Featured Post

Langkah-langkah Melakukan Uji Validitas dengan Korelasi Product Moment

Uji validitas biasanya dilakukan untuk pengukuran instrumen penelitian pada jenis penelitian yang menggunakan data kuisioner.  Melaku...

Headline

Latest Posts

Tuesday, 7 April 2020

- 09:34:00

Penyusutan Harta Tetap Metode Jumlah Unit Produksi dan Jam Kerja

Metode Penyusutan Jumlah unit produksi adalah meode peyusutan yang didasarkan pada perkiraan kemampuan produksi barang yang akan dihasilkan selama umur manfaat aset.
Sedangkan Metode Penyusutan  jam kerja adalah meode peyusutan yang didasarkan pada perkiraan kemampuan aset untuk berkerjayang akan dihasilkan selama umur manfaat ase yang diukur menggunakan jam.  Penyusutan jam kerja dan Jumlah unit produksi banyak digunakan pada penyusutan Mesin.

Rumus Penyusutan Aset tetap metode jam kerja



Rumus penyusutan jumlah unit produksi



Contoh
Sebuah mesin dibeli dengan harga Rp. 80.000.000, Mesin ini diperkiran memiliki umur ekonomis selama 5 Tahun dengan Nilai Residu 5.000.000.  Hitunglah penyusutan dengan Metode saldo menurun tunggal .  Mesin ini diperikirakan mampu memproduksi sebanyak 41.000 Unit barang dan berkerja selama 58.000 Jam selama masa manfaatnya. Hitunglah penyusutan menggunakan metode jam kerja dan jumlah unit produksi

Jawab.
Pertama kali yang akan kita lakukan adalah mencari tahu, rincian produksi dan jam kerja mesin pertahun.  Misalnya kita telah mengetahui rincian produksi dan jam kerja mesin adalah sebagai berikut

 

Penyusutan Jumlah Jam Kerja
Setelah kita mengetahui rincian diatas, maka kita akah menghitung penyusutan mesin sebagai berikut

Penyusutan tahun ke 1 = (15.000/58.000) x (80.000.000-5.000.000) = 19.396.551,72
Penyusutan tahun ke 2 = (12.000/58.000) x (80.000.000-5.000.000) = 15.517.241,38
Penyusutan tahun ke 3 = (13.500/58.000) x (80.000.000-5.000.000) = 17.456.896,55
Penyusutan tahun ke 4 = (9.500/58.000) x (80.000.000-5.000.000) = 12.284.482,76
Penyusutan tahun ke 5 = (8.000/58.000) x (80.000.000-5.000.000) = 10.344.827,59

Penyusutan Jumlah Unit produksi
Untuk menghitung penyusutan jumlah unti produksi terlebih dahulu kita akan menghitung penyusutan per unit produksi menggunakan rumus diatas, maka

Penyusutan per Unit = (80.000.000-5.000.000)/41.000 = Rp. 1.829
Setelah kita mengetahui penyusutan per unit produksi maka langkah selanjutnya adalah menghitung penyusutan pertahun sebagai berikut

Penyusutan tahun ke 1 = 10.500 x Rp. 1.829 = 19.207.317,07
Penyusutan tahun ke 2 = 8.500 x Rp. 1.829 = 15.548.780,49
Penyusutan tahun ke 3 = 9.500 x Rp. 1.829 = 16.463.414,63
Penyusutan tahun ke 4 = 7.500 x Rp. 1.829 = 12.804.878,05
Penyusutan tahun ke 5 = 6.500 x Rp. 1.829 = 10.975.609,76

Langkah-langkah menghitung penyusutan Metode jumlah unit Produksi dan Jam kerja menggunakan Excel adalah sebagai berikut:



Tuesday, 24 March 2020

- 11:30:00

Cara Menghitung Penyusutan Metode Jumlah Angka Tahun dengan Rumus Excel SYD

Campuranpedia.com - Metode penyusutan ini adalah Metode penyusutan aset tetap berdasarkan memiliki konsep yang hampir sama dengan saldo menurun ganda. Namun metode Jumlah angka tahun ini jarang digunakan karena adanya undang-undang perpajakan yang membatasi penggunaan untuk keperluan pajak. Cara menghitung Penyusutan menggunakan metode angka tahun terlebih dahulu kita harus menyari Jumlah Angka tahunnya dengan Cara sebagai berikut
JAT=N(N+1)/2
Dimana
N = Masa Manfaat dari Aset Tersebut

Misal Suatu aset memiliki masa manfaat 5 Tahun maka Jumlah angka tahun sebagai berikut

JAT = 5 *(5+1) / 2
       = (5*6)/2
       = 30/2
       = 15

Atau bisa juga dengan menggunakan angka pembilangnya dengan cara sebagai berikut

JAT = (5+4+3+2+1) = 15
Contoh Soal

Suatu aset diperoleh pada tahun 2016 dengan harga perolehan Rp. 100.000.000, aset ini disusutkan dengan metode Jumlah Angka Tahun dengan masa manfaat 10 tahun.  Hitunglah Penyusutan Aset Tersebut !!

Jawab

JAT = 10(10+1)/2
       = (10*11)/2
       = 110/2
       = 55

Maka Perhitungan penyusutannya adalah sebagai berikut :
Penyusutan Tahun 1 = 10/55 * 100.000.000 = Rp. 18.181.818,19
Penyusutan Tahun 2 = 9/55 * 100.000.000   = Rp. 16.363.636,36
Penyusutan Tahun 3 = 8/55 * 100.000.000   = Rp. 14.545.454,54
Penyusutan Tahun 4 = 7/55 * 100.000.000   = Rp. 12.727.272,73
Penyusutan Tahun 5 = 6/55 * 100.000.000   = Rp. 10.909.090,91
Penyusutan Tahun 6 = 5/55 * 100.000.000   = Rp.   9.090.909,1
Penyusutan Tahun 7 = 4/55 * 100.000.000   = Rp.   7.272.727,27
Penyusutan Tahun 8 = 3/55 * 100.000.000   = Rp.   5.454.545,45
Penyusutan Tahun 9 = 2/55 * 100.000.000   = Rp.   3.636.363,64
Penyusutan Tahun 10 = 1/55 * 100.000.000   = Rp. 1.818.181,82

Untuk Menghitung Penyusutan Jumlah Angka Tahun dengan Rumus Excel maka Fungsi yang digunakan adalah "SYD" dengan Cara sebagai berikut

=SYD(cost;salvage;life;per)
Dimana
  1. Cost adalah Harga Perolehan aset Tetap
  2. Salvage adalah Nilai sisa dari aset Tetap
  3. Life adalah umur ekonomis dari suatu aset
  4. Per adalah Periode penyusutan dalam 12 Bulan atau 1 Tahun
Cara Pengaplikasian, jika kita gunakan Contoh soal diatas adalah sebagai berikut
  1. Pada Kolom B9 silahkan Masukan Rumus =SYD($D$3;$D$4;$D$5;A9) Lalu enter
  2. Maka perhitungan akan terisi secara otomatis seperti tampak pada gambar dibawah ini 



Sunday, 22 March 2020

- 22:40:00

Cara Menghitung Penyusutan dengan Metode Saldo Menurun Tunggal


Perhitungan dengan metode saldo menurun didasarkan pada anggapan bahwa aset memiliki kontribusi terbesarnya pada awal aset tersebut digunakan.
Cara menghitung penyusutan ini didasarkan atas nilai buku dari aset yang bersangkutan, dimana nilai buku dari aset tetap semakin lama akan semakan kecil sebagai akibat adanya akumulasi penyusutan.


Dimana
a     = Umur Ekonomis
NR = Nilai residu
HP  = Harga Perolehan

Contoh Soal
Sebuah mesin dibeli dengan harga Rp. 80.000.000, Mesin ini diperkiran memiliki umur ekonomis selama 5 Tahun dengan Nilai Residu 5.000.000.  Hitunglah penyusutan dengan Metode saldo menurun tunggal.

Berdasarkan rumus diatas, Maka langkah pertama yang akan kita lakukan adalah menghitung tarif penyusutan pertahun.

  

Dari hasil perhitungan diatas diperoleh penyusutan tahun pertama adalah Rp. 34.056.000.
Untuk memudahkan perhitungan kita bisa menghitung tarif/presentase penyusutan terlebih dahulu dengan cara sebagai berikut:

 
Tarif penyusutan pertahun adalah sebesar 42,57% maka perhitungan penyusutan selama 5 tahun adalah sebagai berikut

Tahun Pertama
42,57% x 80.000.000 = 34.056.000

Tahun Kedua
42,57% x (80.000.000 - 34.056.000) = 19.558.360

Tahun Ketiga
42,57% x (80.000.000 - 34.056.000 - 19.558.360) = 11.232.367

Tahun Ke-empat
42,57% x (80.000.000 - 34.056.000 - 19.558.360 - 11.232.367) = 6.450.748

Tahun Kelima
42,57% x (80.000.000 - 34.056.000 - 19.558.360 - 11.232.367 - 6.450.748) = 3.704.664

Itu adalah perhitungan secara manua, Berikut adalah perhitungan menggunakan bantuan Excel langkah-langkahnya  Sebagai Berikut:

Buatlah tabel seperti dibawah ini kemudian hitunglah tarif penyusutan menggunakan rumus seperti yang tampak pada gambar:

Langkah Berikutnya adalah menghitung beban penyusutan seperti yang tampak pada gambar dibawah ini:


Langkah selanjutnya adalah menghitung Akumulasi penyusutan seperti yang tampak pada gambar dibawah ini:


Langkah Selanjutnya adalah menghitung nilai buku aset tetap menggunakan rumus seperti yang tampak pada gambar dibawah ini:


Langkah Selanjutnya mengisi kolom tahun agar bisa terisi otomatis, rumusnya seperti yang tampak pada gambar dibawah ini



Untuk Lebih jelas silahkan tonton Video Berikut ini:


Soal Latihan Dowload DISINI

Sunday, 15 December 2019

- 23:05:00

Cara Mengirim Lamaran Lewat Email yang Harus Kamu Perhatikan

Campuranpedia.com - Diera modern yang serba digitalisasi seperti saat ini, dimana hampir semua kegiatan dilakukan melalui internet.  Perkembangan jaman yang begitu cepat tentu saja akan menyebabkan adanya perubahan.  Salah satunya adalah perubahan bagi pencari kerja.  Dahulu ketika kita ingin melamar sebuah pekerjaan, kita harus mencari informasi lowongan dengan bersusah payah, mulai dari membeli koran, hingga mendatangi perusahaan untuk menanyakan lowongan yang tersedia.  Namun di era digitalisasi saat ini, pencari kerja sangat dimudahkan, Hanya dengan duduk didepan komputer atau dengan menggunakan smartphone, para pencari kerja dengan mudah mendapatkan informasi lowongan kerja.  Proses rekrutmen di era digitalisasi tentu juga berbeda dengan jaman dulu, sekarang kita hanya perlu Apply lewat Email atau melalui situs pihak ketiga atau melalui situs rekrument resmi perusahaan.



Nah kali ini saya akan membahas mengenai bagaimana cara mengirim lamaran kerja melalui email. Tentu saja mengirim lamaran lewat email tidak asal-asalah seperti halnya kamu chating. Ada hal-hal yang harus kami perhatikan dalam mengirim lamaran Via Email, diantaranya sebagai berikut:

1. Ubah berkas lamaran dalam bentuk Pdf
Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah mengubah file atau dokumen lamaran kamu dalam bentuk Pdf, File yang harus diubah dalam bentuk Pdf adalah file-file yang sudah di persyaratkan oleh perusahaan seperti Surat lamaran kerja, daftar riwat hidup, Ijazah dan transkip nilai dan lain-lain.  Hal penting yang harus kamu perhatikan adalah ukuran file, jangan terlalu besar, usahakan ukurannya maksimal 2 MB.

2. Perhatikan Subject Email atau Judul Email 
Nah ini juga penting, Banyak pelamar kerja yang mengabaikan subject email ini, padahal subjet email itu penting agar HRD Perusahaan dapat dengan mudah mengidentifikasi lamaran kamu.  Sebaiknya jika dalam informasi lowongan kerja diminta mencantumkan subject email misal posisi yang dilamar, Maka pada subject email yang akan kamu kirimkan cantumkan misalnya "Sales Executive".
Cara mengirim lamaran pekerjaan lewat email harus mencantumkan berkas-berkasmu dengan cara di attach. Namun bukan berarti pada body email kamu bisa membiarkannya dalam keadaan kosong. Pada body email bisa kamu tuliskan identitas diri kamu beserta nomor kontakmu dan bagaimana kamu mendapatkan informasi mengenai lowongan pekerjaan tersebut (cover letter). Gunakan bahasa yang formal namun jangan terlalu panjang.

3. Lampirkan berkas persyaratan untuk posisi yang hendak kamu lamar
Setelah kamu menuliskan subjet dan Body Email, langkah berikutnya adalah melampirkan file atau dokumen yang sudah kamu jadikan Pdf tadi kedalam email.  Perlu diketahui untui Pas Foto usahakan mengirimkan dalam bentuk Jpeg, Jpg atau Png.  Jika dalam informasi lowongan kerja yang kamu dapatkan berkas lamaran diminta dijadikan Rar* atau Zip, maka kamu harus menggabungkan semua berkas lamaranmu kedalam Folder, selanjutnya dijadikan Rar atau Zip.

4. Periksa ulang semua persyaratan sebelum dikirim
Hal yang paling penting dalam cara mengirim lamaran pekerjaan lewat email adalah kamu harus menggunakan alamat email yang aktif. Setelah melengkapi semua berkas, body email dan nama subject email dengan benar, periksa kembali sebelum mengirimnya. Perhatikan bentuk filemu berkasmu, kesalahan tulisan dan hal lainnya.

Jangan mengada-ada dan usahakan jangan ada kesalahan tulisan (typo) agar tak mengurangi poinmu. Selain itu, kamu cukup melamar satu posisi saja dalam satu perusahaan. Hal lain, coba kamu mulai membersihkan akun media sosialmu. Beberapa HRD biasanya akan mengecek keseharianmu melalui postingan media sosial.

Demikian cara mengirim lamaran pekerjaan lewat email yang perlu kamu ketahui. Walaupun hanya melalui media online, kamu harus tetap teliti dan jangan terburu-buru untuk mengirim berkas lamaranmu. Jika kamu ingin mengirim ulang email lamaran kerja, pastikan gunakan bahasa dan etika yang sopan.

Oke jadi mudah-mudahan setelah kamu membaca postingan ini, postingan ini bisa menjadi referensi buat kamu untuk mengirim lamaran kerja Via Email.  Pastikan kamu melamar posisi yang sesuai dengan keahlianmu.  Jangan melamar pekerjaan yang jelas-jelas dari persyaratan kamu sudah tidak memenuhi kualifikasi ya.

Referensi Liputan6.com

Friday, 8 November 2019

- 21:39:00

Cek NIK, Ijazah dan Ukuran File Persyaratan CPNS 2019

Daya tarik CPNS dari tahun ketahun dirasa semakin sangat luar biasa.  Namun proses seleksi CPNS beberapa tahun belakangan ini tentu berbeda seperti rekrutmen CPNS tahun-tahun sebelumnya.  Hal ini dikarenakan Pendaftaran CPNS beberapa tahun belakangan ini diyakini bebas pungli karena sudah menggunakan sistem online dalam proses rekrutmennya.  Untuk bisa mengkuti proses seleksi CPNS tentunya anda harus memiliki persyaratan yang disyaratkan untuk bisa mendaftar.  Salah satu yang paling utama adalah NIK (Nomor Induk Kependudukan).  Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengimbau pelamar untuk memeprsiapkan NIK agar tidak bermasalah saat mulai pendaftaran CPNS 2019. Pelamar perlu mengecek NIK KTP yang valid terlebih dahulu sebelum mendaftar, terutama bagi pelamar yang baru menikah, pindah rumah, atau tidak memahami data kependudukannya. "Bagi #SobatBKN yang baru menikah, pindah, atau masih galau dengan data kependudukannya. Yuk hindari permasalahan data tidak ditemukan atau data tidak sesuai melalui 2 solusi ini," tulis BKN di Twitter @BKNgoid.

BKN menawarkan dua alternatif solusi bagi pelamar yang NIK atau data kependudukannya tidak ditemukan atau tidak sesuai. Pelamar perlu mengecek NIK yang terdaftar di Dukcapil setempat. 
  1. Pendaftar menghubungi Dinas Dukcapil Kabupaten/Kota masing-masing untuk konsolidasi data.
  2. Pendaftar menghubungi Call Center Halo Dukcapil dengan mengirim data sesuai dengan formasi berikut: #NIK #Nama_Lengkap #Nomor_Kartu_Keluarga #Nomor_Telp #Permasalahan melalui hotline 1500537, WhatsApp dengan nomor 08118005373, SMS di 08118005371, atau email callcenter.dukcapil@gmail.com. 

NIK bisa ditemukan di dokumen identitas, mulai KTP, Paspor, hingga Kartu Keluarga. Cara cek NIK yang valid, bisa dilakukan melalui situs web pemerintah daerah atau dinas terkait, yaitu Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). 

Persyaratan berikutnya yang tak kalah penting kamu siapkan adalah SKCK. Kalau ditahun sebelumnya ada beberapa instansi yang mensyaratkan melampirkan SKCK ada juga yang tidak, Namun ada baiknya kamu sudah menyiapkan ya, sebagai upaya untuk antisipasi.  SKCK dapat kamu buat secara online kok melalui link https://skck.polri.go.id/  kamu cukup mengisi formulir secara online, kemudian mencetak resinya, lalu bawa ke polres yang anda tuju sesuai dengan anda isi di Formulir.  Namun pembuatan SKCK harus sesuai domisili ya teman. Nah buat kamu yang tidak ada waktu pulang kampung untuk membuat SKCK, kamu bisa kok membuatnya di POLDA Lampung. Kamu bisa baca Disini.

Berkas berikutnya yang tak kalah penting adalah scan dari dokumen-dokumen tersebut ya seperti Pas Foto, Ijazah, KTP, Transkip nilai dan lain-lain.  Siapkan saja 2 jenis ukuran file, yang pertama file berukuran maksimal 200 Kb dan file berukuran maksimal 500 kb.

Persyaratan lainnya yang harus anda perhatikan adalah keabsahan Ijazah anda, pastikah Ijazah anda terdaftar di Dikti ya.  Cara cek Keabsahan Ijazah bisa kamu lakukan https://ijazah.ristekdikti.go.id/.

Oke sekian dulu, udah terlalu banyak yang saya tuliskan disini, apabila ada pertanyaan terkait postingan ini, silahkan tinggalkan komentar ya. Terimakasih 

Monday, 4 November 2019

- 22:47:00

Cek Nilai Tukar Rupiah Ke Dolar

Pengonversi Mata Uang
- 10:30:00

Langkah-langkah Melakukan Uji Normalitas Data SPSS

Campuranpedia.Com - Anda membuka blog ini, mungkin anda sudah tersesat atau sudah mengalami kesulitan dalam menormalkan data, Data normal menjadi masalah bagi Anda-anda yang sedang mengolah data saat ini, karena data normal sebagai syarat untuk melakukan Uji -uji selanjutnya, seperti Uji Heterokedatisitas, Multikolinieritas, Uji T dan lain-lain.  Baik saya akan menjelaskan Langkah-langkah dalam melakukan Uji Normalitas data
Pengertian Uji Normalitas Data
Ghozali (2011: 107) menjelaskan tujuan uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual mempunyai distribusi normal atau tidak, seperti diketahui bahwa uji t dan uji F mengasumsikan nilai residual mengikuti distribusi normal.  Kalau asumsi ini dilanggar maka uji statistic menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil. Menurut Rasul dan Nurlaelah (2010: 130) menjabarkan bahwa penyebaran data variabel dependen yang mengikuti distribusi normal merupakan salah satu syarat untuk membentuk hubungan linier antara variabel dependen dan variable independent. Uji normalitas dapat dilakukan dengan uji Histogram, uji P-plot Uji skewness dan Kurtosis, uji square  dan uji kolmogorove Smirnov. 

dari definisi Normalitas data diatas, saya akan menjelaskan langkah-langkah Normalitas data menggunakan Uji Kolmogorove Smirnove.  Berikut adalah langkah-langkahnya

  • Buka data yang telah anda miliki
  • Klik Anlyze - Regresi - Linier (Lihat gambar dibawah ini)

  • Setelah itu akan muncul Kotak dialog seperti Gambar dibawah ini

  • Pada Kotak diatas, Pindahkan Variabel X Kekolom independent dan Y Kekolom Dependent dalam Contoh ini saya umpamakan Variabel X adalah IPA dan Varibel Y adalah matematika, sebenernya gak nyambung sih ini kan cuma contoh aja. he..he...he..(Lihat gambar dibawah ini)


  • Setelah anda memindahkan Variabel Y dan X Langkah selanjutnya adalah klik Save lalu pilih unstandarized pada kolom Residual seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini

  • Setelah semua langkah diatas dilakukan klik Continue lalu pilih OK.  Disini anda tidak perlu melihat Output, Fokus pada Input, pada input muncul variabel baru dengan nama Res_1 Seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini

  • Langkah selanjutnya kembali ke Input lalu Klik Analyze - Nonparametic Test - Legacy Dialogs - 1-Sample K-S



  • Setelah itu akan muncul kotak dialoh Ones Sampel K-S seperti gambar dibawah ini

  • Pindahkan Unstandarized pada kolom Tes Variabel lalu klik OK

  • Akan Muncul Output Normalitas Data Seperti gambar dibawah ini

Dari tabel diatas terlihat bahwa Sig-2 Tailed 0,200 > 0,05 maka data terdistribusi normal

Agar Lebih Jelas anda bisa melihat Video Dibawah ini

Oke sekian postingan kali ini semoga bisa membantu kalian dalam melakukan olah data. Masih ada cara lain dalam melakukan uji Normalitas data  akan saya post jika ada kesemptan yang lain. hehehe.  Kalau kalian berharap bisa menemukan cara menormalkan data kalian yang tidak normal, kalian salah, karena dalam postingan ini hanya menyajikan Langkah-langkah untuk melakukan uji normalitas data.