Sunday, 15 December 2019

- 23:05:00

Cara Mengirim Lamaran Lewat Email yang Harus Kamu Perhatikan

Campuranpedia.com - Diera modern yang serba digitalisasi seperti saat ini, dimana hampir semua kegiatan dilakukan melalui internet.  Perkembangan jaman yang begitu cepat tentu saja akan menyebabkan adanya perubahan.  Salah satunya adalah perubahan bagi pencari kerja.  Dahulu ketika kita ingin melamar sebuah pekerjaan, kita harus mencari informasi lowongan dengan bersusah payah, mulai dari membeli koran, hingga mendatangi perusahaan untuk menanyakan lowongan yang tersedia.  Namun di era digitalisasi saat ini, pencari kerja sangat dimudahkan, Hanya dengan duduk didepan komputer atau dengan menggunakan smartphone, para pencari kerja dengan mudah mendapatkan informasi lowongan kerja.  Proses rekrutmen di era digitalisasi tentu juga berbeda dengan jaman dulu, sekarang kita hanya perlu Apply lewat Email atau melalui situs pihak ketiga atau melalui situs rekrument resmi perusahaan.



Nah kali ini saya akan membahas mengenai bagaimana cara mengirim lamaran kerja melalui email. Tentu saja mengirim lamaran lewat email tidak asal-asalah seperti halnya kamu chating. Ada hal-hal yang harus kami perhatikan dalam mengirim lamaran Via Email, diantaranya sebagai berikut:

1. Ubah berkas lamaran dalam bentuk Pdf
Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah mengubah file atau dokumen lamaran kamu dalam bentuk Pdf, File yang harus diubah dalam bentuk Pdf adalah file-file yang sudah di persyaratkan oleh perusahaan seperti Surat lamaran kerja, daftar riwat hidup, Ijazah dan transkip nilai dan lain-lain.  Hal penting yang harus kamu perhatikan adalah ukuran file, jangan terlalu besar, usahakan ukurannya maksimal 2 MB.

2. Perhatikan Subject Email atau Judul Email 
Nah ini juga penting, Banyak pelamar kerja yang mengabaikan subject email ini, padahal subjet email itu penting agar HRD Perusahaan dapat dengan mudah mengidentifikasi lamaran kamu.  Sebaiknya jika dalam informasi lowongan kerja diminta mencantumkan subject email misal posisi yang dilamar, Maka pada subject email yang akan kamu kirimkan cantumkan misalnya "Sales Executive".
Cara mengirim lamaran pekerjaan lewat email harus mencantumkan berkas-berkasmu dengan cara di attach. Namun bukan berarti pada body email kamu bisa membiarkannya dalam keadaan kosong. Pada body email bisa kamu tuliskan identitas diri kamu beserta nomor kontakmu dan bagaimana kamu mendapatkan informasi mengenai lowongan pekerjaan tersebut (cover letter). Gunakan bahasa yang formal namun jangan terlalu panjang.

3. Lampirkan berkas persyaratan untuk posisi yang hendak kamu lamar
Setelah kamu menuliskan subjet dan Body Email, langkah berikutnya adalah melampirkan file atau dokumen yang sudah kamu jadikan Pdf tadi kedalam email.  Perlu diketahui untui Pas Foto usahakan mengirimkan dalam bentuk Jpeg, Jpg atau Png.  Jika dalam informasi lowongan kerja yang kamu dapatkan berkas lamaran diminta dijadikan Rar* atau Zip, maka kamu harus menggabungkan semua berkas lamaranmu kedalam Folder, selanjutnya dijadikan Rar atau Zip.

4. Periksa ulang semua persyaratan sebelum dikirim
Hal yang paling penting dalam cara mengirim lamaran pekerjaan lewat email adalah kamu harus menggunakan alamat email yang aktif. Setelah melengkapi semua berkas, body email dan nama subject email dengan benar, periksa kembali sebelum mengirimnya. Perhatikan bentuk filemu berkasmu, kesalahan tulisan dan hal lainnya.

Jangan mengada-ada dan usahakan jangan ada kesalahan tulisan (typo) agar tak mengurangi poinmu. Selain itu, kamu cukup melamar satu posisi saja dalam satu perusahaan. Hal lain, coba kamu mulai membersihkan akun media sosialmu. Beberapa HRD biasanya akan mengecek keseharianmu melalui postingan media sosial.

Demikian cara mengirim lamaran pekerjaan lewat email yang perlu kamu ketahui. Walaupun hanya melalui media online, kamu harus tetap teliti dan jangan terburu-buru untuk mengirim berkas lamaranmu. Jika kamu ingin mengirim ulang email lamaran kerja, pastikan gunakan bahasa dan etika yang sopan.

Oke jadi mudah-mudahan setelah kamu membaca postingan ini, postingan ini bisa menjadi referensi buat kamu untuk mengirim lamaran kerja Via Email.  Pastikan kamu melamar posisi yang sesuai dengan keahlianmu.  Jangan melamar pekerjaan yang jelas-jelas dari persyaratan kamu sudah tidak memenuhi kualifikasi ya.

Referensi Liputan6.com

Friday, 8 November 2019

- 21:39:00

Cek NIK, Ijazah dan Ukuran File Persyaratan CPNS 2019

Daya tarik CPNS dari tahun ketahun dirasa semakin sangat luar biasa.  Namun proses seleksi CPNS beberapa tahun belakangan ini tentu berbeda seperti rekrutmen CPNS tahun-tahun sebelumnya.  Hal ini dikarenakan Pendaftaran CPNS beberapa tahun belakangan ini diyakini bebas pungli karena sudah menggunakan sistem online dalam proses rekrutmennya.  Untuk bisa mengkuti proses seleksi CPNS tentunya anda harus memiliki persyaratan yang disyaratkan untuk bisa mendaftar.  Salah satu yang paling utama adalah NIK (Nomor Induk Kependudukan).  Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengimbau pelamar untuk memeprsiapkan NIK agar tidak bermasalah saat mulai pendaftaran CPNS 2019. Pelamar perlu mengecek NIK KTP yang valid terlebih dahulu sebelum mendaftar, terutama bagi pelamar yang baru menikah, pindah rumah, atau tidak memahami data kependudukannya. "Bagi #SobatBKN yang baru menikah, pindah, atau masih galau dengan data kependudukannya. Yuk hindari permasalahan data tidak ditemukan atau data tidak sesuai melalui 2 solusi ini," tulis BKN di Twitter @BKNgoid.

BKN menawarkan dua alternatif solusi bagi pelamar yang NIK atau data kependudukannya tidak ditemukan atau tidak sesuai. Pelamar perlu mengecek NIK yang terdaftar di Dukcapil setempat. 
  1. Pendaftar menghubungi Dinas Dukcapil Kabupaten/Kota masing-masing untuk konsolidasi data.
  2. Pendaftar menghubungi Call Center Halo Dukcapil dengan mengirim data sesuai dengan formasi berikut: #NIK #Nama_Lengkap #Nomor_Kartu_Keluarga #Nomor_Telp #Permasalahan melalui hotline 1500537, WhatsApp dengan nomor 08118005373, SMS di 08118005371, atau email callcenter.dukcapil@gmail.com. 

NIK bisa ditemukan di dokumen identitas, mulai KTP, Paspor, hingga Kartu Keluarga. Cara cek NIK yang valid, bisa dilakukan melalui situs web pemerintah daerah atau dinas terkait, yaitu Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). 

Persyaratan berikutnya yang tak kalah penting kamu siapkan adalah SKCK. Kalau ditahun sebelumnya ada beberapa instansi yang mensyaratkan melampirkan SKCK ada juga yang tidak, Namun ada baiknya kamu sudah menyiapkan ya, sebagai upaya untuk antisipasi.  SKCK dapat kamu buat secara online kok melalui link https://skck.polri.go.id/  kamu cukup mengisi formulir secara online, kemudian mencetak resinya, lalu bawa ke polres yang anda tuju sesuai dengan anda isi di Formulir.  Namun pembuatan SKCK harus sesuai domisili ya teman. Nah buat kamu yang tidak ada waktu pulang kampung untuk membuat SKCK, kamu bisa kok membuatnya di POLDA Lampung. Kamu bisa baca Disini.

Berkas berikutnya yang tak kalah penting adalah scan dari dokumen-dokumen tersebut ya seperti Pas Foto, Ijazah, KTP, Transkip nilai dan lain-lain.  Siapkan saja 2 jenis ukuran file, yang pertama file berukuran maksimal 200 Kb dan file berukuran maksimal 500 kb.

Persyaratan lainnya yang harus anda perhatikan adalah keabsahan Ijazah anda, pastikah Ijazah anda terdaftar di Dikti ya.  Cara cek Keabsahan Ijazah bisa kamu lakukan https://ijazah.ristekdikti.go.id/.

Oke sekian dulu, udah terlalu banyak yang saya tuliskan disini, apabila ada pertanyaan terkait postingan ini, silahkan tinggalkan komentar ya. Terimakasih 

Monday, 4 November 2019

- 22:47:00

Cek Nilai Tukar Rupiah Ke Dolar

Pengonversi Mata Uang
- 10:30:00

Langkah-langkah Melakukan Uji Normalitas Data SPSS

Campuranpedia.Com - Anda membuka blog ini, mungkin anda sudah tersesat atau sudah mengalami kesulitan dalam menormalkan data, Data normal menjadi masalah bagi Anda-anda yang sedang mengolah data saat ini, karena data normal sebagai syarat untuk melakukan Uji -uji selanjutnya, seperti Uji Heterokedatisitas, Multikolinieritas, Uji T dan lain-lain.  Baik saya akan menjelaskan Langkah-langkah dalam melakukan Uji Normalitas data
Pengertian Uji Normalitas Data
Ghozali (2011: 107) menjelaskan tujuan uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual mempunyai distribusi normal atau tidak, seperti diketahui bahwa uji t dan uji F mengasumsikan nilai residual mengikuti distribusi normal.  Kalau asumsi ini dilanggar maka uji statistic menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil. Menurut Rasul dan Nurlaelah (2010: 130) menjabarkan bahwa penyebaran data variabel dependen yang mengikuti distribusi normal merupakan salah satu syarat untuk membentuk hubungan linier antara variabel dependen dan variable independent. Uji normalitas dapat dilakukan dengan uji Histogram, uji P-plot Uji skewness dan Kurtosis, uji square  dan uji kolmogorove Smirnov. 

dari definisi Normalitas data diatas, saya akan menjelaskan langkah-langkah Normalitas data menggunakan Uji Kolmogorove Smirnove.  Berikut adalah langkah-langkahnya

  • Buka data yang telah anda miliki
  • Klik Anlyze - Regresi - Linier (Lihat gambar dibawah ini)

  • Setelah itu akan muncul Kotak dialog seperti Gambar dibawah ini

  • Pada Kotak diatas, Pindahkan Variabel X Kekolom independent dan Y Kekolom Dependent dalam Contoh ini saya umpamakan Variabel X adalah IPA dan Varibel Y adalah matematika, sebenernya gak nyambung sih ini kan cuma contoh aja. he..he...he..(Lihat gambar dibawah ini)


  • Setelah anda memindahkan Variabel Y dan X Langkah selanjutnya adalah klik Save lalu pilih unstandarized pada kolom Residual seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini

  • Setelah semua langkah diatas dilakukan klik Continue lalu pilih OK.  Disini anda tidak perlu melihat Output, Fokus pada Input, pada input muncul variabel baru dengan nama Res_1 Seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini

  • Langkah selanjutnya kembali ke Input lalu Klik Analyze - Nonparametic Test - Legacy Dialogs - 1-Sample K-S



  • Setelah itu akan muncul kotak dialoh Ones Sampel K-S seperti gambar dibawah ini

  • Pindahkan Unstandarized pada kolom Tes Variabel lalu klik OK

  • Akan Muncul Output Normalitas Data Seperti gambar dibawah ini

Dari tabel diatas terlihat bahwa Sig-2 Tailed 0,200 > 0,05 maka data terdistribusi normal

Agar Lebih Jelas anda bisa melihat Video Dibawah ini

Oke sekian postingan kali ini semoga bisa membantu kalian dalam melakukan olah data. Masih ada cara lain dalam melakukan uji Normalitas data  akan saya post jika ada kesemptan yang lain. hehehe.  Kalau kalian berharap bisa menemukan cara menormalkan data kalian yang tidak normal, kalian salah, karena dalam postingan ini hanya menyajikan Langkah-langkah untuk melakukan uji normalitas data.

Wednesday, 23 October 2019

- 12:19:00

Langkah-langkah melakukan Uji Statistik Deskriptive




Campuranpedia.com- Olah data adalah ritual wajib yang harus dilakukan oleh para pejuang tugas akhir. Baik itu Skripsi, Tesis, mapun Tugas akhir untuk D3.
Olah data yang paling populer digunakan adalah olah data menggunakan Program aplikasi SPSS.

Pada kesempatan ini saya akan menjelaskan langkah-langkah dalam melakukan Uji Statistik. Uji yang pertma saya akan mulai dari Uji Statistik Deskriftif

Statistik Deskriftif
Putra (2015) Statistik Deskrptif berfungsi sebagai penganalisis data dengan menggambarkan sampel data yang telah dikumpulkan.  Penelitian ini menjabarkan jumlah data, rata-rata, nilai minimum dan maksimum serta standard deviasi. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

  • Buka data yang sudah anda miliki
  • Klik Analyze - Deskriptive - Statistik Deskriptive



  • Lalu akan Muncul Kotak dialog seperti gambar di bawah ini



  • Lalu Pindahkan Semua Variabel anda, disini saya contohkan variabel yang saya gunakan Matematika dan IPA, Lihat Gambar dibawah ini


  • Setelah itu lalu Klik Options, Ceklist Mean, Std.Deviasi, Min, Max dll, Sesuai dengan kebutuhan anda, seperti yang terlihat digambar dibawah ini

  • Langkah selanjutnya adalah Klik Continue - Lalu Klik ok, maka anda akan melihat Hasil Ouput dari proses yang telah anda lakukan, seperti yang tergambar dibawah ini


Setelah anda mendapatkah Hasil output diatas maka anda sudah bisa melakukan Analisis terhadap hasil output diatas.
Langkah selanjutnya yang harus anda lakukan adalah melakukan olah data regresi Klasik, akan saya jelaskan pada postingan yang berikutnya.

Terimakasih karena sudah berkunjung  di blog saya, jangan lupa tinggalkan komentar anda dibawah ya.

Untuk lebih jelas kalian bisa tonton video dibawah ini




- 00:12:00

Langkah-langkah Uji Validitas dengan Cara Correlation Matrix

Pada postingan sebelumnya yang berjudul Langkah-langkah uji validitas dengan korelasi product moment selanjutnya kita akan mencoba melakukan uji validitas dengan cara correlation matrix.  Masih dengan data yang sama Langkah-langkah uji validitas dengan korelasi product moment berikut adalah langkah-langkah melakukan uji validitas dengan Correlation Matrix:

  • Klik Analyze lalu pilih Scale selanjutnya Reliability Analysis kemudian pindahkan seluruh data ke kolom items lalu pilih statistics, ceklist Scale, scale if item deleted dan ceklis Correlation dalam kolom inter-items kemudian OK (Lihat gambar)
 







Untuk mengetahui apakah Item pertanyaan yang kita gunakan dalam angket penelitian valid atau tidaknya bisa melihat tabel item total statistic pada output Spss berikut ini:

Lihat pada kolom Corrected item-total correlation dimana syarat data valid jika Nilai rhitung>rtabel.  Dengan jumlah Sampel sebanyak 25 diperoleh rtabel (25-2=0,336). Berikut interprestasinya
  1. Item pertanyaan 1 memiliki nilai rhitung 0,195<0,336 maka dapat disimpulkan item pertanyaan 1 tidak valid
  2. Item pertanyaan 2 memiliki nilai rhitung 0,094<0,336 maka dapat disimpulkan item pertanyaan 2 tidak valid
  3. Item pertanyaan 3 memiliki nilai rhitug 0,119<0,336 maka dapat simpulkan item pertanyaan 3 tidak valid
  4. Item pertanyaan 4 memiliki nilai rhitug 0,148<0,336 maka dapat simpulkan item pertanyaan 4 tidak valid
  5. Item pertanyaan 5 memiliki nilai rhitug 0,324<0,336 maka dapat simpulkan item pertanyaan 5 tidak valid.
  6. Item pertanyaan 6 memiliki nilai rhitug 0,035<0,336 maka dapat simpulkan item pertanyaan 6 tidak valid.
  7. Item pertanyaan 7 memiliki nilai rhitug 0,058<0,336 maka dapat simpulkan item pertanyaan 7 tidak valid.
  8. Item pertanyaan 8 memiliki nilai rhitug 0,300>0,336 maka dapat simpulkan item pertanyaan 3 valid.
  9. Item pertanyaan 9 memiliki nilai rhitug 0,355>0,336 maka dapat simpulkan item pertanyaan 3 valid.
  10. Item pertanyaan 3 memiliki nilai rhitug 0,495>0,336 maka dapat simpulkan item pertanyaan 3 valid.
  11. Item pertanyaan 3 memiliki nilai rhitug 0,710>0,336 maka dapat simpulkan item pertanyaan 3 valid
  12. Item pertanyaan 3 memiliki nilai rhitug 0,350<0,336 maka dapat simpulkan item pertanyaan 3 valid 


Agar Lebih jelas, silahkan tonton video dibawah ini



Monday, 21 October 2019

- 11:16:00

Langkah-langkah Melakukan Uji Validitas dengan Korelasi Product Moment



Uji validitas biasanya dilakukan untuk pengukuran instrumen penelitian pada jenis penelitian yang menggunakan data kuisioner.  Melakukan pengukuran terhadap sesuatu yang belum pernah dilakukan dapat ditempuh dengan cara membuat instrumen pengukuran.  Tujuan dilakuan Uji validitas adalah untuk membuktikan apakah angket tersebut memiliki tingkat validitas dari suatu pertanyaan penelitian, maka seblum instrumen tersebut digunakan maka perlu di uji coba dan hasilnya di analisis (Sudarmanto, 2013). Sesuatu dikatan valid jika alat ukur yang digunakan sesuai dengan apa yang hendak akan diukur.  Misalnya mengukur berat maka digunakan timbangan, maka timbangan dapat dikatakan alat ukur yang valid.


Syarat Uji Validitas
Menurut Ghozali (2011) pertanyaan dalam instrumen/Angket dikatakan valid apabila rhitung>rtabel atau nilai signifikan(.sig)< Alpha=0,05.  Instrumen/angket dikatakan tidak valid apabila nilau rhitung<rtabel dan Signifikan (.sig)>alpha (0,05).


Langkah-langkah uji validitas
Sebelum kita mengetahui langkah-langkah uji validitas, berikut adalah contoh soal:

Seorang peneliti ingin mengetahui bagaimana sikap mahasiswa terhadap mata kuliah Pengantar Akuntansi disuatu perguruan tinggi.  Peneliti sebelum melakukan pengujian yang sebenarnya terlebih dahulu melakukan uji coba angket kepada 25 orang mahasiswa untuk mengetahui apakah angket yang digunakan valid atau tidak valid.  Berikut adalah hasil tabulasi:


1. Masukan data diatas Program SPPS, Anda bisa menginput data tersebut ke Excel terlebih dahulu atau langsung ke program SPSS (Mana yang paling mudah menurut anda).

Berikut adalah tampilan data yang sudah di Input ke Program SPSS

- Tampilan input padaVariabel View



- Tampilan Input pada Data View


2. Langkah selanjutnya adalah menghitung Jumlah skor tiap responden dengan cara sebagai berikut:

- Klik Transform, lalu pilih compute variabel (perhatikan gambar dibawah ini)


Maka akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini


Pada kolom target variabel silahkan masukan X1 - lalu pada kolom numeric expression inputkan sum(P1,P2,P3,P4,dst) P1-P12 diklik pada sebelah kirim bukan diketik ya, setelah itu klik OK. Berikut adalah hasilnya


Berikut adalah hasil setelah anda klik  OK dapat dilihat pada Data View akan muncul Variabel X1 yang merupakan hasil penjumlahan dari P1-P12 (anda bisa juga lakukan pada excel dengan menggunakan fungsi sum menjumlahkan Horizontal bukan vertikal). Berikut adalah hasilnya


Setelah langkah diatas selesai anda lakukan, maka barulah anda melakukan uji validitas sesuai dengan yang anda butuhkan.  Pada contoh ini saya akan menggunakan uji validitas dengan korelasi product Moment.

Langkah Pertama (lihat gambar)


Pindahkah Item Pertanyaan P1-P12 dan X1 kekolom Variables sehingga terlihat tampilan seperti dibawah ini, lalu klik OK (pada contoh ini menggunakan pengujian satu arah, maka yang dipilih one tailed)

Hasil Ouput
Hasil Ouput Uji Validitas korelasi product moment
Penjelasan Output
  1. Untuk mengetahui hasil ouput apakah item pertanyaan  yang anda gunakan valid atau tidak valid, lihat pada kolom X1 Bagian vertikal atau horizontal.
  2. Valid apabila nilai Sig<0,05
  3. Saya contohkan misal Pertanyaan 1 (Nilai Sig 0,037)<0,05 artinya item pertanyaan 1 Valid. Lalu coba perhatikan Item pertanyaan 2 terlihat bahwa nilai Sig (0,121)>0,05 sehingga dapat disimpulkan item pertanyaan 2 tidak valid. Begitu seterusnya.
Oke Sekian penjelasan mengenai cara melakukan uji validitas dengan Korelasi Product Moment, apabila anda menyukai postingan ini, silahkan bagikan kepada teman-teman anda yang membutuhkan, apabila ada yang tidak anda mengerti anda bisa tinggalkan komentar dibawah ini.

Agar lebih jelas silahkan Tonton video dibawah ini