Showing posts with label Materi Kuliah. Show all posts
Showing posts with label Materi Kuliah. Show all posts

Monday, 21 October 2019

- 11:16:00

Langkah-langkah Melakukan Uji Validitas dengan Korelasi Product Moment



Uji validitas biasanya dilakukan untuk pengukuran instrumen penelitian pada jenis penelitian yang menggunakan data kuisioner.  Melakukan pengukuran terhadap sesuatu yang belum pernah dilakukan dapat ditempuh dengan cara membuat instrumen pengukuran.  Tujuan dilakuan Uji validitas adalah untuk membuktikan apakah angket tersebut memiliki tingkat validitas dari suatu pertanyaan penelitian, maka seblum instrumen tersebut digunakan maka perlu di uji coba dan hasilnya di analisis (Sudarmanto, 2013). Sesuatu dikatan valid jika alat ukur yang digunakan sesuai dengan apa yang hendak akan diukur.  Misalnya mengukur berat maka digunakan timbangan, maka timbangan dapat dikatakan alat ukur yang valid.


Syarat Uji Validitas
Menurut Ghozali (2011) pertanyaan dalam instrumen/Angket dikatakan valid apabila rhitung>rtabel atau nilai signifikan(.sig)< Alpha=0,05.  Instrumen/angket dikatakan tidak valid apabila nilau rhitung<rtabel dan Signifikan (.sig)>alpha (0,05).


Langkah-langkah uji validitas
Sebelum kita mengetahui langkah-langkah uji validitas, berikut adalah contoh soal:

Seorang peneliti ingin mengetahui bagaimana sikap mahasiswa terhadap mata kuliah Pengantar Akuntansi disuatu perguruan tinggi.  Peneliti sebelum melakukan pengujian yang sebenarnya terlebih dahulu melakukan uji coba angket kepada 25 orang mahasiswa untuk mengetahui apakah angket yang digunakan valid atau tidak valid.  Berikut adalah hasil tabulasi:


1. Masukan data diatas Program SPPS, Anda bisa menginput data tersebut ke Excel terlebih dahulu atau langsung ke program SPSS (Mana yang paling mudah menurut anda).

Berikut adalah tampilan data yang sudah di Input ke Program SPSS

- Tampilan input padaVariabel View



- Tampilan Input pada Data View


2. Langkah selanjutnya adalah menghitung Jumlah skor tiap responden dengan cara sebagai berikut:

- Klik Transform, lalu pilih compute variabel (perhatikan gambar dibawah ini)


Maka akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini


Pada kolom target variabel silahkan masukan X1 - lalu pada kolom numeric expression inputkan sum(P1,P2,P3,P4,dst) P1-P12 diklik pada sebelah kirim bukan diketik ya, setelah itu klik OK. Berikut adalah hasilnya


Berikut adalah hasil setelah anda klik  OK dapat dilihat pada Data View akan muncul Variabel X1 yang merupakan hasil penjumlahan dari P1-P12 (anda bisa juga lakukan pada excel dengan menggunakan fungsi sum menjumlahkan Horizontal bukan vertikal). Berikut adalah hasilnya


Setelah langkah diatas selesai anda lakukan, maka barulah anda melakukan uji validitas sesuai dengan yang anda butuhkan.  Pada contoh ini saya akan menggunakan uji validitas dengan korelasi product Moment.

Langkah Pertama (lihat gambar)


Pindahkah Item Pertanyaan P1-P12 dan X1 kekolom Variables sehingga terlihat tampilan seperti dibawah ini, lalu klik OK (pada contoh ini menggunakan pengujian satu arah, maka yang dipilih one tailed)

Hasil Ouput
Hasil Ouput Uji Validitas korelasi product moment
Penjelasan Output
  1. Untuk mengetahui hasil ouput apakah item pertanyaan  yang anda gunakan valid atau tidak valid, lihat pada kolom X1 Bagian vertikal atau horizontal.
  2. Valid apabila nilai Sig<0,05
  3. Saya contohkan misal Pertanyaan 1 (Nilai Sig 0,037)<0,05 artinya item pertanyaan 1 Valid. Lalu coba perhatikan Item pertanyaan 2 terlihat bahwa nilai Sig (0,121)>0,05 sehingga dapat disimpulkan item pertanyaan 2 tidak valid. Begitu seterusnya.
Oke Sekian penjelasan mengenai cara melakukan uji validitas dengan Korelasi Product Moment, apabila anda menyukai postingan ini, silahkan bagikan kepada teman-teman anda yang membutuhkan, apabila ada yang tidak anda mengerti anda bisa tinggalkan komentar dibawah ini.

Agar lebih jelas silahkan Tonton video dibawah ini


Wednesday, 9 October 2019

- 09:02:00

Keuntungan dan Kerugian perusahaan Going Public



Keuntungan dari going public
  1. Kemudahan meningkatkan modal di masa mendatang - Bagi perusahaan yang tertutup, calon investor biasanya enggan untuk menanamkan modalnya, hal ini disebabkan karena kurangnya keterbukaan informasi keuangan antara pemilik dan investor.  Sedangkan bagi perusahaan yang sudah go public , informasi keuangan perusahaan harus dilaporkan ke publik secara reguler yang kelayakannya sudah diperiksa oleh akuntan publik
  2. Meningkatkan likuiditas bagi pemegang saham - Bagi perusahaan yang masih tertutup yang belum mempunyai pasar untuk sahamnya,pemegang saham perusahaan akan sulit untuk menjual sahamnya dibandingkan jika perusahaan sudah go public
  3. Nilai perusahaan diketahui - Untuk alasan tertentu, nilai pasar perusahaan perlu untuk diketahui.  Misalnya jika perusahaan ingin memberikan insentif dalam bentuk opsi saham  (Stock opinion) kepada manajer-manajernya, maka nilai sebenarnya dari opsi tersebut perlu diketahui.  Jika perusahaan masih tertutup, nilai dari opsi sulit untuk diketahui.

[Baca Juga: Pengertian Investasi dan Jenis-jenis Investasi]


Kerugian Going Public
  1. Biaya laporan meningkat - Bagi perusahaan yang sudah go public, setiap kuartal dan tahunnya harus menyerahkan laporan-laporan kepada regulator.  Laporan-laporan ini sangat mahal, terutama bagi perusahaan yang kecil.
  2. Pengungkapan (Disclosure) - Beberapa pihak didalam perusahaan keberatan dengan ide pengungkapan.  Manajer enggan mengungkapkan semua informasi yang dimiliki kerena aka dugunakan oleh pesaing.  Sedangkan pemilik enggan mengungkapkan informasi tentang saham yang dimilikinya karena publik akan mengetahui besarnya kekayaan yang dimilikinya.
  3. Ketakutan untuk diambil alih - Manajer perusahaan yang hanya memiliki hak veto kecil akan khawatir jika perusahaan going public.  Manajer perusahaan publik dengan hak veto yang rendah, umumnya diganti dengan manajer perusahaan yang baru jika perusahaan diambil alih.
Referensi: Jogiyanto, Teori Portofolio dan Analisis Investasi, Edisi 11
- 08:47:00

Pengertian Investasi dan Jenis-jenis Investasi


Investasi adalah penundaan kosumsi sekarang yang dimasukan kedalam aset atau proses produksi yang produktif yang hasilnya untuk konsumsi mendatang.

Jenis-jenis investasi
1. Investasi langsung
Investasi langsung adalah investasi yang dilakukan dengan cari membeli langsung instrumen investasi yang dapat diperjual belikan di pasar uang (money market), pasar modal (capital market), atau pasar turunan (derivative market)Contoh investasi langsung adalah Tabungan, deposito, T-bill, Deposito yang dapat di negosiasi, Surat-surat berharga, Saham preferen, saham biasa, opsi, Future Contract. 


2. Investasi Tidak Langsung 
Investasi tidak langsung adalah pembelian saham dari perusahaan investasi yang memiliki portofolio aktiva-aktiva keuangan. Investasi tidak langsung dilakukan dengan membeli melalui perusahaan investasi.  Perusahaan investasi adalah perusahaan yang menyediakan jasa keuangan dengan cara menjual sahamnya kepublik menggunakan dana yang diperoleh untuk di investasikan kedalam portofolionya.  Contoh investasi tidak langsung adalah Reksadana


Jenis-jenis Reksadana
1. Reksadana Pasar Uang
Reksadana ini membentuk portofolionya dengan aktiva-aktiva surat berharga utang jangka pendek yang jatuh temponya kurang sari satu tahun.

2. Reksadana Pendapatan tetap
Reksadana ini berisi paling tidak 80% aktiva  obligasi dan sisanya aktiva lainnya, misalnya saham

3. Reksadana saham atau Ekuitas
Reksadana ini berisi paling tidak 80% aktiva saham dan sisanya berupa aktiva lain, misalnya obligasi, tujuannya untuk menghasilnya return yang lebih tinggi.

4. Reksadana Campuran
Reksadana ini berisi dengan aktiva campuran dalam bentuk obligasi, saham dan aktiva lainnya.

5. Reksadana terproteksi
Reksadana ini memproteksi investor dari kerugian penurunan nilai investasinya.  Proteksi ini dilakukan oleh reksadana dengan cara memasukan obligasi-obligasi yang akan jatuh tempo dalam jangka pendek kedalam portofolionya.


Referensi: Jogiyanto, Teori Portofolio dan Analisis Investasi, Edisi 11

Wednesday, 25 September 2019

- 19:45:00

Pengertian Return Saham




Return Saham adalah Hasil Keuntungan atau kerugian dari hasil Investasi Saham


Misalkan Tn A Membeli saham dengan PT. ABCD dengan harga Rp. 1.000 perlembar saham.  Sekarang harga Saham PT. ABCD Harganya menjadi Rp. 2000 per lembar saham.  Ini berarti Tn A memperoleh return saham sebesar Rp. 1000 per lembar saham atau 100%. Namun jika harga saham PT. ABCD sekarang mengalami penurunan menjadi Rp. 800 per Lembar saham, makan Return saham Tn A Menjadi -Rp 200 per lembag saham -20%.

Return Saham yang diperoleh bisa positif atau negatif.  Jika return tersebut postif, maka akan memperoleh keuntungan atau Capital Gain, jikan return negatif maka akan mengalami kerugian atau Capital Lost.

Sunday, 14 July 2019

- 22:20:00

Pedoman Debit dan Kredit membuat Jurnal


Membuat jurnal adalah salah satu tanggung jawab yang harus bisa dilakukan jika anda ingin menjadi seorang Accounting.  Jangan berharap anda bisa menjadi seorang accounting jika anda tidak mengerti Jurnal, kecuali kamu punya orang dalam di perusahaan ya.


Membuat jurnal tidak sesulit yang kamu fikirkan, jika kamu paham aturan debit kredit, maka kamu akan dengan mudah membuat jurnal.  

Berikut persamaan dasar Akuntansi
Aset+Beban=Kewajiban+Ekuitas+Pendapatan
Persamaan diatas adalah rumus yang harus kamu ketahui dalam pembuatan jurnal, ingat yang namanya menjurnal, antara debit dan kredit harus Balance ya.

Oke langsung aja kita bahasa Apa itu Aset, Beban, Kewajiban, Ekuitas dan Pendapatan berikut ini

1. Aset
Aset adalah semua kekayaan yang dimiliki oleh suatu perusahaan yang digunakan untuk operasional perusahaan.  Akun yang terkait dengan aset antara lain:
  1.  Aset Lancar yang terdiri dari (Kas, Bank, Piutang, Perlengkapan, Persediaan, Biaya dibayar dimuka, Uang Muka)
  2. Investsi
  3. Aset Tetap yang terdiri dari : Peralatan, Bangunan, Kendaraan, Tanah, Akumulasi penyusutan dan lain-lain
  4. Aset Lain-lain seperti Uang jaminan, Aset tetap yang rusak dan lain-lain

2. Beban
Beban adalah sejumlah Biaya yang dikorbankan untuk memperoleh pendapatan. Contoh akun beban antara lain, Beban Operasional, Beban Penyusutan, beban perlengkapan, beban asuransi, beban sewa, beban iklan dan lain-lain

3. Kewajiban
Kewajiban adalah hutang yang harus dibayarkan kepada pihak lain dimasa mendatang.  Kewajiban teridri dari Kewajiban Jangka pendek yaitu hutang yang masa jatuh tempo pembayarannya tidak lebih dari satu tahun seperti Hutang dagang, hutang gaji, Pendapatan diterima dimuka dan lain-lain.  Kewajiban Jangka panjang adalah hutang yang masa jatuh tempo pembayarannya lebih dari satu tahun, contoh Hutang bank, Hutang obligasi dan lain-lain.

4. Ekuitas
Menurut PSAK (2002) pasal 49, pengertian ekuitas adalah hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban. Dengan kata lain, ekuitas adalah suatu perkiraan yang mencerminkan porsi hak atau kepentingan pemilik perusahaan terhadap harta perusahaan tersebut.

5. Pendapatan
Pendapatan adalah nilai yang menunjukan total penjualan baik barang atau jasa setelah dikurangi Retur Penjualan dan diskon penjualan.


Setelah kamu memahami definisi diatas, barulah kamu pahami mekanisme Debit dan kredit agar kamu lancar dan fasih dalam menjurnal.  Berikut adalah mekanisme Debit dan kredit

  1. Aset dan Beban bersaldo Normal di DEBIT - Artinya Aset dan beban akan bertambah disisi Debit dan akan berkurang disisi Kredit.  Contoh pada 1 Januari 2019 Tn. A membeli perlengkapan sebesar Rp. 200.000. Jika kita analisis contoh soal ini, maka perlengkapan perusahaan yang merupakan Aset perusahaan akan bertambah sebesar Rp. 200.000 didebit sedang disisi kredit Aset akan berkurang, jika pembelian tersebut tunai maka akun Kas akan berada disisi kredit sebesar Rp. 200.000.
  2. Kewajiban, Modal/Ekuitas dan Pendapatan bersaldo normal di Kredit - artinya Kewajiban, modal dan Pendaparan akan bertambah disi kredit dan berkurang disisi debit.  Contoh Tn. A Menjual barang dagangan sebesar Rp. 40.000.000 Kepada Tn B secara tunai.  Akun yang terkait dengan transaksi ini adalah Aset pada akun kas, dikarenakan transaksi dilakukan secara tunai akan bertambah sebesar Rp. 40.000.000 disisi debit dan Pendapatan pada akun penjualan akan bertambah sebesar Rp. 40.000.000

Nah pahami aturan dibit kredit diatas, kalau kamu paham pasti kamu bisa membuat jurnal dengan mudah.  Intinya ikuti saja pedoman diatas, Kalau kita membeli tunai pasti uang kita akan berkurang, kalau diperusahaan uang ditampung di akun Kas atau Bank, Maka kita sudah tau Kas/Bank pasti berkurang, ingat Kas/Bank adalah bagian dari Aset, aset bersaldo normal di debit. Karna adanya transaksi pembelian tunai tersebut maka Kas/Bank akan berkurang, ingat Aset pasti berkurang di kredit, maka akun Kas/Bank kita letakan disisi kredit nilainya sebesar pembelian.

Oke kalau masih bingung dengan pejelasan diatas, kamu bisa berkomentar pada kolok komentar dibawah ya.  Terimakasih sudah mau berkunjung.

Thursday, 16 May 2019

- 22:51:00

Pengertian dan Jenis-Jenis Etika

Campuranpedia.com -  Secara etimologis etika berasal dari kata ethos yang berarti adat, kebiasaan atau susila. Dalam filsafat etika membicarakan tentang tingkah laku atau perbuatan manusia dalam kaitan antara baik dan buruk. Baik dan buruk adalah suatu penilaian atas apa yang bisa dilihat dan dirasakan seperti perbuatan dan tingkah laku. Sedangkan untuk hal-hal yang menyangkut aspek motif atau watak, sulit dinilai. Yones (2015) Secara garis besar ada dua macam etika yaitu :
  •  Etika deskriptif
    Etika deskriptif hanya bersifat menggambarkan, melukiskan dan menceritakan sesuatu seperti apa adanya tanpa memberikan penilaian atau pedoman tentang bagaimana seharusnya bertindak.
  • Etika normatif
    Memberikan penilaian baik dan buruk juga memberikan pedoman mana yang harus diperbuat dan yang tidak.
Dalam bahasa Yunani, ethika berati ethikos yang mengandung arti karakter, kebiasaan, kecenderungan dan sikap yang mengandung analisis konsep-konsep seperti harus, benar, salah, mengandung pencarian watak ke dalam watak moralitas atau tindakan-tindakan moral atau mengandung pencarian kehidupan yang baik secara moral.Etika secara lebih detail merupakan ilmu yang membahas tentang moralitas atau tentang manusia sejauh berkaitan dengan moral.  Yones (2015).

Pengertian Filsafat
Kata-kata filsafat diucapkan ‘falsafah’ dalam bahasa Arab, dan berasal dari bahasa Yunani Philosophia yang berarti ‘cinta kepada pengetahuan’, dan terdiri dari dua kata, yaitu Philos yang berarti cinta (loving) dan Sophia yang berarti pengetahuan (wisdom, hikmah). Orang yang cinta kepada pengetahuan disebut “Philosophos” atau “Failasuf” dalam ucapan Arabnya. Mencintai pengetahuan adalah orang yang menjadikan pengetahuan sebagai usaha dan tujuan hidupnya, atau dengan perkataan lain orang yang mengabdikan kepada pengetahuan Abd Basith dkk (2013).

Menurut Poedjawijatna, filsafat itu juga dapat dikatakan adalah suatu ilmu yang berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran belaka. Selanjutnya beliau mengkategorikan filasafat itu kedalam golongan ilmu, maka oleh karena itu filsafat harus bersifat ilmiah, yaitu menuntut kebenaran, memilki metode, bersistem dan harus berlaku umum Hamidah (2015).

Referensi
Abd. Wahid,(2012). Korelasi Agama, Filsafat dan Ilmu, Fakultas Ushuluddin IAIN Ar-Raniry
             Kopelma Darussalam Kota Banda Aceh.

Hamidah, dkk. (2015). Hubungan Antara Agama, Filsafat dan Ilmu. Sekolah Tinggi Agama Islam
         Negeri Kediri.

Puji Rianto, (2016). Media Jejaring Sosial Dan Persoalan Etika Dalam  Media Baru. Prodi Ilmu
        Komunikasi, Fakultas Ilmu Psikologi dan Sosial Budaya, Universitas Islam Indonesia,
        Yogyakarta.

Uud Wahyudin dan Kismiyati El karimah. (2016). Etika Komunikasi di Media Sosial. Prodi
        Manajemen Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

http://yonesamz.blogspot.co.id/2015/05/hubungan-filsafat-dengan-etika.html
https://galiharibismo.wordpress.com/2017/09/01/etika-sosial-media/
https://www.liputan6.com/news/read/3326941/kelompok-penyebar-hoax-mca-dan-saracen-serupa-tapi-tak-sama
https://nasional.kompas.com/read/2018/02/14/22344131/banyak-fitnah-jelang-pilkada-ketua-dpr-minta-aparat-patroli-di-medsos
https://dailysocial.id/post/apjii-survei-internet-indonesia-2017
http://industri.bisnis.com/read/20180131/105/732548/130-juta-penduduk-indonesia-pengguna-media-sosial

Saturday, 19 January 2019

- 15:54:00

Pengertian Wesel Tagih dan Wesel Bayar

 Pengertian Wesel Tagih dan Wesel Bayar


Wesel Tagih adalah Wesel yang dapat ditagihkan kepada perusahaan lain yang menerbitkan Wesel Tagih tersebut.  Biasanya wesel tagih ini berkaitan dengan piutang yang kita miliki di perusahaan lain, perusahaan lain tersebut untuk melunasi utangnya dengan cara menerbitkan Wesel.
Wesel Juga dapat dikatakan sebagai Surat perjanjian akan membayar sejumlah uang pada tanggal tertentu.  Wesel tagih termasuk kedalam Klasifikasi Aset.

Nah Apakah kamu sudah memahami defisini tersebut?
Wesel Tagih kenapa masuk kedalam Klasifikasi aset dikarenakan, Wesel Tagih muncul sebagai akibat adanya transaksi penjualan secara kredit.  Perusahaan yang melakukan pembelian baik barang ataupun jasa menerbitkan Wesel Tagih. Bagi perusahaan yang membeli barang atau Jasa dengan menerbitkan wesel, Akun wesel di Catat pada bagian Liabilities/Kewajiban dengan akun Wesel Bayar.

Pemikiran sederhananya Wesel Tagih Termasuk kedalam Piutang sedangkan Wesel Bayar Termasuk Utang.

Oke semoga anda bisa memahi defisini Tersebut ya.

Jika ada pertanyaan silahkan berkomentar dibagian bawag, sebisa mungkin akan saya tanggapi

Terimakasih

Tuesday, 11 December 2018

- 08:53:00

Pengertian dan Jenis-jenis Kartel

Source bplawyers.co.id
Praktek Kartel  di Indonesia sempat menjadi isu hangat pada tahun 2017, yang melibatkan perusahaan manufaktur Honda dan Yamaha. Oke lalu apa itu Kartel? Berikut adalah penjelasannya

Kartel adalah sebuah organisasi yang diciptakan melalui perjanjian formal antara sekelompok produsen barang atau jasa untuk mengatur pasokan dalam upaya untuk mengatur atau memanipulasi harga. Kartel memiliki efek negatif bagi konsumen karena keberadaan mereka akan menghasilkan harga yang lebih tinggi dengan pasokan terbatas. Padahal sejatinya pasokan barang tersebut masih sangat banyak dan harganya juga cukup murah. Contoh kartel yang paling terkenal adalah OPEC yang mengendalikan harga minyak bumi di dunia.

Dalam kamus bahasa Inggris Kartel disebut juga “cartel” dan dalam bahasa belanda disebut ‘kartel”. Dan kartel biasa dikenal dengan sebutan “syndicate” yakni sebuah kesepakatan (tertulis) antara beberapa perusahaan seperti perusahaan produsen dan lainya yang sejenis. 

Jenis-jenis Kartel

1. Kartel Harga Pokok (Prijskartel)

Kesepakatan yang terjadi dalam jenis kartel ini ialah bahwa untuk menentukan perhitungan kalkulasi harga pokok dan besarnya laba seluruh anggota akan membuat peraturan yang berlaku pada setiap anggota.

Jenis kartel ini menetapkan seluruh harga-harga penjualan untuk para anggota kartel. Yang menimbulkan persaingan terkadang akibat dari perhitungan laba yang akan diterima dari suatu badan usaha. Dan tedapat tujuan dari keragaman tinggi laba yakni untuk menghindari persaingan antara mereka

2. Kartel Syarat

Didalam jenis kartel syarat sangatlah membutuhkan penetapan-penetapan dalam syarat penjualan. Dalam hal lainya bahwa kartel juga harus menentukan standar kwalitas yang dijual dan menetapkan syarat-syarat pengiriman.

Hal-hal yang tergolong kedalam syarat pengiriman ini yakni, apakah ditetapkan logo gudang, (FOB (Shiping Point dan Destination Point), CIF dan embalase atau pembungkusan dan ketentuan lainya berdasarkan perjanjian yakni keseragaman antara para anggota yang tergabung  dalam kartel.  Tujuan dari keseragaman ini ialah untuk lebijakan harga agar tidak akan terjadi persaingan di antara mereka.


3. Kartel Harga

Untuk jenis kartel ini agar dimana untuk seluruh penjualan barang-barang yang mereka produksi atau di perdagangkan telah ditetapkan sesuai harga minimum. Sehingga semua anggota tidak diperbolehkan menjual barang-barang dengan harga yang begitu rendah jika dibandingkan harga yang sudah ditetapkan.  Apabila anggota ingin menjual diatas harga yang sudah ditetapkan, tetap diijinkan dengan catatan tanggung jawab sendiri.

4. Kartel Rayon

Kartel rayon ini memiliki peran sebagai wilayah pemasaran untuk mereka. Untuk penetapan wilayah yang diikuti dengan penetapan harga untuk dis setiap daerah anggota kartel.

Maksud dari peraturan ini misalnya adannya  larangan bagi  anggota untuk menjual barangnya di daerah lain.  Manfaat yang timbul dari peraturan tersebut ialah persaingan antar anggota dengan harga barang yang potensi belainan bisa dicegah.

5. Kartel Kontigentering

Untuk jenis kartel ini hanya memberikan jatah untuk setiap anggotanya dengan jumlah produksi yang diperbolehkan. Ada yang menarik dari jenis  kartel ini yakni, apabila seebuah perusahaan memproduksi dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan jatah yang sisanya sesuai perjanjian akan diberi premi hadiah.

Tetapi, apabila yang terjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka akan dikenakan denda. Dengan adanya peraturan ini berfungsi untuk mengadakan restrikasi yang kental ketiika banyaknya persediaan, dan akhirnya berdampak pada barang-barang yang mereka jual di naikan.

Sebuah ambisi untuk jenis kartel kontigentering dengan mempermainkan jumlah persediaan barang, sehingga cara tersebut harus di kuasainya.

6. Kartel Laba atau Pool

Jenis kartel laba ini biasanya untuk menetukan laba yang mereka peroleh anggota kartel membuat langsung peraturanya. Misalnya, untuk laba kotor harus disentralisasikan dalam suatu kas umum kartel. Kemudian hasil dari laba bersih kartel akan dibagikan kepada anggota dengan perbandingan tertentu.

7. Sindikat Penjualan atau kantor Sentral Penjualan

Untuk kartel jenis sentral penjualan, menentapkan sebuah aturan untuk penjualan hasil produksi agar melewati badan tunggal yang berperan sebagai kantor penjualan. Sehingga timbul suatu manfaat yakni terhindarnya persaingan diantara mereka

Sumber
http://www.definisimenurutparaahli.com/
https://khanfarkhan.com/

Tuesday, 23 October 2018

- 08:51:00

Buku Besar Pembantu dan Langkah-langkah Membuat Buku Besar Pembantu

Buku besar pembantu adalah buku besar khusus yang digunakan untuk mencatat akun tertentu serta perubahan-perubahannya secara lebih rinci.  Buku besar pembantu biasanya digunakan untuk memudahkan dalam penyusunan laporan keuangan.


Buku Besar Pembantu terdiri dari Buku Besar Pembantu Piutang, Buku Besar Pembantu Utang  Buku Besar Pembantu Persediaan.

  1. Buku Besar Pembantu Piutang
    Adalah Buku besar yang digunakan untuk mencatat secara khusus perubahan saldo piutang dari transaksi yang terjadi baik trasaksi yang menyebabkan penambahan Piutang maupun Penerimaan Piutang masing-masing Customer/pelanggan
  2. Buku Besar pembantu Utang
    Adalah buku besar yang digunakan untuk mencatat secara khusus perubahan Utang kepada kreditur dari transaksi yang terjadi, baik transaksi yang menyebabkan penambahan Utang maupun transaksi yang menyebabkan pengurangan Utang dari masing-masing Pemasok/Supllier
  3. Buku Besar Pembantu Persediaan
    Adalah buku besar yang digunakan untuk mencatat keluar masuknya produk/barang tertetu yang menyebabkan terjadinya perubahan saldo masing-masing persediaan.. Pencatatan Buku Besar Persediaan biasanya menggunakan Format yang berbeda dengan Buku besar pembantu Utang dan Piutang.
Sumber Pencatatan Buku Besar Pembantu 
Bukti bukti transaksi yang mengakibatkan terjadinya perubahan, baik terhadap utang ataupun piutang perusahaan adalah sumber pencatatan dalam buku besar. Contohnya, faktur penjualan, faktur pembelian, bukti penerimaan dan pengeluaran kas, ataupun nota debet dan nota kredit.

Langkah-langkah dalam menyusun Buku besar pembantu
  1. Buku Pembantu yang akan kita buat berasal dari pencatatan Jurnal Umum maupun jurnal khusus, yang merupakan jenis transaksi Utang dan  Piutang.
  2. Buku besar Pembantu piutang yang dibuat merupakan Ringkasan atau rekap dari Jumlah Utang dan Piutang tiap Customer dan Supplier.
  3. Buku besar Pembantu Piutang di Buat berdasarkan transaksi Customer dan Supplier seperti halnya kita memposting tiap akun kedalam buku besar. Misal Customer PT. A maka dalam Buku besar Pembantu Piutang tersebut berisi transaksi yang terkait dengan PT. A begitu juga dengan Buku Pembantu Utang.
  4. Setelah semua Buku besar pembantu Piutang dibuat, baik Buku besar Pembantu piutang maupun buku besar pembantu utang langkah selanjutnya adalah membuat rekap Saldo Piutang dan utang masing-masing Customer dan supplier
  5. Jumlah Saldo Piutang dan Hutang yang telah kita buat menggunakan buku Pembantu seharusnya jumlahnya sama dengan saldo Akun Piutang dan Hutang

Manfaat dari penyusunan buku besar pembantu diantaranya sebagai berikut.
  1. Memudahkan dalam penyusunan laporan keuangan, karena buku besar pembantu akan mengurangi kesalahan-kesalahan dalam buku besar umum.
  2. Ketelitian dalam pembuku besar umum dapat diuji dengan membandingkan saldo buku besar umum dengan jumlah saldo-saldo dalam buku besar pembantu.
  3. Dalam pengerjaan akuntansi memungkinkan diadakan pembagian tugas.
  4. Bisa dengan mudah mengetahui jumlah masing-masing elemen seperti piutang dan utang dari pihak yang terkait.

Thursday, 11 October 2018

- 16:27:00

Pengertian Break Event Point

Analisa Break Event Point diperlukan jika anda akan membuka suatu usaha.  Kenapa anda perlu melakukan analisa BEP, Tujuannya adalah agar anda bisa mengetahui kinerja manajemen perusahaan.  maka tidak heran jika banyak yang ingin mengetahui bagaimana cara menghitung Break Event PointAnalisis break   event   point  adalah   suatu teknik untuk menentukan sebuah titik, baik dalam satuan  rupiah  maupun  unit,  untuk  menentukan perencanaan  tingkat  keuntungan  di  mana  terdapat hubungan antara penerimaan total, biaya total, dan laba total perusahaan pada berbagai tingkat output. Titik    impas    sering    digunakan    para    manajer keuangan  untuk  menentukan  volume  penjualan yang  diperlukan  bagi  perusahaan  untuk  mencapai titik  impas,  laba  total,  dan  kerugian  pada  tingkat penjualan yang lainnya.

Manfaat  analisis break  even  point dapat ditarik  kesimpulan  bahwa  sangat  berguna  dalam aktivitas   perusahaan   menjalankan   produktivitas dalam  pengambilan  kebijakan   yang  berdampak langsung bagi keseimbangan perusahaan. Menurut Martono  dan  Harjito (2004:269), pada  dasarnya dalam    memutuskan    asumsi    dasar    diperlukan penggolongan  biaya    ke  dalam  biaya  tetap  dan biaya  variabel  untuk  menghasilkan    suatu  produk yang di jual (sales mix) harus dapat diklasifikasikan dan diukur secara realistik sebagai biaya tetap dan biaya variabel

Fungsi BEP
Analisis BEP mempunyai beberapa fungsi yang bisa kita manfaatkan. Antara lain:
  1. Mengetahui jumlah penjualan minimum yang harus dipertahankan supaya perusahaan tidak mengalami kerugian. Jumlah penjualan minimum artinya adalah jumlah produksi minimum yang harus dibuat oleh perusahaan.
  2. Menentukan jumlah penjualan yang harus dicapai agar memperoleh laba yang telah direncanakan. Bisa juga diartikan bahwa tingkat produksi harus ditetapkan untuk memperoleh laba tersebut.
  3. Mengukur dan menjaga agar penjualan dan tingkat produksi tidak lebih rendah dari BEP.
  4. Menganalisis perubahan harga jual, harga pokok dan besarnya hasil penjualan atau tingkat produksi.
  5. Suatu alat perencanaan penjualan dan sekaligus perencanaan tingkat produksi, supaya perusahaan secara minimal tidak mengalami kerugian.

Klasifikasi Biaya 
  1. Biaya Tetap Biaya tetap (fixed cost) adalah biaya yang jumlahnya tidak berubah kendatipun terjadi perubahan pada volume produksi (Simamora, 2003:298-299). 
  2. Biaya Variabel Biaya variabel merupakan biaya yang berubah-ubah sebanding dengan perubahan volume produksi/penjualan (Witjaksono, 2013:18). 
  3. Biaya Semivariabel Biaya campuran (mixed cost) adalah biaya yang mempunyai karakteristik variabel dan tetap. Biaya campuran disebut juga dengan biaya semivariabel (Simamora, 2003:299
Metode Pemisahan Biaya Semi Variabel
  1. Metode Tinggi-Rendah (High and Low Point Method) Metode Tinggi-Rendah (High and Low Point Method) adalah suatu metode untuk menentukan persamaan suatu garis lurus dengan terlebih dahulu memilih dua titik (titik tinggi dan rendah) yang akan digunakan untuk menghitung parameter perpotongan dan kemiringan (Hansen & Mowen, 2012:118). 2) 
  2. Scattergraph Method Metode scatterplot adalah suatu metode penentuan persamaan suatu garis dengan menggambarkan data dalam suatu grafik (Hansen & Mowen, 2012:119). 3)  
  3. Metode Least Square Metode ini menganggap bahwa hubungan antara biaya dengan biaya volume kegiatan berbentuk hubungan garis lurus dengan persamaan garis regresi y = a + bx, dimana y merupakan variabel tidak bebas (dependent variable), yaitu variabel yang perubahannya ditentukan oleh perubahan variabel x yang merupakan variabel bebas (independent variable). Variabel y menunjukkan biaya, sedangkan variable x menunjukkan volume kegiatan (Mulyadi,  2009:474). Rumus perhitungan a dan b tersebut adalah sebagai berikut: 
     
Metode Perhitungan Break Even Point

1. Metode Grafik  
 
Menggambarkan suatu titik impas dalam grafik perlu digambarkan adanya garis penjualan. Penjualan ini merupakan hasil perkalian antara volume produksi/penjualan (dalam unit) dengan harga jual per unit. 

2. Metode Matematis 
BEP (Rp)  = FC/1-(VC/S)       
BEP (Q)   = FC/P-V

3. Break Even Point dihitung dengan metode Marjin Kontribusi 

Marjin Kontribusi (contribution margin) adalah jumlah pendapatan yang tersisa setelah dikurangi dengan biaya variabel Mencari nilai titik impas dengan metode marjin kontribusi yaitu, jumlah biaya tetap harus dibagi dengan marjin kontribusi yang dihasilkan oleh setiap unit yang terjual.
Titik Impas (Rp) = Biaya Tetap/Rasio Margin Kontribusi
Titik Impas (Q) = Biaya Tetap/Margin Kontribusi Perunit



Tuesday, 14 August 2018

- 10:21:00

Cara Membuat Jurnal Penutup

Campuranpedia.com - Jurnal Penutup adalah jurnal yang dibuat untuk menutup akun-akun pendapatan, beban, Saldo Laba dan Prive/Dividen.  Akun-akun yan ditutup adalah akun-akun Nominal yang terdapat pada laporan Laba Rugi.

Cara Membuat Jurnal Penutup
  1. Pendapatan : Semua Akun Pendapatan atas akun nominal yang mempunyai saldo kredit dipindahkan kesebelah debit lalu mengkredit Akun Ikhtisar Laba Rugi
  2. Beban : Semua Akun Beban atas akun Nominal yang mempunyai saldo debit dipindahkan ke Kredit lalu mendebit akun Ikhtisar Laba Rugi
  3. Ikhtisar Laba Rugi : angka Ikhitisar laba rugi diperoleh dari Selisih antara Akun Pendapatan dan Beban, ditutup dengan Cara Mendebit akun Ikhtisar Laba Rugi dan Mengkredit Modal/Ekuitas
  4. Prive/Dividen : untuk menutup akun Prive/dividen dapat dilakukan dengan cara Mendebit Akun Modal/Ekuitas dan Mengkredit Akun Prive/Dividen
Agar lebih Jelas silahkan perhatikan Jurnal dibawah ini :



1. Jurnal Menutup Akun Pendapatan

    Pendapatan                                  xxx
         Ikhtisar Laba Rugi                                 xxx


2. Jurnal Menutup Beban
 
    Ikhtisar Laba Rugi                      xxx
         Beban - Beban                                      xxx


3. Jurnal Menutup Saldo Laba

    Ikhtisar Laba Rugi                      xxx
         Modal/Ekuitas                                     xxx

4. Jurnal Menutup Prive/Dividen

   Modal/Ekuitas                             xxx
         Prive/Dividen                                     xxx

Setelah anda membuat Jurnal Penutup diatas,Maka langkah selanjutnya adalah anda harus memposting ke Buku Besar, sehingga Saldo akun pada Buku besar menjadi Nol.  Setelah anda selesai memposting kedalam buku besar, langkah selanjutnya adalah membuat Neraca Saldo Setelah penutupan.
- 08:58:00

Pengertian dan Contoh Laporan Laba Rugi

Campuranpedia.com - Laporan Laba rugi adalah salah satu jenis laporan yang mencermikan kinerja suatu perusaahan dalam satu periode Akuntansi, sebagai alat untuk mengukur keberhasilan manajemen dalam mengelola perusahaan.  Laporan laba rugi dibuat dengan tujuan tertentu, yang berguna bagai pengguna/pemakai laporan, Berikut adalah tujuan dibuatnya laporan laba rugi

  1. Laporan laba rugi memberikan Informasi mengenai besaran pajak yang harus dibayar perusahaan
  2. Laporan laba rugi memberikan Informasi mengenai Jumlah pendapatan dan Biaya
  3. Laporan laba rugi memberikan Informasi mengenai Laba/Rugi perusahaan
  4. Laporan Laba rugi memberikan Informasi bagi perusahaan mengenai kebijakan apa saja yang akan dilakukan di periode yang akan datang

Elemen-eleman Laporan Laba Rugi
  1. Pendapatan adalah penghasilan yang diperoleh perusahaan dalam satu periode.  Pendapatan dibagi menjadi dua yaitu
    1. Pendapatan yang benar-benar merupakan pendapatan pokok/ disebut Pendapatan usaha
    2. Pendapatan yang bukan merupakan Pendapatan Non Pokok / Pendapatan diliar usaha
  2. Beban adalah Pengrobanan ekonomis yang dikeluarkan selama satu periode akuntansi, sama halnya dengan pendapatan, beban juga terbagi menjadi dua macama, yaitu beban Usaha dan Beban di Luar Usaha

Jenis-Jenis Laporan Laba/Rugi
  1. Single Step : semua pendapatan dan keuntungan yang termasuk unsur operasi ditempatkan pada bagian awal laporan laba rugi, diikuti dengan seluruh beban dan kerugian yang termasuk  kategori operasi. Selisih antara total pendapatan dan keuntungan dan total beban dan kerugian menghasilkan laba operasi.
  2. Multiple Step : Laporan ini memisahkan transaksi operasi dari transaksi non-operasi, juga membandingkan biaya dan beban dengan pendapatan yang berhubungan. Pengungkapan laba operasional akan memperlihatkan perbedaan antara aktivitas biasa dengan aktivitas yang tidak biasa atau insidentil. Berikut ini adalah contoh laporan laba rugi multiple step.
Bentuk Multiple Step

Bentuk Single Step

Saturday, 11 August 2018

- 17:14:00

Akun-akun yang Harus dibuatkan Jurnal Pembalik


Campuranpedia.com -  Banyak sekali yang menanyakan kenapa kita harus membuat jurnal pembalik, dan gimana sih cara membuat jurnal pembalik.  jawbannya sangat sederhana kok gak perlu pusing dan gak perlu ribet cukup anda balik buku anda saja, maka jurnalnya sudah jadi dibalik,,wak wak wak..

Oke langsung aja ye, jurnal pembalik diperlukan untuk menjaga kekonsitenan pencatatan dari awal akuntansi sampai masuk kepriode akuntansi berikutnya, misal nih ya pada awal periode akuntansi itu tidak terdapat sewa dibayar dimuka, eh pas akhir periode ternyata muncul akun sewa dibayar dimuka, nah ini nih tujuann kita melakukan jurnal pembalik, agar tidak muncul akun baru saat masuk kepriode akuntansi yang baru.

membuat jurnal pembalik juga tidak asal ya, kita harus tahu terlebih dahulu akun akun apa saja yang harus dibalik, tidak semua akun harus dibalik ya.  sumbernya pasti dari jurnal penyesuaian, oke ane sebutin satu satu
  1. Biaya dibayar dimuka (jika dicatat sebagai beban)
  2. Pendapatan diterima dimuka (jika dicatat sebagai pendapatan)
  3. Pendapatan yang masih harus diterima
  4. Biaya yang masih harus dibayar
  5. perlengkapan (jika dicatat sebagai beban) 

oke sekian aja postingan kali ini, untuk tanya-tanya silahkan hubungi melalui live chat ya..


Terimakasih sudah berkunjung, Nantikan Update postingan terbaru dari campuranpedia.com dengan cara masukan E-mail anda pada Kolom dibawah agar kalian gak ketinggalan update dari blog ini. 
- 17:09:00

Cara Cepat Bisa Membuat Jurnal Umum

Campuranpedia.com - Membuat jurnal adalah salah satu kegiatan akuntansi yang harus dilalui untuk membuat laporan keuangan.  Membuat Jurnal umum tentu saja tidaklah mudah bagi sebagian orang yang awam atau baru mengenal akuntansi. Baiklah sebelum kita ketopik utama yaitu jurnal Umum sebaiknya kita pahami dulu apa itu akuntansi dan Definisi dari Jurnal Umum

Menurut American Accounting Association (AAA) Akuntansi adalah proses mengidentifikasi, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan pengambilan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.

Jurnal Umum / General Journal adalah jurnal yang dipergunakan untuk mencatat semua jenis Bukti transaksi yang terjadi sebagai akibat adanya berbagai transaksi keuangan perusahaan dalam satu periode.

Untuk bisa menjurnal kita tentu perlu mengidentifikasi suatu bukti transaksi, kita harus mampu menganalisa bukti transaksi, jenis transaksi apakah bukti transaksi tersebut.
Setelah kita berhasil menganalisa transaksi tersebut, barulahlah kita mengidentifakasi akun apa saja yang timbul dari transaksi tersebut.
Setelah kita berhasil menganalisa dan bukti transaksi tersebut barulah kita bisa melakuan pencatatan bukti transaksi tersebut.

Contoh

Analisa
Transaksi diatas, adalah transaksi penerimaan kas dari Bpk. Salim Sutardi atas penjualan Buku Tulis dengan Nilai Rp. 150.000.
Akun yang terkait dengan transaksi diatas adalah sebagai berikut
Akun terkait transaksi diatas, tentu saja harus kita catat kedalam Kas/Bank untuk mencatat penerimaan uang tunai dari Bpk. Salim Sutardi di Debit dan Akun Penjualan di Kredit.
Kenapa Akun Kas/Bank ini dikarenakan akun Kas/Bank adalah akun yang digunakan untuk menampung semua transaksi penerimaan maupun pengeluaran kas.
Lalu kenapa penjualan, ini dikarenakan UD.Ida Jaya melakukan Penjualan Buku Tulis kepada Bp. Salim Sutarji sehingga untuk menampung Transaksi penjualan kita catat pada akun penjualan.

Oke sekian sedikit cerita dari saya mengenai cara menjurnal, apabila ada yang ditanyakan silahkan tinggalkan komentar anda dibawah.


- 17:06:00

Metode Pencatatan Kas Kecil Dana Tetap dan Tidak tetap

Campuranpedia.com - Kas kecil adalah dana yang disiapkan perusahaan untuk melakukan pemabayaran tertentu yang jumlahnya relatif kecil yang tidak ekonomis bila dibayarkan menggunakan cek.



Metode pencatatan kas kecil ada dua yaitu

1.  Metode dana tetap

             adalah metode pencataan dimana pencatatan transaksi hanya dilakukan pada saat dilakukan pembentukan dan pengisian kembali kas kecil.  Artinya saat dilakukan pengisian kembali adalah sejumlah yang telah digunakan.

Contoh 
Pada tanggal 1 Januari dibentuk Kas Kecil sebesar Rp. 2.000.000, Kebijakan perusahaan Kas kecil diisi kembali setiap tanggal 15 setiap bulannya. Penggunaan Kas Kecil  1 Januari - 15 Januari adalah Rp. 1.250.000.
Berdasarkan contoh diatas, maka saat pengisian kembali kas kecil adalalah sebesar Rp. 1.250.000, artinya dana kas kecil akan selalu tetap jumlahnya Rp. 2.000.000 Sampai ada kebijakan perusahaan untuk menambah jumlah kas kecil.


2. Metode dana Tidak tetap

             adalah metode pencatatan dimana pencatatan transaksi dilakukan setiap terjadi transaksi, baik saat pembentukan, pengisian maupun transaksi pengelran kas kecil.
pada saat dilakukan pengisian kembali jumlahnya tetap atau sama seperti saat dilakukan pembentukan kas kecil.
Contoh 
Pada tanggal 1 Januari dibentuk Kas Kecil sebesar Rp. 2.000.000, Kebijakan perusahaan Kas kecil diisi kembali setiap tanggal 15 setiap bulannya. Penggunaan Kas Kecil  1 Januari - 15 Januari adalah Rp. 1.250.000.
Pada saat dilakukan pengisian kembali kas kecil, dana tidak tetap berbeda dengan dana tetap, pada saat pengisian kembali Kas Kecil Dana tidak tetap jumlahnya sama dengan Saat pembentukan yaitu sebesar Rp. 2.000.000


Selisih Kurang atau Lebih Kas Kecil

Selisih kas Kecil adalah selisih antara Pencatatan dan Perhitungan Fisik Kas.
Setiap akhir Periode akuntansi pemegang Kas Kecil harus mempertanggung jawabkan penggunaan dana kas kecil.  Pertanggungjawaban tersebut dalam bentuk bukti-bukti penggunaan kas kecil serta perlu diadakannya Cash Opname atau melakukan perhitungan kas fisik yang ada.

Dalam praktinya tentu ada kendala seperti kas kecil Fisik tidak sesuai dengan yang ada dicatatan, bisa jadi seleih lebih atau selisih kurang.

Penyebab Selisih Kas Kecil
  • Adanya kesalahan dalam melakukan pencatatan
  • Pembayaran dengan pembulatan
  • Adanya uang palsu
  • Kehilangan saat melakukan transaksi
  • Sebab-sebab lain yang tidak diketahui

Untuk melakukan pencatatas atas selisih lebih atau selisih kurang jurnal koreksinya adalah sebagai berikut :

a. Mencatat Selisih Kurang Kas Kecil

Jurnal Untuk mencatat Selisih kurang Kas Kecil adala dengan mendebet selisih Kas Kecil dan Mengkredit Kas Kecil

Selisih Kas kecil                                 xxx
               Kas Kecil                                            xxx

b. Mencatat Selisih Lebih Kas Kecil

Jurnal untuk mencatat Selisih lebih kas kecil adalah dengan cara mendebet Kas Kecil dan Mengkredis selisih Kas Kecil.

Kas Kecil                                          xxx
              Selisih Kas Kecil                                xxx

Apabila ada pertanyaan terkait Metode pencataan Kas Kecil silahkan tinggalkan komentar anda


Thursday, 9 August 2018

- 17:10:00

Pengertian Rekonsiliasi Bank, Contoh Soal dan Pembahasan Kasus


1. Pengertian Rekonsiliasi bank
    
Rekonsiliasi bank adalah prosedur pencocokan saldo menurut catatan perusahaan dan saldo menurut catatan bank.


2. Penyebab terjadi perbedaan

Ada dua penyebab terjadi perbedaan antara saldo menurut perusahaan dan saldo bank yaitu Beda waktu pencatatan, dan kesalahan dalam pencatatan


Berikut ini akan saya jelaskan mengenai beberapa contoh transaksi yang sering terkait dengan transaksi atau menyebabkan terjadinya perbedaan antara lain

1. Transaksi yang telah dicatat oleh Perusahaan akan tetapi belum dicatat oleh Bank
  • Setoran dalam Perjalanan
  • Cek dalam Peredaran
  • Salah Catat


2. Transaksi yang telah dicatat oleh bank akan tetapi telah dicatat oleh bank
  • Jasa Giro
  • Cek Kosong
  • Beban administrasi
  • Wesel Tagih
  • Salah Catat
Sedikit tips untuk pencatatn Salah catat ialah " Saldo yang seharusnya - Dicatat = selisih "
jika selisihnya mines (-) maka dilakukan penambahan baik dibank maupun diperusahaan
jika selisihnya (+) maka dilakukan pengurangan baik diperushaan baik dibank maupun diperusahaan


Contoh Transaksi

Menurut pencatatan pembukuan perusahaan yang diterima dari bank, saldo menunjukan jumlah sebesar Rp. 156.036.000. transaksi yang menyebabkan terjadinya perbedaan ialah
  1. Perusahaan telah mengeluarkan cek untuk melunasi utangnya kepada PT Rena yang jumlahnya sebesar Rp. 18.450.000 tetapi dalam pembukuan dicatat Rp. 29.250.000, cek tersebut telah diuangkan kebank oleh pemegangnya
  2. Perusahaan telah menarik cek No. A 009 sebesar Rp. 9.000.000 tetapi julah tersebut sampai akhir periode belum diuangkan oleh sipemegangnya
  3. bank telah berhasil menagih piutang perusahaan sebesar Rp. 30.750.000 dan biaya penagihan sebesar Rp. 150.000 belum dilaporkan keperusahaan
  4. Perusahaan telah menerima cek sebesar Rp. 12.000.000 dari PT Arjuna, ternyata waktu disetorkan kebank untuk menambah simpananya, cek ditolak oleh bank karena cek tersebut kosong, penolakan ini belum dilaporkan keperusahaan.
  5. Perusahaan telah memperoleh bunga atas simpananya sebesar Rp. 120.000 
  6. Perusahaan telah menerima pembayaran dari langgananya sebesar Rp. 22.500.000, tetai jumlah tersebut belum disetorkan ke Bank
  7. Bank telah membuat kesalahan dalam membuat cek yang diabayarkan kepada UD Makmur. cek tersebut sebesar Rp. 6.000.000,tetapi oleh bank hany dicatat sebesar Rp. 600.000
  8. Bank telah membebankan biaya jasa bank Rp. 24.000, Tetapi jumlah tersebut belum dilaporkan keperusahaan
Diminta 
  1. Buatlah Rekonsiliasi Bank untuk Perusahaan sejahtera, dan tentukan berapa jumlah saldo menurut catatan Perusahaan sebelum rekonsiliasi
  2. Buatlah jurnal penyesuaian yang berkaitan dengan rekonsiliasi Bank

Pembahasan
  1. untuk transaksi ini perusahaan telah salah melakukan pencatatan dimana seharusnya dicatat ialah Rp. 18.450.000 tetapi dalam pembukuan Rp. 29.250.000 dengan demikian terjadi selisih pencatatn sebesar Rp.10.800.000. cara perhitungan 18.450.000-29.250.000=(10.800.000) karena selisihnya minus maka harus ditambhkan diperusahaan
  2. untuk transaksi perusahaan telah mengeluarkan cek akan tetapi oleh sipemegang cek belum diuangkan dengan demikian pihak perusahaan telah mengurangi saldonya, namun saldo dibank belum dikurangkan karena adanya cek yang e=belum diuangkan oleh pemegangnya, dengan demikian saldo perusahaan di bank harus dikurangi sebesar Rp. 9.000.000
  3. Bank melakukan penagihan wesel tagih perusahan sebesar Rp. 30.750.000 dengan beban penagihan sebesar Rp. 150.000. maka dilakukan penambahan saldo perusahaan sbsar 30.750.000 dan  mengurangi saldo perusahaan sebesar 150.000
  4. cek yang diterima perusahaan tidak cukup dananya,, atau cek yang diterima dananya ditak mencukupi saat dilakukan pencairan sehingga jika sebelumnya perusahaan telah melakukan pencatatan  dengan menambahkan  maka karena adanya cek kosong maka dilakukan pengurangan sebesar 12.000.0000
  5. Bunga simpanan yang diperoleh bank akan menambah saldo perusahaan, bungan simpanan dikatan sebagai pendapatan atas simpanan perusahaan dibank sebesar 120.000
  6. perusahaan belum melakukan penyetoran sebesar 22,500.000 sedangkan perusahaan telah melakukan pencataan dengan menambahkan saldo perusahaan, makan setoran tersebut akan menambah saldo bank sebesar 22.500.000
  7. bank salah melakukan pencatatan pengeluaran kas perusahaan seharusnya dicatat 6.000.000 tetapi hanya dicata 600.000, makan dilakukaan pencatatan kembali dengan mengurangi sebsar selisihnya yaitu 5.400.000
  8. Beban administrasi telah dicata oleh bank akan tetapi belu dicata oleh perusahan sebesar 24.000

Jawaban

Saldo menurut bank                                          156.036.000
ditambah
   Setoran daam perjalanan                                  22.500.000
   Beban Penagihan                                                   150.000
   Cek Kosong                                                      12.000.000
   Beban Administrasi                                                 24.000


Dikurangi
   Salah catat Perusahaan                                      10.800.000
   Wesel Tagih                                                       30.750.000
   Jasa Giro                                                                 120.000
   Salah catat Bank                                                  5.400.000
   Cek dalam Peredaran                                           9.000.000

Saldo Perusahaan Sebelum Rekonsiliasi            134.640.000


Untuk penyesuaian yang disesuaikan hanya yang ada di perusahaan

Penyesuaian pertama yaitu

Penyesuaian kelebihan pencatatan pemabyaran Piutang
Kas                                               10.800.000
   Utang                                                                10.800.000

Pencatatan Penyesuaian Biaya penagihan wesel
Beban Penagihan                                150.000
     Kas                                                                   150.000

Penyesuaian penerimaan pelunasan wesel tagih
Kas                                                      30.750.000
     Wesel Tagih                                                            30.750.000

Penyesuaian Pendapatan bungan bank atau jasa giro
Kas                                                    120.000
                Pendapatan Jasa Giro                            120.000

Penyesuaian biaya admin bank
Beban Admin                                     24.000
    Kas                                                                      24.000

Penyesuaian cek Kosong
Piutang                                            12.000.000
    Kas                                                                         12.000.000  


Sekian Postingan untuk hari ini semoga bermanfaat ya 
- 17:07:00

Cara Menghitung Penyusutan Metode Garis Lurus

Campuranpedia.com - Penyusutan atau depresiasi adalah perhitungan biaya terhadap pemakaian harta tetap disebuah perusahaan.  Bila harta tetap dimanfaatkan oleh perusahaan untuk memperlancar operasional perusahaan , maka nilai ekonomis dari harta tetap yang bersangkutan akan berkurang atau menyusut.  Pengurangan nilai harta tetap  akibat dimanfaatkan oleh perusahaan secara kasat mata tidak bisa dilihat langsung pengurangan fisik harta tetap yang bersangkutan.  Oleh karena itu pengurangan nilai ini tidak langsung dicatat kerekening harta tetap yang bersangkutan.  Pengurangan nilai akibat disusutkan ini akan dicatat kedalam satu rekening yang disebut dengan "akumulasi penyusutan Hartat tetap" (Accumulated Depreciation of Plant Asset).

Metode Garis Lurus

Metode ini menganggap bahwa harta tetap dimanfaatkan dengan cara yang sama dari tahun ketahun, sehingga besarnya penyusutan harta tetap setiap periode akuntansi adalah sama.
Metode penyusutan Garis lurus sering juga dikenal dengan Straight Line Method  adalah metode penyusutan yang paling mudah untuk dilakukan, ini dikarenakan penyusutan aset tetap setiap tahunnya selalu sama.  Untuk menghitung penyusutan metode garis lurus, Rumusnya adalahs sebagai berikut :

Penyusutan = Harga Perolehan / Umur Ekonomis (Atau bisa juga menggunakan Tarif penyusutan)


Contoh soal 1

Sebuah Aset Tetap diperoleh pada tanggal 2 Januari 2017 dengan Harga perolehan Rp. 230.000.000 dengan Masan manfaat 10 tahun.
Hitunglah penyusutan Aset tetap per 31 Desember 2017

Jawab
Penyusutan = Harga perolehan/Umur Ekonomis

Penyusutan = Rp. 230.000.000 / 10
                   = Rp. 23.000,000

Jadi Penyusutan aset tetap per 31 Desember 2017 adalah Rp. 23.000.000

Contoh soal 2

Sebuah Aset diperoleh tanggal 25 Agustus 2017 dengan Harga Rp. 230.000.000 dengan masa manfaat 10 Tahun.  Hitunglah penyusutan  per 31 Desember 2017.

Jawab
Penyusutan aset tetap adalah kebijakan yang diterapkan perusahaan, kebijakan perusahaan disini mengenai pengakuan penyusutan aset tetap, ada perusahaan yang menerapkan penyusutan disetahunkan meskipun aset diperoleh di pertengahan tahun, adaa juga yang dihitung bulanan, artinya berdasarkan bulan perolehan aset tetap tersebut.

Untuk menghitung penyusutan Aset tetap yang diperoleh pada tanggal 25 Agustus 2017 diatas, maka perhitungannya adalah sebagai berikut

Penyusutan = Rp. 230.000.000 / 10
                   = Rp. 23.000,000

Penysutan Aset Tetap pertahun adalah Rp. 23.000.000

Maka untuk menghitung penyusutan tahun 2017 adalah dengan menghitung berapa bulan aset tersebut dimanfaatkan selama tahun 2017.  Aset tetap yang dibeli tanggal 25 Agustus 2017 telah dimanfaatkan selama 4 Bulan maka 

Penyusutan/bulan = 4/12 * Penyusutan setahun

Penyusutan = 4/12* Rp. 23.000.000
                   = Rp. 7.666.666,6

Jadi penyusutan aset tetap selama tahun 2017 adalah Rp. 7.666.666,6

Oke penyusutan menggunakan metode garis lurus ini adalah metode penyusutan yang paling mudah untuk dilakukan dan sangatlah sederhana.
- 17:04:00

Lembaga Keuangan Bank dan Non Bank

Jenis-jenis lembaga keuangan bank terdiri dari :

  1. Bank Umum (Konvensional dan Syariah), dan;
  2. Bank Perkreditan Rakyat (Konvensional dan Syariah).


Bank Umum

Bank Umum menurut Undang-undang RI Nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan sebagaimana diperbaharui dengan UU nomor 10 Tahun 1998, adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan/atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Selanjutnya untuk pembahasan tentang Bank Umum akan dipisahkan menjadi Bank Umum Konvensional dan Bank Umum Syariah sebagai berikut berikut : 


Source Laruno.com
A. Bank Umum Konvensional

Bank umum adalah bank yang dapat memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Sifat jasa yang diberikan adalah umum, dalam arti dapat memberikan seluruh jasa perbankan yang ada. Begitu pula dengan wilayah operasinya dapat dilakukan di seluruh wilayah. Bank umum sering disebut bank komersil (commercial bank).

Usaha utama bank umum adalah funding yaitu menghimpun dana dari masyarakat luas, kemudian diputarkan kembali atau dijualkan kembali ke masyarakat dalam bentuk pinjaman atau lebih dikenal dengan istilah kredit. Dalam penghimpunan dana, penabung diberikan jasa dalam bentuk bunga simpanan. Sementara dalam pemberian kredit, penerima kredit (debitur) dikenakan jasa pinjaman dalam bentuk bunga dan biaya administrasi.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan :
  • Menghimpun dana dari masyarakat (Funding) dalam bentuk :
    • Simpanan Giro (Demand Deposit)
    • Simpanan Tabungan (Saving Deposit)
    • Simpanan Deposito (Time Deposit)
  • Menyalurkan dana ke masyarakat (Lending) dalam bentuk :
    • Kredit Investasi
    • Kredit Modal Kerja
    • Kredit Konsumsi
  • Memberikan jasa-jasa bank lainnya (Services) seperti :
    • Transfer (Kiriman Uang)
    • Inkaso (Collection)
    • Kliring (Clearing)
    • Save Deposit Box
    • Credit/Debit Card
    • Valas (Bank Notes)
    • Bank Garansi
    • Referensi Bank
    • Bank Draft


Letter of Credit (L/C)
  • Traveller’s Cheque
  • Jual beli surat-surat berharga
  • Pelayanan payment point seperti : Pembayaran pajak, telepon, air, listrik, Biaya Pembayaran Ibadah Haji (BPIH), uang kuliah,         gaji/pensiun/honorarium, deviden, kupon, bonus/hadiah, tantiem, dll.
  • Didalam pasar modal perbankan dapat memberikan atau menjadi : Pinjaman emisi (underwriter), Penjamin (guarantor), Wali amanat (trustee), Perantara perdagangan efek (pialang/broker), Perdagangan efek (dealer), Perusahaan pengelola dana (invesment company)
  • Jasa-jasa lainnya. 
Biasanya bentuk-bentuk badan hukum bank umum konvensional yaitu : persero, perseroan daerah, koperasi dan perseroan terbatas


B. Bank Umum Syariah

Bank Umum Syariah adalah Bank Umum yang melaksanakan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Syariah adalah BPR yang melaksanakan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah.

Adapun pengertian prinsip syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan atau pembayaran kegiatan usaha, atau kegiatan lain yang dinyatakan sesuai dengan syariah. 
  • Kegiatan Usaha Bank Umum Syariah
    • Menerima simpanan dana dari masyarakat dalam bentuk :
    • Giro berdasarkan prinsip wadi’ah;
    • Tabungan berdasarkan prinsip wadi’ah atau mudharabah;
    • Deposito berjangka berdasarkan prinsip mudharabah; atau
    • Bentuk lain berdasarkan prinsip wadi’ah atau mudharabah.
  • Menyalurkan dana dalam bentuk :
    • Piutang dengan prinsip jual beli meliputi :
      • mudharabah;
      • isthishna;
      • ijarah;
      • salam.
    • Pembiayaan dengan prinsip bagi hasil meliputi :
      • mudharabah;
      • musyarakah;
    • Pembiayaan berdasarkan prinsip qardh.
  • Membeli, menjual dan atau menjamin atas risiko sendiri surat-surat berharga pihak ketiga yang diterbitkan atas dasar transaksi nyata (underlying transaction) berdasarkan prinsip jual-beli atau hiwalah.
  • Membeli surat-surat berharga Pemerintah dan atau BI yang diterbitkan atas dasar Prinsip Syariah;
  • Memindahkan uang untuk kepentingan sendiri dan atau nasabah berdasarkan prinsip wakalah;
  • Menerima pembayaran tagihan atas surat berharga yang diterbitkan dan melakukan perhitungan dengan atau antar pihak ketiga dengan prinsip wakalah;
  • Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat-surat berharga berdasarkan prinsip wadi’ah yad amanah;
  • Melakukan kegiatan penitipan termasuk penatausahaannya untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu kontrak dengan prinsip wakalah;
  • Melakukan penempatan dana dari nasabah kepada nasabah lain dalam bentuk surat berharga yang tidak tercatat di bursa efek berdasarkan prinsip ujrah;
  • Memberikan fasilitas Letter of Credit (L/C) berdasarkan prinsip walakah, murabahah, mudharabah, musyarakah, dan wadi’ah, serta memberikan fasilitas garansi bank berdasarkan prinsip kalafah;
  • Melakukan kegiatan wali amanat berdasarkan prinsip walakah;
  • Melakukan kegiatan usaha kartu debet berdasarkan prinsip ujrah;
  • Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan Bank sepanjang disetujui oleh Dewan Syariah Nasional;
  • Melakukan kegiatan dalam valuta asing berdasarkan prinsip sharf;
  • Melakukan kegiatan penyertaan modal berdasarkan prinsip musyarakah dan atau mudharabah.
  • Bertindak sebagai pendiri dana pensiun dan pengurus dana pensiun berdasarkan Prinsip Syariah sesuai ketentuan dalam perundang-undangan yang berlaku
  • Bank dapat bertindak sebagai lembaga baitul ma’al yaitu menerima dana yang berasal dari zakat, infaq, shadaqah, waqaf, hibah atau dana sosial lainnya.


Larangan melakukan kegiatan-kegiatan sbb :
  • Melakukan penyertaan modal, kecuali sebagaimana dimaksud dalam kegiatan usaha Bank Umum di atas;
  • Melakukan usaha perasuransian;
  • Melakukan kegiatan usaha lain di luar kegiatan usaha sebagaimana dimaksud dalam kegiatan usaha Bank Umum di atas;
  • Melakukan kegiatan usaha secara konvensional.


Berdasarkan bentuk hukumnya bank ini dapat berupa perseroan terbatas, perusahaan daerah atau koperasi.

1. Lembaga Keuangan Bukan Bank

Pengertian Lembaga Keuangan Bukan Bank ( LKBB ) :

Lembaga Keuangan Bukan Bank adalah badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang keuangan, secara langsung ataupun tidak langsung, menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali kepada masyarakat untuk kegiatan produktif
  • Usaha – Usaha yang dilakukan LKBB antara lain :
    • Menghimpun dana dengan jalan mengeluarkan kertas berharga
    • Sebagai perantara untuk mendapatkan kompanyon ( dukungan dalam bentuk dana ) dalam usaha patungan
    • Perantara untuk mendapatkan tenaga ahli
  • Peran – peran LKBB antara lain :
    • Membantu dunia usaha dalam meningkatkan produktivitas barang / jasa
    • Memperlancar distribusi barang
    • Mendorong terbukanya lapangan pekerjaan

Jenis – Jenis Lembaga Keuangan Bukan Bank :

  • Perusahaan Asuransi : perusahaan yang memberikan jasa-jasa dalam penanggulangan resiko atas kerugian, kehilangan manfaat, dan tanggung jawab hukum pada  pihak  ketiga karena peristiwa ketidakpastian
    • Polis Asuransi : surat kontrak pelaksanaan asuransi yang berupa kesepakatan kedua belah pihak
    • Premi Asuransi : uang pertanggungan yang dibayar tertanggung kepada penanggung Keuntungan Asuransi :
      • Bagi Pemilik Asuransi mendapa keuntungan sebagai berikut :      
        • keuntungan dari premi yang dibayar nasabah
        • keuntungan dari hasil penyertaan modal ke perusahaan lain
        • keuntungan dari hasil bunga investasi surat-surat berharga
      • Keuntungan Bagi Nasabah  :    
        • memberi rasa aman
        • merupakan simpanan yang pada saat jatuh tempo dapat ditarik lagi
        • terhindar dari resiko kerugian memperoleh penghasilan di masa datang
        • memperoleh penggantian akibat kerugian kerusakan atau Kehilangan
  • Perusahaan Dana Pensiun ( TASPEN): badan hukum yang mengelola dan menjalankanprogram yang menjanjikan manfaat pensiun
    • Manfaat Perusahaan Dana Pensiun
      • Bagi perekonomian nasional : dana yang dihimpun dari iuran peserta dapat sebagai modal bagi dunia usaha
      • Bagi peserta : dana pensiun akan memberi jaminan pendapatan di hari tua
      • Manfaat bagi perusahaan :
        • Loyalitas
        • Kewajiban moral
        • Kompetisi pasar tenaga kerja
      • Manfaat bagi karyawan 
      • Rasa aman
      • Kompensasi yang lebih baik

  • Koperasi Simpan Pinjam : menghimpun dana dari masyarakat dan meminjamkan kembali kepada anggota atau masyarakat
    • Modal Koperasi :       
      • Simpanan Pokok : dibayar sekali pada awal menjadi anggota
      • Simpanan Wajib : dibayar selama menjadi anggota dengan jangka waktu tertentu sesuai keputusan rapat anggota
      • Simpanan Sukarela : dibayar dalam jangka waktu yang tidak ditentukan
    • Landasan Koperasi : 
      • Landasan Idiil : Pancasila
      • Landasan Struktural : UUD 1945 pasal 33 ayat 1
      • Landasan Operasional : UU no 25 tahun 1992
      • Landasan Mental : kesetiakawanan dan kesadaran
    • Keuntungan :            
      • Tidak memakai jaminan
      • Angoota terhindar dari rentenir
      • Akhir tahun memperoleh SHU
    • Bursa Efek / Pasar Modal : tempat jual beli surat-surat berharga
    • Saham    : surat berharga dimana pemiliknya merupakan pemilik perusahaan
    • Obligasi : surat berharga yang merupakan instrumen utama perusahaan. Pemiliknya bukan merupakan pemilik perusahaan
    • Keuntungan pasar modal :
      • Menyediakan sumber pembiayaan jangka panjang untuk dunia usaha.
      • Sarana untuk mengalokasikan sumber dana secara optimal bagi investor.
      • Memungkinkan adanya upaya diversifikasi.
    • Kelemahan pasar modal :
      • Mekanisme pasar modal yang cukup rumit menyulitkan pihak-pihak tertentu yang akan terlibat  di dalamnya.
      • Saham pasar modal bersifat spekulatif sehingga dapat merugikan pihak tertentu.
      • Jika kurs tidak stabil, maka harga saham ikut terpengaruh.
    • Manfaat bagi Investor :
      • Memperoleh deviden bagi pemegang saham
      • Memperoleh capital gain jika ada kenaikan harga saham
      • Memperoleh bunga bagi pemegang obligasi
      • Mempunyai hak suara dalam RUPS
      • Dapat dengan mudah mengganti instrumen investasi
    • Manfaat bagi Emiten :
      • Mendapatkan dana yang lebih besar
      • Perusahaan dapat lebih fleksibel dalam mengolah dana
      • Memperkecil ketergantungan terhadap bank
      • Besar kecilnya deviden tergantung besar kecilnya keuntungan
      • Tidak ada kewajiban yang terikat sebagai jaminan
    • Manfaat bagi Pemerintah :
      • Membantu pemerintah dalam mendorong perkembangan pembangunan
      • Membantu pemerintah dalam mendorong kegiatan investasi
      • Membantu pemerintah dalam menciptakan kesempatan kerja

  • Perusahaan Anjak Piutang : Badan Usaha yang melakukan kegiatan  pembiayaan dalam bentuk pembelian atau pengalihan serta pengurusan piutang.
    • Manfaat bagi klien :
      • Peningkatan penjualan
      • Kelancaran modal kerja
      • Memudahkan penagihan hutang
      • Efisiensi usaha
    • Manfaat bagi factor :
      • Fee dari klien
    • Manfaat bagi customer :
      • Kesempatan untuk membeli secara kredit
      • Pelayanan penjualan yang lebh baik
  • Perusahaan Modal Ventura : Badan Usaha yang melakukan pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal kedalam perusahaan
    • keunggulan Modal Ventura :
      • Sumber dana bagi perusahaan baru.
      • Adanya penyertaan manajemen.
      • Keperdulian yang tinggi dari perusahaan modal Ventura.
      • Dengan adanya penyertaan modal,PPU dapat mencari bantuan modal dalam bentuk lain.
      • MV menaikkan pamor PPU.
      • PPU mendapat mitra baru yang dimiliki perusahaan modal ventura
      • Mendukung usaha kecil yg berpotensi berkembang dan memperluas kesempatan kerja
    • Kelemahan modal ventura :
      • Jangka waktu pembiayaan yang relatif panjang
      • Terlalu selektifnya perusahaan modal ventura dalam mencari perusahaan pasangan usaha
      • Kontrol manajemen perusahaan pasangan usaha dapat diambil alih oleh perusahaan modal ventura apabila menunjukan gejala kegagalan.
    • Manfaat modal ventura :
      • Keberhasilan Usaha Meningkat
      • Efisiensi dalam Pendistribusian Barang
      • Menigkatkan Bank-abilitas perusahaan
      • Pemanfaatan Dana Perusahaan Menigkat
      • Likuiditas Meningkat
  • Pegadaian : suatu usaha yang memberikan pinjaman bagi nasabah dengan jaminan barang bergerak
    • Tujuan Pegadaian :  
      • Mencegah praktik ijon, riba, dan pinjaman tidak wajar
      • Turut melaksanakan dan menunjang pelaksanaan kebijakan program pemerintah di bidang ekonomi
  • Perusahaan Sewa Guna : pembelian secara angsuran, namun sebelum angsurannya selesai (lunas), hak barang yang diperjualbelikan masih dimiliki oleh penjual. Namun demikian, begitu kontrak leasing ditandatangani, segala fasilitas dan kegunaan barang tersebut boleh digunakan oleh pembeli
    • Manfaat Leasing :
      • Menghemat modal
      • Diversifikasi sumber-sumber pembiayaan
      • Persyaratan lebih mudah dan fleksibel
      • Biaya lebih murah