekuitas
  4. Prive/Dividen : untuk menutup akun Prive/dividen dapat dilakukan dengan cara Mendebit Akun Modal/Ekuitas dan Mengkredit Akun Prive/Dividen
Agar lebih Jelas silahkan perhatikan Jurnal dibawah ini :



1. Jurnal Menutup Akun Pendapatan

    Pendapatan                                  xxx
         Ikhtisar Laba Rugi                                 xxx


2. Jurnal Menutup Beban
 
    Ikhtisar Laba Rugi                      xxx
         Beban - Beban                                      xxx


3. Jurnal Menutup Saldo Laba

    Ikhtisar Laba Rugi                      xxx
         Modal/Ekuitas                                     xxx

4. Jurnal Menutup Prive/Dividen

   Modal/Ekuitas                             xxx
         Prive/Dividen                                     xxx

Setelah anda membuat Jurnal Penutup diatas,Maka langkah selanjutnya adalah anda harus memposting ke Buku Besar, sehingga Saldo akun pada Buku besar menjadi Nol.  Setelah anda selesai memposting kedalam buku besar, langkah selanjutnya adalah membuat Neraca Saldo Setelah penutupan.